00:00:01
Ayat hari ini membahas tentang00:00:03
00:00:03
suka menerima tamu.00:00:05
00:00:05
Ini berkaitan dengan sifat00:00:07
00:00:07
murah hati dan suka memberi.00:00:10
00:00:10
Di komentar hari ini,00:00:12
00:00:12
ada sebuah pernyataan penting:00:00:14
00:00:14
”Kalau kita suka menerima tamu,00:00:17
00:00:17
kita tidak akan kesepian.”00:00:20
00:00:21
Apakah Saudara pernah sangat kesepian?00:00:25
00:00:25
Itu bisa membuat kita tertekan.00:00:27
00:00:27
Dan bahkan saat kita di tengah banyak orang,
kita bisa merasa kesepian.00:00:32
00:00:32
Ada penulis bilang,00:00:34
00:00:34
”Sendirian itu menyenangkan,
tapi kesepian sama sekali tidak.”00:00:38
00:00:38
Ada juga yang mengatakan,00:00:40
00:00:40
”Seperti berdiri di tengah hujan, melihat ke langit,
dan yang terlihat hanya awan gelap.”00:00:45
00:00:46
Seorang saudari menyamakan perasaan kesepian
seperti jatuh ke lubang yang dalam.00:00:51
00:00:51
Makin dalam, semakin tidak ada harapan.00:00:54
00:00:54
Jadi, apa yang bisa membantu kita
mengatasi perasaan kesepian,00:00:59
00:00:59
yang bisa membantu kita seolah-olah keluar
dari lubang yang dalam00:01:03
00:01:03
dan menyingkirkan awan gelap itu?00:01:05
00:01:05
Nah, seperti yang ayat harian kita katakan,00:01:08
00:01:08
sifat murah hati dan suka memberi—
itu yang akan mengusir rasa kesepian.00:01:14
00:01:14
Apakah ini memang benar?00:01:16
00:01:16
Mari kita perhatikan tiga prinsip Alkitab
yang membuktikan bahwa ini benar.00:01:20
00:01:20
Yang pertama ada di Kisah 20:35.00:01:24
00:01:24
Mari kita buka sama-sama ayatnya.00:01:26
00:01:27
Jaminan yang pertama—
Kisah 20:35. Dikatakan, 00:01:31
00:01:32
”Dalam segala hal, aku sudah menunjukkan kepada kalian
bahwa dengan bekerja keras seperti ini,00:01:38
00:01:38
kalian harus membantu orang yang lemah
dan harus mengingat kata-kata Tuan Yesus sendiri, yaitu,00:01:43
00:01:43
’Lebih bahagia memberi daripada menerima.’”00:01:47
00:01:47
Jadi prinsip yang pertama adalah
memberi membuat kita bahagia.00:01:52
00:01:52
Nah, di sini Paulus sedang mengutip kata-kata Yesus.00:01:55
00:01:55
Dan Yesus tidak mengatakan bahwa kita memberi
saat kita bahagia atau karena kita bahagia.00:02:02
00:02:02
Dia mengatakan bahwa kita bahagia karena memberi.00:02:06
00:02:06
Nah ini penting karena kalau kita memberi,
sekalipun saat kita tidak ingin,00:02:12
00:02:12
kita mendapatkan kebahagiaan.00:02:14
00:02:14
Riset membuktikan bahwa
apa yang Yesus katakan itu memang benar.00:02:19
00:02:19
Katanya kalau kita memberi,00:02:21
00:02:21
tubuh kita menghasilkan hormon endorfin
yang membuat kita merasa damai dan puas.00:02:27
00:02:27
Jadi yang pertama: Memberi membuat kita bahagia.00:02:31
00:02:31
Nah, jaminan yang kedua ada di Ibrani 13:16.00:02:36
00:02:38
Ibrani 13:16 mengatakan,00:02:41
00:02:42
”Selain itu, jangan lupa berbuat baik
dan berbagi dengan orang lain,00:02:47
00:02:47
karena Allah senang dengan korban-korban seperti itu.”00:02:51
00:02:51
Jadi, prinsip yang kedua ada hubungannya dengan Yehuwa.00:02:56
00:02:56
