00:00:07
Banyak binatang mengandalkan indra penglihatan
untuk mengenali apa yang ada di sekitar mereka.00:00:14
00:00:14
Tapi, bagaimana kalau lingkungan mereka
membuat mereka sulit melihat?00:00:19
00:00:20
Beberapa binatang menggunakan kemampuan ekolokasi.00:00:24
00:00:24
Mereka menggunakan suara untuk mengenali
apa yang tidak bisa mereka lihat dengan mata.00:00:30
00:00:30
Kebanyakan spesies kelelawar punya kemampuan ini.00:00:34
00:00:34
Tapi, ini tidak mudah dilakukan karena
tempat tinggal mereka yang padat dan ramai.00:00:40
00:00:40
Mereka harus terus memeriksa area di sekitar mereka.00:00:44
00:00:44
Bagaimana caranya?00:00:45
00:00:45
Otot di tenggorokan atau lidah kelelawar
berkontraksi dengan cepat00:00:49
00:00:49
untuk menghasilkan banyak
gelombang suara yang pendek.00:00:52
00:00:52
Lalu, mereka tidak hanya mendengar
pantulan dari suara itu, tapi juga mempelajarinya.00:00:58
00:00:58
Pantulan suara membantu kelelawar
tahu lokasi objek di sekitarnya.00:01:03
00:01:03
Luar biasanya, kelelawar cokelat besar00:01:06
00:01:06
bisa mengenali jarak antar objek
yang bahkan kurang dari satu milimeter.00:01:10
00:01:10
Suara kelelawar berasal dari tenggorokan atau lidah.00:01:14
00:01:14
Tapi, suara paus sperma berasal
dari dalam kepalanya yang besar. 00:01:19
00:01:19
Sebelum menyelam,
paus mengisi paru-parunya dengan udara.00:01:23
00:01:23
Sebagian udara itu digunakan untuk membuat
suara dalam air yang mencapai 230 desibel.00:01:30
00:01:30
Itu lebih kencang dari suara pesawat jet lepas landas.00:01:34
00:01:34
Paus mendorong udara melalui sepasang bibir fonik
yang menciptakan suara klik atau tepuk tangan. 00:01:40
00:01:40
Awalnya, suara itu memantul
dari sebuah kantong udara00:01:44
00:01:44
dan bergerak ke belakang melewati
sebuah organ yang disebut spermaseti.00:01:48
00:01:48
Lalu, suara itu dipantulkan oleh kantong udara kedua00:01:51
00:01:51
dan merambat melalui jaringan lemak
yang disebut melon.00:01:55
00:01:55
Proses ini menghasilkan gelombang suara pendek,
yang bisa diarahkan oleh paus seperti lampu sorot.00:02:01
00:02:01
Paus seberat 40 ton tidak bisa berhenti mendadak.00:02:05
00:02:05
Bunyi klik yang kuat ini bisa membantunya untuk
tidak menabrak dasar laut atau objek lainnya. 00:02:11
00:02:12
Lumba-lumba, yang lebih dekat dengan
permukaan laut, juga mengandalkan ekolokasi.00:02:17
00:02:17
Seperti paus bergigi lainnya,00:02:19
00:02:19
lumba-lumba tidak menggunakan telinga luar
mereka untuk mendengar pantulan suara.00:02:23
00:02:23
Tapi, mereka punya rahang dengan lemak khusus00:02:26
00:02:26
yang bisa mengantarkan pantulan suara
langsung ke telinga dalam mereka.00:02:31
00:02:31
Beberapa spesies lumba-lumba bisa mengenali
objek yang jaraknya lebih dari 650 meter.00:02:38
00:02:38
Di laut yang dalam dan tempat yang sangat gelap,00:02:41
00:02:41
beberapa binatang menggunakan suara
untuk melihat dengan jelas.00:02:47
00:02:47
Apakah kemampuan yang luar biasa ini hasil evolusi?00:02:51
00:02:51
Atau, apakah ini dirancang?00:02:53
Apakah Ini Dirancang? Ekolokasi
-
Apakah Ini Dirancang? Ekolokasi
Banyak binatang mengandalkan indra penglihatan
untuk mengenali apa yang ada di sekitar mereka.
Tapi, bagaimana kalau lingkungan mereka
membuat mereka sulit melihat?
Beberapa binatang menggunakan kemampuan ekolokasi.
Mereka menggunakan suara untuk mengenali
apa yang tidak bisa mereka lihat dengan mata.
Kebanyakan spesies kelelawar punya kemampuan ini.
Tapi, ini tidak mudah dilakukan karena
tempat tinggal mereka yang padat dan ramai.
Mereka harus terus memeriksa area di sekitar mereka.
Bagaimana caranya?
Otot di tenggorokan atau lidah kelelawar
berkontraksi dengan cepat
untuk menghasilkan banyak
gelombang suara yang pendek.
Lalu, mereka tidak hanya mendengar
pantulan dari suara itu, tapi juga mempelajarinya.
Pantulan suara membantu kelelawar
tahu lokasi objek di sekitarnya.
Luar biasanya, kelelawar cokelat besar
bisa mengenali jarak antar objek
yang bahkan kurang dari satu milimeter.
Suara kelelawar berasal dari tenggorokan atau lidah.
Tapi, suara paus sperma berasal
dari dalam kepalanya yang besar.
Sebelum menyelam,
paus mengisi paru-parunya dengan udara.
Sebagian udara itu digunakan untuk membuat
suara dalam air yang mencapai 230 desibel.
Itu lebih kencang dari suara pesawat jet lepas landas.
Paus mendorong udara melalui sepasang bibir fonik
yang menciptakan suara klik atau tepuk tangan.
Awalnya, suara itu memantul
dari sebuah kantong udara
dan bergerak ke belakang melewati
sebuah organ yang disebut spermaseti.
Lalu, suara itu dipantulkan oleh kantong udara kedua
dan merambat melalui jaringan lemak
yang disebut melon.
Proses ini menghasilkan gelombang suara pendek,
yang bisa diarahkan oleh paus seperti lampu sorot.
Paus seberat 40 ton tidak bisa berhenti mendadak.
Bunyi klik yang kuat ini bisa membantunya untuk
tidak menabrak dasar laut atau objek lainnya.
Lumba-lumba, yang lebih dekat dengan
permukaan laut, juga mengandalkan ekolokasi.
Seperti paus bergigi lainnya,
lumba-lumba tidak menggunakan telinga luar
mereka untuk mendengar pantulan suara.
Tapi, mereka punya rahang dengan lemak khusus
yang bisa mengantarkan pantulan suara
langsung ke telinga dalam mereka.
Beberapa spesies lumba-lumba bisa mengenali
objek yang jaraknya lebih dari 650 meter.
Di laut yang dalam dan tempat yang sangat gelap,
beberapa binatang menggunakan suara
untuk melihat dengan jelas.
Apakah kemampuan yang luar biasa ini hasil evolusi?
Atau, apakah ini dirancang?
-