00:00:00
Pada tahun 1960-an, Afrika Selatan mulai semakin
terlibat dalam perang dengan negara-negara tetangga.00:00:07
00:00:07
Waktu itu, pemerintah mewajibkan
saudara-saudara muda untuk ikut dalam dinas militer.00:00:12
00:00:12
Tapi karena memilih untuk tetap
netral, mereka dipenjarakan.00:00:15
00:00:16
Awalnya, waktu saudara-saudara masuk penjara militer,00:00:19
00:00:19
mereka diharuskan memakai seragam tentara.00:00:22
00:00:22
Tapi jelas, mereka tidak mau.00:00:24
00:00:25
Mereka merasa dengan pakai seragam itu,
mereka akan terlihat seperti tentara,00:00:29
00:00:29
dan mereka tidak mau orang berpikir begitu.00:00:31
00:00:31
Jadi, mereka pakai pakaian berwarna biru sehingga
mereka dikenal sebagai Blue Boys atau Anak-Anak Biru.00:00:37
00:00:37
Semua orang tahu kalau Blue Boys adalah Saksi-Saksi Yehuwa.00:00:41
00:00:41
Waktu awal-awal dipenjarakan, para saudara itu
ditahan di sel-sel yang dikhususkan untuk satu orang.00:00:47
00:00:47
Akibatnya, mereka jadi
sulit berkumpul untuk beribadah.00:00:50
00:00:50
Nah, salah satu yang dipenjarakan
waktu itu adalah David Carikas.00:00:53
00:00:53
Baru-baru ini saya dan David ketemu, lalu
kami ngobrol tentang masa-masa di penjara dulu.00:00:58
00:00:58
Waktu kami dipenjarakan dulu,
kami tidak diperbolehkan mengobrol sama sekali.00:01:03
00:01:03
Waktu itu, kami masing-masing ada di sel terpisah.00:01:06
00:01:06
Dan memang, pemerintah berupaya membuat
para Saksi tidak setia kepada Allah.00:01:11
00:01:11
Waktu itu, total ada 64 sel, 32 sel di setiap sisi.00:01:16
00:01:16
Dulu, kami biasanya akan mengikatkan
kain ke jeruji pintu penjara supaya kami bisa duduk.00:01:23
00:01:23
Lalu saat situasinya sudah sepi,
kami akan adakan perhimpunan.00:01:28
00:01:28
Acaranya beragam, misalnya khotbah
umum dan Sekolah Pelayanan Teokratis.00:01:32
00:01:32
Waktu itu, kami bicaranya tidak terlalu keras,
yang penting terdengar oleh satu sama lain.00:01:37
00:01:38
Para saudara yang dipenjarakan sepuluh tahun
lebih dulu daripada saya sangat membantu kami.00:01:43
00:01:43
Mereka memberikan contoh yang bagus untuk kami.00:01:46
00:01:46
Waktu mereka keluar penjara,
iman mereka sangat kuat.00:01:49
00:01:49
Mereka sangat bahagia,00:01:51
00:01:51
dan itu benar-benar menguatkan
saudara-saudara muda seperti saya,00:01:54
00:01:54
yang waktu itu akan dipenjarakan.00:01:57
00:01:57
Ya, situasinya agak beda waktu saya di penjara dulu.00:02:00
00:02:00
Memang, penjaranya sama, tapi
di akhir pekan kami dikasih kebebasan.00:02:06
00:02:06
Kami boleh melakukan apa yang kami inginkan.00:02:08
00:02:08
Jadi, biasanya kami akan ambil kursi
atau balikkan ember dan duduk di atasnya.00:02:13
00:02:13
Kami duduk berbaris seperti ini, lalu kami
adakan perhimpunan, termasuk nyanyian.00:02:17
00:02:17
Beberapa saudara bahkan
membuat alat musik mereka sendiri.00:02:20
00:02:20
Jadi waktu itu, para petugas penjara sudah
terbiasa mendengar kami menyanyikan lagu Kerajaan.00:02:26
00:02:26
”Yehuwalah Gembalaku; apa yang kukuatirkan?”00:02:38
00:02:38
