JW subtitle extractor

Apakah Ini Dirancang? Cahaya dari Makhluk Hidup

Video Other languages Share text Share link Show times

Banyak makhluk hidup punya kemampuan
yang menakjubkan.
Salah satunya adalah kemampuan
untuk memancarkan cahaya,
yang juga dikenal sebagai bioluminesens.
Kemampuan ini luar biasa, dan hasilnya terlihat indah.
Tapi, kenapa beberapa makhluk hidup
memancarkan cahaya?
Ada yang melakukannya untuk menarik perhatian.
Kunang-kunang mencampurkan beberapa senyawa kimia
untuk menghasilkan cahaya yang bisa
memikat calon pasangan hidupnya.
Setiap jenis kunang-kunang memancarkan
cahayanya dengan pola yang berbeda-beda.
Beberapa bahkan memancarkan
cahaya mereka dengan berirama.
Kunang-kunang menghasilkan cahaya untuk menarik perhatian.
Tapi, beberapa binatang lain melakukannya
untuk menyembunyikan diri.
Panjang cumi-cumi bobtail sekitar tiga sentimeter.
Mereka pintar bersembunyi.
Tapi waktu mereka mencari makan di malam hari,
mereka bisa menjadi mangsa yang empuk.
Karena cahaya bulan dan bintang,
bayangan mereka bisa terlihat oleh
pemangsa yang ada di bawah mereka.
Jadi, bagian bawah tubuh mereka memancarkan cahaya
yang mirip dengan cahaya yang ada di atas mereka.
Hasilnya, mereka seolah-olah menghilang.
Sebenarnya, cumi-cumi bobtail
tidak bisa menghasilkan cahaya.
Jadi, bagaimana cahayanya dihasilkan?
Setelah cumi-cumi itu menetas,
ada sejenis bakteri yang masuk ke dalam
organ cahayanya yang belum berkembang.
Bakteri ini mengaktifkan gen yang akan
membuat organ itu berkembang.
Bakterinya hidup di dalam organ itu dan
menghasilkan cahaya untuk cumi-cumi bobtail.
Organ cahayanya tidak bisa berkembang
kalau tidak ada bakteri ini.
Dan, hanya jenis bakteri ini yang
bisa tinggal di dalam organ itu.
Cahaya yang dihasilkan oleh kemampuan ini
bukan hanya terlihat indah tapi juga
sangat hemat energi.
Tidak ada cahaya buatan manusia
yang bisa dihasilkan dengan energi sehemat itu.
Tapi, untuk menghasilkan cahaya
yang indah dan hemat energi ini,
tidak semudah menyalakan korek api.
Kunang-kunang dan cumi-cumi bobtail punya organ yang rumit,
yang mencakup sebuah reflektor, lensa, dan filter.
Itu semua sama seperti lampu buatan manusia.
Di seluruh planet kita,
ada banyak makhluk hidup yang
memancarkan cahaya,
misalnya jamur,
serangga,
ubur-ubur,
cumi-cumi,
dan ikan.
Dan mereka masing-masing menggunakan campuran
senyawa kimia yang berbeda untuk menghasilkan cahaya.
Bagaimana menurut Anda?
Apakah kemampuan untuk
memancarkan cahaya ini hasil evolusi?
Atau, apakah ini dirancang?