Yehuwa senang sewaktu kita murah hati
dan memberi kepada orang lain.00:03:01
00:03:01
Lalu apa balasan Yehuwa?00:03:03
00:03:03
Kita mungkin bisa ingat kata-kata Paulus di Filipi 4:18, 19.00:03:09
00:03:09
Di situ, Paulus memuji sidang Filipi
karena mereka dengan murah hati membantu dia.00:03:14
00:03:14
Karena itu, Paulus mengatakan bahwa00:03:17
00:03:17
Yehuwa akan menyediakan semua kebutuhan mereka.00:03:22
00:03:22
Jadi sewaktu kita memberi,
kita semakin berharga di mata Yehuwa.00:03:27
00:03:27
Dan Dia berjanji akan memenuhi semua kebutuhan kita,
termasuk secara emosi.00:03:33
00:03:33
Nah waktu dengar itu, kita mungkin berpikir,00:03:36
00:03:36
’Memang waktu saya memberi,
saya murah hati, saya bahagia.00:03:40
00:03:40
Tapi kemudian, saya kesepian lagi.00:03:42
00:03:42
Apakah itu berarti prinsip ayat ini tidak berlaku untuk saya?’00:03:46
00:03:46
Tidak.00:03:47
00:03:47
Ingat apa yang Yesus katakan di Matius 6:25, 33?00:03:52
00:03:52
’Jangan khawatir tentang
apa yang akan kita makan atau minum,00:03:55
00:03:55
karena Yehuwa akan menyediakan
semua yang kita butuhkan00:03:59
00:03:59
waktu kita membutuhkannya.’00:04:00
00:04:00
Kita percaya itu.00:04:02
00:04:02
Tapi, apakah itu berarti
kalau kita lapar atau hadapi kesulitan,00:04:07
00:04:07
lalu Yehuwa memberi kita apa yang kita butuhkan,
artinya kita tidak akan lapar lagi?00:04:12
00:04:12
Tentu saja tidak. Kita akan lapar lagi.00:04:15
00:04:15
Jadi pelajarannya, Yehuwa akan memberikan
yang kita perlukan saat kita membutuhkannya.00:04:20
00:04:20
Demikian pula dengan kebutuhan emosi kita.00:04:23
00:04:23
Yehuwa tidak bilang bahwa
kita tidak akan merasa kesepian,00:04:26
00:04:26
atau kita tidak akan pernah merasa tertekan.00:04:29
00:04:29
Tapi, Dia berjanji kalau kita suka memberi dan murah hati,00:04:34
00:04:34
Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan
supaya kita bahagia dan puas.00:04:38
00:04:38
Jadi, ini jaminan yang kedua.00:04:40
00:04:40
Memberi memperkuat hubungan kita dengan Yehuwa,00:04:43
00:04:43
dan Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan.00:04:46
00:04:46
Yang ketiga, kita lihat Lukas 6:38.00:04:51
00:04:51
Melalui prinsip ini, Yehuwa berjanji bahwa
Dia akan memberikan lebih banyak00:04:55
00:04:55
daripada yang kita berikan.00:04:57
00:04:57
Jadi, Lukas 6:38 mengatakan,00:05:00
00:05:01
”Teruslah memberi, dan kalian akan diberi.00:05:04
00:05:04
Orang akan mencurahkan satu takaran penuh
ke dalam kantong jubah kalian,00:05:08
00:05:08
yang dipadatkan, diguncangkan, dan berlimpah.00:05:11
00:05:11
Sebab takaran yang kalian gunakan untuk orang
juga akan digunakan untuk menakar kalian.”00:05:16
00:05:16
Jadi, Yehuwa selalu memastikan
kita mendapat lebih dari yang kita berikan.00:05:21
00:05:21
Dan kita percaya ayat itu.00:05:23
00:05:23
Tapi, kita semua mungkin pernah merasa
kita terus memberi—00:05:27
00:05:27
di sidang, dalam keluarga, atau situasi lainnya.00:05:31
00:05:31
Kita memberi, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa.00:05:34
00:05:34
Jadi bagaimana?