Lalu, kalau kami cukup hati-hati di akhir pekan,00:02:41
00:02:41
kami bisa dapat bahan untuk kebaktian wilayah dan
kebaktian distrik dari saudara-saudara di luar penjara.00:02:47
00:02:47
Wah!00:02:47
00:02:47
Ya, kami jadi bisa kebaktian.00:02:49
00:02:50
Nah, lalu yang ini foto kostum
drama yang dipakai waktu itu.00:02:55
00:02:55
Kami biasanya adakan dramanya jam
enam pagi supaya risiko ketahuannya kecil.00:03:00
00:03:00
Saudara-saudara senang sekali bisa
memeragakan kisah-kisah di Alkitab.00:03:05
00:03:05
Ya, waktu itu kami sangat hati-hati
supaya tidak ketahuan petugas penjara.00:03:09
00:03:09
Luar biasa, ya, melihat bagaimana Yehuwa
memastikan makanan rohani tetap tersedia,00:03:14
00:03:14
bahkan saat kita di penjara.00:03:16
00:03:16
Ya.00:03:17
00:03:17
Acara perhimpunan kita sangat penting.00:03:20
00:03:20
Tidak soal disetujui pemerintah atau
tidak, kita tidak mau berhenti berhimpun.00:03:24
00:03:25
Betul. 00:03:26
00:03:26
Kami bisa bertekun karena kami
masih bisa menikmati makanan rohani,00:03:30
00:03:30
kami saling mengasihi dan saling menguatkan.00:03:33
00:03:33
Jadi, saudara-saudara berupaya keras
supaya perhimpunan bisa terus diadakan.00:03:37
00:03:37
Contohnya, waktu acara Peringatan.00:03:40
00:03:40
Waktu di penjara, kami bilang ke para petugas00:03:43
00:03:43
”Tolong izinkan kami mengadakan acara Peringatan.”00:03:46
00:03:46
Tapi, mereka bilang tidak bisa.00:03:48
00:03:48
Jadi, kami sudah siap-siap untuk
mengadakan acaranya diam-diam,00:03:52
00:03:52
tapi kami terus coba minta izin.00:03:54
00:03:54
Nah, akhirnya di hari Peringatan, itu Selasa sore,00:03:58
00:03:58
tiba-tiba mereka izinkan kami keluar
dari sel lalu menyuruh kami mandi,00:04:02
00:04:02
padahal biasanya itu bukan jam kami mandi.00:04:04
00:04:04
Hari itu mereka bilang,
”Siap-siaplah untuk acara kalian malam ini.”00:04:08
00:04:08
Oh ya?00:04:09
00:04:09
Lalu kira-kira jam tujuh malam, kami
mengadakan acara Peringatan di sebuah ruangan.00:04:13
00:04:13
Waktu itu, ada sekitar 125 saudara.00:04:17
00:04:17
Waktu kami semua mulai
bernyanyi, suaranya sangat keras,00:04:20
00:04:20
dan hampir semuanya menangis.00:04:22
00:04:22
Setelah acaranya selesai, kami keluar.00:04:25
00:04:25
Dan saya ingat, bulan purnamanya sangat terang,00:04:28
00:04:29
persis di atas markas pusat militer Afrika Selatan.00:04:32
00:04:32
Itu seperti kemenangan.00:04:35
00:04:35
Kalau Yehuwa memang mau
kita mengadakan acara Peringatan,00:04:38
00:04:38
tidak ada yang bisa menghentikannya.00:04:40
00:04:40
Itu acara Peringatan yang
paling berkesan dalam hidup saya.00:04:43
00:04:43
Ya, saya bisa bayangkan.00:04:45
00:04:45
Bisa berhimpun di penjara itu membuat saya sadar
bahwa kehormatan untuk berkumpul bersama00:04:51
00:04:51
bukan hanya hadiah kita untuk Yehuwa,
tapi lebih ke hadiah Yehuwa untuk kita.00:04:55
00:04:55
Iya.00:04:56
00:04:56
Dan itu yang membuat saudara-saudari semakin akrab. 00:04:59
00:04:59
Betul.00:05:00
00:05:00
Kita sangat butuh perhimpunan.00:05:02
00:05:02
