00:00:04
Hei! Hei! 00:00:06
00:00:17
Halo!
Mau kami bantu? 00:00:18
00:00:18
Oh boleh, makasih!
Kenapa diangkat sendiri? 00:00:21
00:00:21
Ahh! 00:00:23
00:00:41
Sayang! Sayang? Sayang?
Kamu kenapa? Sayang? 00:00:46
00:00:46
Ben, kamu kenapa?
Sayang, jawab sayang. 00:00:47
00:00:47
Sepertinya kita perlu . . .
Dia enggak bisa bicara! 00:00:50
00:00:50
Dia enggak bisa bicara! 00:00:53
00:00:57
Dia enggak bisa apa-apa. Kita sudah di mana?
Sekarang dia cuma diam saja. 00:01:00
00:01:00
Kita masih jauh sekali.
Kami lagi di perjalanan ke rumah sakit! 00:01:02
00:01:02
Enggak ada apa-apa! Dia tiba-tiba jatuh!
Apa dia . . . 00:01:04
00:01:04
Pak Ben? 00:01:05
00:01:29
Ahh! 00:01:29
00:01:29
Oh! Enggak apa-apa! Cuma gelas,
cuma gelas, Sayang. Enggak masalah. Enggak masalah. 00:01:35
00:01:35
Setelah stroke, setiap hari rasanya saya diingatkan
bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa. 00:01:42
00:01:42
Saya berharap Yehuwa sembuhkan saya. 00:01:45
00:01:46
Roni bilang dia punya masalah kesehatan bertahun-tahun. 00:01:50
00:01:50
Jadi saya tanya dia bagaimana dia bisa tetap bertahan. 00:01:55
00:01:55
Dia ingat ayat favoritnya, 1 Tesalonika 5:17. 00:02:00
00:02:02
Dia bilang, ”Yehuwa ada bersama kita di saat senang, 00:02:07
00:02:07
dan Dia juga terus bersama kita di saat susah.” 00:02:11
00:02:13
Roni selalu berdoa tentang kesulitannya,
yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh Yehuwa. 00:02:20
00:02:20
Terima kasih, ya. 00:02:22
00:02:22
Doa selalu membuatnya kuat. 00:02:25
00:02:53
”Berdoalah terus.” 00:03:04
Kita Harus ”Berlari dengan Tekun”—Yakinlah Akan Memperoleh Hadiah
-
Kita Harus ”Berlari dengan Tekun”—Yakinlah Akan Memperoleh Hadiah
Hei! Hei!
Halo!
Mau kami bantu?
Oh boleh, makasih!
Kenapa diangkat sendiri?
Ahh!
Sayang! Sayang? Sayang?
Kamu kenapa? Sayang?
Ben, kamu kenapa?
Sayang, jawab sayang.
Sepertinya kita perlu . . .
Dia enggak bisa bicara!
Dia enggak bisa bicara!
Dia enggak bisa apa-apa. Kita sudah di mana?
Sekarang dia cuma diam saja.
Kita masih jauh sekali.
Kami lagi di perjalanan ke rumah sakit!
Enggak ada apa-apa! Dia tiba-tiba jatuh!
Apa dia . . .
Pak Ben?
Ahh!
Oh! Enggak apa-apa! Cuma gelas,
cuma gelas, Sayang. Enggak masalah. Enggak masalah.
Setelah stroke, setiap hari rasanya saya diingatkan
bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa.
Saya berharap Yehuwa sembuhkan saya.
Roni bilang dia punya masalah kesehatan bertahun-tahun.
Jadi saya tanya dia bagaimana dia bisa tetap bertahan.
Dia ingat ayat favoritnya, 1 Tesalonika 5:17.
Dia bilang, ”Yehuwa ada bersama kita di saat senang,
dan Dia juga terus bersama kita di saat susah.”
Roni selalu berdoa tentang kesulitannya,
yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh Yehuwa.
Terima kasih, ya.
Doa selalu membuatnya kuat.
”Berdoalah terus.”
-