Apakah ayat ini tidak berlaku?00:05:38
00:05:38
Bukan begitu.00:05:39
00:05:39
Yesus tahu hal ini bisa terjadi.00:05:41
00:05:41
Maka perhatikan apa yang dia katakan. 00:05:43
00:05:43
Dia bilang, 00:05:44
00:05:44
’Teruslah memberi,00:05:46
00:05:46
dan orang akan memberi kepada kalian.00:05:49
00:05:49
Orang akan menggunakan takaran yang kalian gunakan.’00:05:52
00:05:52
Nah, ”orang” di sini tidak selalu berarti
orang yang menerima pemberian kita.00:05:56
00:05:57
Apa pelajarannya?00:05:58
00:05:58
Pelajarannya: Yehuwa berjanji kalau kita terus memberi,00:06:02
00:06:02
terus menguatkan saudara-saudari, terus bermurah hati,00:06:06
00:06:06
Yehuwa akan memastikan dengan satu atau lain cara,00:06:09
00:06:09
kita juga mendapatkan berkat, kekuatan,
dan anjuran yang kita butuhkan.00:06:14
00:06:14
Apakah ini memang terbukti?00:06:16
00:06:16
Tentu saja.00:06:18
00:06:18
Ada sebuah pengalaman.00:06:19
00:06:19
Ada seorang saudari, sebut saja namanya Lydia.00:06:22
00:06:23
Dia saudari lajang dan perintis biasa.00:06:25
00:06:25
Seperti kita semua, ada kalanya dia merasa kecil hati.00:06:29
00:06:29
Tapi, Lydia dikenal sebagai saudari yang murah hati
dan suka memberi.00:06:34
00:06:34
Dia suka undang orang-orang ke rumahnya.00:06:37
00:06:37
Dia undang saudara-saudari di kelompok dinasnya
untuk sarapan sebelum pergi dinas,00:06:41
00:06:41
atau dia adakan kegiatan untuk para lansia.00:06:44
00:06:44
Satu hari, Lydia didiagnosis menderita kanker.00:06:47
00:06:48
Dia sangat tertekan.00:06:49
00:06:49
Kemudian, dia harus menjalani operasi.00:06:52
00:06:52
Ini membuat Lydia depresi,00:06:55
00:06:55
sampai-sampai para penatua, saudara-saudari di sidang,
dan teman-temannya khawatir00:07:00
00:07:00
dia tidak akan bisa merasa bahagia lagi.00:07:03
00:07:03
Nah akhirnya, dua penatua menggembalakan dia,00:07:07
00:07:07
dan mereka membacakan Lukas 6:38,
ayat yang kita baca tadi.00:07:11
00:07:11
Mereka ingatkan dia betapa bahagianya dia dulu
karena murah hati dan suka memberi.00:07:17
00:07:17
Dan dia bilang itu benar.00:07:19
00:07:19
Tapi katanya, ”Sekarang saya tidak bisa.00:07:23
00:07:23
Saya merasa tidak nyaman di antara orang-orang.”00:07:26
00:07:26
Jadi, kedua saudara tadi dengan lembut menyarankan
agar Lydia mendoakan hal itu,00:07:31
00:07:31
mencoba lagi, dan lihat hasilnya.00:07:34
00:07:34
Tanpa disangka-sangka, dia lakukan itu.00:07:36
00:07:37
Dan bagaikan awan gelap yang tersingkir,
Lydia yang dulu kembali lagi.00:07:42
00:07:42
Nah, ini sudah bertahun-tahun yang lalu.00:07:44
00:07:44
Sekarang, Lydia kadang-kadang masih merasa kecil hati,
sama seperti kita semua.00:07:49
00:07:49
Tapi, dia kembali melayani Yehuwa
dengan bersemangat dan bahagia.00:07:53
00:07:53
Apa pelajarannya?00:07:54
00:07:54
Ya, sifat murah hati, suka memberi,
bisa mengusir perasaan tertekan dan kesepian.00:08:02