Itu yang membuat iman kita semakin kuat. 00:05:05
00:05:05
Khususnya sejak saya di penjara dulu,00:05:07
00:05:07
saya mulai menganggap perhimpunan
sebagai hadiah yang sangat berharga.00:05:11
00:05:11
Kita tidak mau melewatkan perhimpunan
dan sebisa mungkin mau hadir secara fisik.00:05:15
00:05:15
Waktu dengar saudara-saudari
menceritakan tentang iman mereka00:05:19
00:05:19
atau waktu kita sendiri yang
berbicara tentang iman kita, 00:05:22
00:05:22
itu adalah kesempatan yang
berharga untuk saling menguatkan.00:05:26
00:05:26
Kita bukan hanya sekelompok
orang yang belajar hal yang sama.00:05:29
00:05:29
Kita keluarga rohani.00:05:31
00:05:31
Dan Yehuwa tahu kita, umat-Nya, perlu
semakin akrab dan saling menguatkan,00:05:35
00:05:35
terutama karena, seperti yang
Paulus bilang, ”hari itu semakin dekat”.00:05:39
Blue Boys Sangat Menghargai Pertemuan Rohani
-
Blue Boys Sangat Menghargai Pertemuan Rohani
Pada tahun 1960-an, Afrika Selatan mulai semakin
terlibat dalam perang dengan negara-negara tetangga.
Waktu itu, pemerintah mewajibkan
saudara-saudara muda untuk ikut dalam dinas militer.
Tapi karena memilih untuk tetap
netral, mereka dipenjarakan.
Awalnya, waktu saudara-saudara masuk penjara militer,
mereka diharuskan memakai seragam tentara.
Tapi jelas, mereka tidak mau.
Mereka merasa dengan pakai seragam itu,
mereka akan terlihat seperti tentara,
dan mereka tidak mau orang berpikir begitu.
Jadi, mereka pakai pakaian berwarna biru sehingga
mereka dikenal sebagai <i>Blue Boys</i> atau Anak-Anak Biru.
Semua orang tahu kalau
<i>Blue Boys</i> adalah Saksi-Saksi Yehuwa.
Waktu awal-awal dipenjarakan, para saudara itu
ditahan di sel-sel yang dikhususkan untuk satu orang.
Akibatnya, mereka jadi
sulit berkumpul untuk beribadah.
Nah, salah satu yang dipenjarakan
waktu itu adalah David Carikas.
Baru-baru ini saya dan David ketemu, lalu
kami ngobrol tentang masa-masa di penjara dulu.
Waktu kami dipenjarakan dulu,
kami tidak diperbolehkan mengobrol sama sekali.
Waktu itu, kami masing-masing ada di sel terpisah.
Dan memang, pemerintah berupaya membuat
para Saksi tidak setia kepada Allah.
Waktu itu, total ada 64 sel, 32 sel di setiap sisi.
Dulu, kami biasanya akan mengikatkan
kain ke jeruji pintu penjara supaya kami bisa duduk.
Lalu saat situasinya sudah sepi,
kami akan adakan perhimpunan.
Acaranya beragam, misalnya khotbah
umum dan Sekolah Pelayanan Teokratis.
Waktu itu, kami bicaranya tidak terlalu keras,
yang penting terdengar oleh satu sama lain.
Para saudara yang dipenjarakan sepuluh tahun
lebih dulu daripada saya sangat membantu kami.
Mereka memberikan contoh yang bagus untuk kami.
Waktu mereka keluar penjara,
iman mereka sangat kuat.
Mereka sangat bahagia,
dan itu benar-benar menguatkan
saudara-saudara muda seperti saya,
yang waktu itu akan dipenjarakan.
Ya, situasinya agak beda waktu saya di penjara dulu.
Memang, penjaranya sama, tapi
di akhir pekan kami dikasih kebebasan.
Kami boleh melakukan apa yang kami inginkan.
Jadi, biasanya kami akan ambil kursi
atau balikkan ember dan duduk di atasnya.