00:08:02
Kalau kita memberi, Yehuwa berjanji
Dia akan membalas kebaikan kita.00:08:07
00:08:07
Ada sebuah kisah yang bagus00:08:09
00:08:09
yang bisa mengingatkan kita00:08:12
00:08:12
bahwa Yehuwa pasti memberi lebih banyak
daripada yang kita berikan.00:08:16
00:08:16
Ini dicatat di 2 Tawarikh pasal 25.00:08:20
00:08:20
Dari ayat 5, di sini kisahnya
menceritakan mengenai Raja Amazia,00:08:25
00:08:25
raja Yehuda, yang waktu itu berumur 25 tahun,
dan dia sedang berperang melawan orang Edom.00:08:31
00:08:31
Di ayat 5 dikatakan bahwa dia
mengumpulkan orang-orang Yehuda,00:08:35
00:08:35
dan dia mendapatkan ”300.000 pejuang terlatih”.00:08:39
00:08:39
Tapi, dia merasa ini masih belum cukup.00:08:41
00:08:41
Jadi, kalau kita perhatikan di ayat 6,00:08:43
00:08:43
’dia menyewa 100.000 pejuang dari Israel
seharga 100 talenta perak’.00:08:49
00:08:49
Dan di ayat 7, ”seorang hamba Allah” menyuruh
agar 100.000 pejuang Israel dipulangkan,00:08:55
00:08:55
”karena Yehuwa tidak menyertai Israel”.00:08:58
00:08:58
Dia mengatakan, ’Pergilah dengan 300.000 pejuangmu,
dan Aku akan menyertaimu.’00:09:03
00:09:03
Nah, kalau kita lihat di awal ayat 9,00:09:06
00:09:06
Raja berkata, ’Bagaimana dengan uang
yang sudah saya bayarkan?’00:09:10
00:09:10
Itu bukan uang yang sedikit.00:09:12
00:09:12
Menurut Lampiran B14 di Alkitab kita,00:09:15
00:09:15
100 talenta perak itu kalau dihitung dengan uang sekarang,00:09:19
00:09:19
nilainya kira-kira 21 miliar rupiah.00:09:22
00:09:22
Jadi, para pejuang ini dibayar mahal, tapi sang nabi
malah menyuruh mereka dipulangkan.00:09:28
00:09:29
Tapi, kata-kata berikutnya yang memberikan jaminan
seperti pembahasan hari ini,00:09:34
00:09:34
perhatikan di bagian akhir ayat 9:00:09:36
00:09:36
”Hamba Allah yang benar itu menjawab,00:09:39
00:09:39
’Yehuwa sanggup memberimu
jauh lebih banyak daripada itu.’”00:09:44
00:09:44
Jangan khawatir.00:09:46
00:09:46
Yehuwa sanggup dan pasti akan memberi kita
lebih banyak daripada yang kita berikan.00:09:52
00:09:52
Jadi seperti yang kita bahas,00:09:54
00:09:54
Yehuwa berjanji kalau kita menunjukkan
sifat murah hati, suka memberi,00:09:59
00:09:59
kita pasti bahagia.00:10:02
00:10:02
Dia menjamin akan menyediakan
semua yang kita butuhkan, termasuk secara emosi.00:10:07
00:10:07
Dan Dia akan menggerakkan orang lain
untuk memberi kepada kita00:10:10
00:10:10
lebih daripada yang kita berikan.00:10:12
00:10:12
Jadi, mari kita bertekad untuk terus memberi,
menunjukkan kemurahan hati.00:10:18
00:10:18
Setiap kali kita melakukannya, kita akan menyingkirkan
semua awan gelap itu,00:10:23
00:10:23
dan kita pasti menerima lebih banyak
daripada yang kita berikan.00:10:28
Robert Luccioni: ”Jangan Lupa Bermurah Hati” (Ibr. 13:2)
-
Robert Luccioni: ”Jangan Lupa Bermurah Hati” (Ibr. 13:2)
Ayat hari ini membahas tentang
suka menerima tamu.