Kami duduk berbaris seperti ini, lalu kami
adakan perhimpunan, termasuk nyanyian.
Beberapa saudara bahkan
membuat alat musik mereka sendiri.
Jadi waktu itu, para petugas penjara sudah
terbiasa mendengar kami menyanyikan lagu Kerajaan.
”Yehuwalah Gembalaku; apa yang kukuatirkan?”
Lalu, kalau kami cukup hati-hati di akhir pekan,
kami bisa dapat bahan untuk kebaktian wilayah dan
kebaktian distrik dari saudara-saudara di luar penjara.
Wah!
Ya, kami jadi bisa kebaktian.
Nah, lalu yang ini foto kostum
drama yang dipakai waktu itu.
Kami biasanya adakan dramanya jam
enam pagi supaya risiko ketahuannya kecil.
Saudara-saudara senang sekali bisa
memeragakan kisah-kisah di Alkitab.
Ya, waktu itu kami sangat hati-hati
supaya tidak ketahuan petugas penjara.
Luar biasa, ya, melihat bagaimana Yehuwa
memastikan makanan rohani tetap tersedia,
bahkan saat kita di penjara.
Ya.
Acara perhimpunan kita sangat penting.
Tidak soal disetujui pemerintah atau
tidak, kita tidak mau berhenti berhimpun.
Betul.
Kami bisa bertekun karena kami
masih bisa menikmati makanan rohani,
kami saling mengasihi dan saling menguatkan.
Jadi, saudara-saudara berupaya keras
supaya perhimpunan bisa terus diadakan.
Contohnya, waktu acara Peringatan.
Waktu di penjara, kami bilang ke para petugas
”Tolong izinkan kami mengadakan acara Peringatan.”
Tapi, mereka bilang tidak bisa.
Jadi, kami sudah siap-siap untuk
mengadakan acaranya diam-diam,
tapi kami terus coba minta izin.
Nah, akhirnya di hari Peringatan, itu Selasa sore,
tiba-tiba mereka izinkan kami keluar
dari sel lalu menyuruh kami mandi,
padahal biasanya itu bukan jam kami mandi.
Hari itu mereka bilang,
”Siap-siaplah untuk acara kalian malam ini.”
Oh ya?
Lalu kira-kira jam tujuh malam, kami
mengadakan acara Peringatan di sebuah ruangan.
Waktu itu, ada sekitar 125 saudara.
Waktu kami semua mulai
bernyanyi, suaranya sangat keras,
dan hampir semuanya menangis.
Setelah acaranya selesai, kami keluar.
Dan saya ingat, bulan purnamanya sangat terang,
persis di atas markas pusat militer Afrika Selatan.
Itu seperti kemenangan.
Kalau Yehuwa memang mau
kita mengadakan acara Peringatan,
tidak ada yang bisa menghentikannya.
Itu acara Peringatan yang
paling berkesan dalam hidup saya.
Ya, saya bisa bayangkan.
Bisa berhimpun di penjara itu membuat saya sadar
bahwa kehormatan untuk berkumpul bersama
bukan hanya hadiah kita untuk Yehuwa,
tapi lebih ke hadiah Yehuwa untuk kita.
Iya.
Dan itu yang membuat saudara-saudari semakin akrab.
Betul.
Kita sangat butuh perhimpunan.
Itu yang membuat iman kita semakin kuat.
Khususnya sejak saya di penjara dulu,
saya mulai menganggap perhimpunan
sebagai hadiah yang sangat berharga.
Kita tidak mau melewatkan perhimpunan
dan sebisa mungkin mau hadir secara fisik.
Waktu dengar saudara-saudari
menceritakan tentang iman mereka
atau waktu kita sendiri yang
berbicara tentang iman kita,
itu adalah kesempatan yang
berharga untuk saling menguatkan.
Kita bukan hanya sekelompok
orang yang belajar hal yang sama.
Kita keluarga rohani.
Dan Yehuwa tahu kita, umat-Nya, perlu
semakin akrab dan saling menguatkan,
terutama karena, seperti yang
Paulus bilang, ”hari itu semakin dekat”.
-