Ini berkaitan dengan sifat
murah hati dan suka memberi.
Di komentar hari ini,
ada sebuah pernyataan penting:
”Kalau kita suka menerima tamu,
kita tidak akan kesepian.”
Apakah Saudara pernah sangat kesepian?
Itu bisa membuat kita tertekan.
Dan bahkan saat kita di tengah banyak orang,
kita bisa merasa kesepian.
Ada penulis bilang,
”Sendirian itu menyenangkan,
tapi kesepian sama sekali tidak.”
Ada juga yang mengatakan,
”Seperti berdiri di tengah hujan, melihat ke langit,
dan yang terlihat hanya awan gelap.”
Seorang saudari menyamakan perasaan kesepian
seperti jatuh ke lubang yang dalam.
Makin dalam, semakin tidak ada harapan.
Jadi, apa yang bisa membantu kita
mengatasi perasaan kesepian,
yang bisa membantu kita seolah-olah keluar
dari lubang yang dalam
dan menyingkirkan awan gelap itu?
Nah, seperti yang ayat harian kita katakan,
sifat murah hati dan suka memberi—
itu yang akan mengusir rasa kesepian.
Apakah ini memang benar?
Mari kita perhatikan tiga prinsip Alkitab
yang membuktikan bahwa ini benar.
Yang pertama ada di Kisah 20:35.
Mari kita buka sama-sama ayatnya.
Jaminan yang pertama—
Kisah 20:35. Dikatakan,
”Dalam segala hal, aku sudah menunjukkan kepada kalian
bahwa dengan bekerja keras seperti ini,
kalian harus membantu orang yang lemah
dan harus mengingat kata-kata Tuan Yesus sendiri, yaitu,
’Lebih bahagia memberi daripada menerima.’”
Jadi prinsip yang pertama adalah
memberi membuat kita bahagia.
Nah, di sini Paulus sedang mengutip kata-kata Yesus.
Dan Yesus tidak mengatakan bahwa kita memberi
saat kita bahagia atau karena kita bahagia.
Dia mengatakan bahwa kita bahagia karena memberi.
Nah ini penting karena kalau kita memberi,
sekalipun saat kita tidak ingin,
kita mendapatkan kebahagiaan.
Riset membuktikan bahwa
apa yang Yesus katakan itu memang benar.
Katanya kalau kita memberi,
tubuh kita menghasilkan hormon endorfin
yang membuat kita merasa damai dan puas.
Jadi yang pertama: Memberi membuat kita bahagia.
Nah, jaminan yang kedua ada di Ibrani 13:16.
Ibrani 13:16 mengatakan,
”Selain itu, jangan lupa berbuat baik
dan berbagi dengan orang lain,
karena Allah senang dengan korban-korban seperti itu.”
Jadi, prinsip yang kedua ada hubungannya dengan Yehuwa.
Yehuwa senang sewaktu kita murah hati
dan memberi kepada orang lain.
Lalu apa balasan Yehuwa?
Kita mungkin bisa ingat kata-kata Paulus di Filipi 4:18, 19.
Di situ, Paulus memuji sidang Filipi
karena mereka dengan murah hati membantu dia.
Karena itu, Paulus mengatakan bahwa
Yehuwa akan menyediakan semua kebutuhan mereka.
Jadi sewaktu kita memberi,
kita semakin berharga di mata Yehuwa.
Dan Dia berjanji akan memenuhi semua kebutuhan kita,
termasuk secara emosi.
Nah waktu dengar itu, kita mungkin berpikir,
’Memang waktu saya memberi,
saya murah hati, saya bahagia.
Tapi kemudian, saya kesepian lagi.
Apakah itu berarti prinsip ayat ini tidak berlaku untuk saya?’
Tidak.
Ingat apa yang Yesus katakan di Matius 6:25, 33?
’Jangan khawatir tentang
apa yang akan kita makan atau minum,
karena Yehuwa akan menyediakan
semua yang kita butuhkan
waktu kita membutuhkannya.’
Kita percaya itu.
Tapi, apakah itu berarti
kalau kita lapar atau hadapi kesulitan,
lalu Yehuwa memberi kita apa yang kita butuhkan,
artinya kita tidak akan lapar lagi?
Tentu saja tidak. Kita akan lapar lagi.
Jadi pelajarannya, Yehuwa akan memberikan
yang kita perlukan saat kita membutuhkannya.
Demikian pula dengan kebutuhan emosi kita.
Yehuwa tidak bilang bahwa
kita tidak akan merasa kesepian,
atau kita tidak akan pernah merasa tertekan.
Tapi, Dia berjanji kalau kita suka memberi dan murah hati,
Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan
supaya kita bahagia dan puas.
Jadi, ini jaminan yang kedua.
Memberi memperkuat hubungan kita dengan Yehuwa,
dan Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan.
Yang ketiga, kita lihat Lukas 6:38.
Melalui prinsip ini, Yehuwa berjanji bahwa
Dia akan memberikan lebih banyak
daripada yang kita berikan.
Jadi, Lukas 6:38 mengatakan,
”Teruslah memberi, dan kalian akan diberi.
Orang akan mencurahkan satu takaran penuh
ke dalam kantong jubah kalian,
yang dipadatkan, diguncangkan, dan berlimpah.
Sebab takaran yang kalian gunakan untuk orang
juga akan digunakan untuk menakar kalian.”
Jadi, Yehuwa selalu memastikan
kita mendapat lebih dari yang kita berikan.
Dan kita percaya ayat itu.
Tapi, kita semua mungkin pernah merasa
kita terus memberi—
di sidang, dalam keluarga, atau situasi lainnya.
Kita memberi, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa.
Jadi bagaimana?
Apakah ayat ini tidak berlaku?
Bukan begitu.
Yesus tahu hal ini bisa terjadi.
Maka perhatikan apa yang dia katakan.
Dia bilang,
’Teruslah memberi,
dan orang akan memberi kepada kalian.
Orang akan menggunakan takaran yang kalian gunakan.’
Nah, ”orang” di sini tidak selalu berarti
orang yang menerima pemberian kita.
Apa pelajarannya?
Pelajarannya: Yehuwa berjanji kalau kita terus memberi,
terus menguatkan saudara-saudari, terus bermurah hati,
Yehuwa akan memastikan dengan satu atau lain cara,
kita juga mendapatkan berkat, kekuatan,
dan anjuran yang kita butuhkan.
Apakah ini memang terbukti?
Tentu saja.
Ada sebuah pengalaman.
Ada seorang saudari, sebut saja namanya Lydia.
Dia saudari lajang dan perintis biasa.
Seperti kita semua, ada kalanya dia merasa kecil hati.
Tapi, Lydia dikenal sebagai saudari yang murah hati
dan suka memberi.
Dia suka undang orang-orang ke rumahnya.
Dia undang saudara-saudari di kelompok dinasnya
untuk sarapan sebelum pergi dinas,
atau dia adakan kegiatan untuk para lansia.
Satu hari, Lydia didiagnosis menderita kanker.
Dia sangat tertekan.
Kemudian, dia harus menjalani operasi.
Ini membuat Lydia depresi,
sampai-sampai para penatua, saudara-saudari di sidang,
dan teman-temannya khawatir
dia tidak akan bisa merasa bahagia lagi.
Nah akhirnya, dua penatua menggembalakan dia,
dan mereka membacakan Lukas 6:38,
ayat yang kita baca tadi.
Mereka ingatkan dia betapa bahagianya dia dulu
karena murah hati dan suka memberi.
Dan dia bilang itu benar.
Tapi katanya, ”Sekarang saya tidak bisa.
Saya merasa tidak nyaman di antara orang-orang.”
Jadi, kedua saudara tadi dengan lembut menyarankan
agar Lydia mendoakan hal itu,
mencoba lagi, dan lihat hasilnya.
Tanpa disangka-sangka, dia lakukan itu.
Dan bagaikan awan gelap yang tersingkir,
Lydia yang dulu kembali lagi.
Nah, ini sudah bertahun-tahun yang lalu.
Sekarang, Lydia kadang-kadang masih merasa kecil hati,
sama seperti kita semua.
Tapi, dia kembali melayani Yehuwa
dengan bersemangat dan bahagia.
Apa pelajarannya?
Ya, sifat murah hati, suka memberi,
bisa mengusir perasaan tertekan dan kesepian.
Kalau kita memberi, Yehuwa berjanji
Dia akan membalas kebaikan kita.
Ada sebuah kisah yang bagus
yang bisa mengingatkan kita
bahwa Yehuwa pasti memberi lebih banyak
daripada yang kita berikan.
Ini dicatat di 2 Tawarikh pasal 25.
Dari ayat 5, di sini kisahnya
menceritakan mengenai Raja Amazia,
raja Yehuda, yang waktu itu berumur 25 tahun,
dan dia sedang berperang melawan orang Edom.
Di ayat 5 dikatakan bahwa dia
mengumpulkan orang-orang Yehuda,
dan dia mendapatkan ”300.000 pejuang terlatih”.
Tapi, dia merasa ini masih belum cukup.
Jadi, kalau kita perhatikan di ayat 6,
’dia menyewa 100.000 pejuang dari Israel
seharga 100 talenta perak’.
Dan di ayat 7, ”seorang hamba Allah” menyuruh
agar 100.000 pejuang Israel dipulangkan,
”karena Yehuwa tidak menyertai Israel”.
Dia mengatakan, ’Pergilah dengan 300.000 pejuangmu,
dan Aku akan menyertaimu.’
Nah, kalau kita lihat di awal ayat 9,
Raja berkata, ’Bagaimana dengan uang
yang sudah saya bayarkan?’
Itu bukan uang yang sedikit.
Menurut Lampiran B14 di Alkitab kita,
100 talenta perak itu kalau dihitung dengan uang sekarang,
nilainya kira-kira 21 miliar rupiah.
Jadi, para pejuang ini dibayar mahal, tapi sang nabi
malah menyuruh mereka dipulangkan.
Tapi, kata-kata berikutnya yang memberikan jaminan
seperti pembahasan hari ini,
perhatikan di bagian akhir ayat 9:
”Hamba Allah yang benar itu menjawab,
’Yehuwa sanggup memberimu
jauh lebih banyak daripada itu.’”
Jangan khawatir.
Yehuwa sanggup dan pasti akan memberi kita
lebih banyak daripada yang kita berikan.
Jadi seperti yang kita bahas,
Yehuwa berjanji kalau kita menunjukkan
sifat murah hati, suka memberi,
kita pasti bahagia.
Dia menjamin akan menyediakan
semua yang kita butuhkan, termasuk secara emosi.
Dan Dia akan menggerakkan orang lain
untuk memberi kepada kita
lebih daripada yang kita berikan.
Jadi, mari kita bertekad untuk terus memberi,
menunjukkan kemurahan hati.
Setiap kali kita melakukannya, kita akan menyingkirkan
semua awan gelap itu,
dan kita pasti menerima lebih banyak
daripada yang kita berikan.
-