JW subtitle extractor

Belajar Keberanian dari Ciptaan

Video Other languages Share text Share link Show times

Singa cocok disebut sebagai binatang yang berani.
Singa adalah kucing besar dari Afrika.
Berat singa jantan dewasa bisa mencapai 230 kilogram.
Singa betina lebih kecil, tapi beratnya
bisa mencapai 180 kilogram.
Singa bisa memangsa binatang
yang sangat besar seperti kerbau dan kuda nil!
Singa adalah satu-satunya
kucing yang hidup dalam kelompok.
Setiap kelompok biasanya terdiri dari singa-singa betina,
anak-anak singa, dan beberapa singa jantan dewasa.
Singa dewasa yang sehat
tidak akan menjadi mangsa hewan lain.
Tapi, yang bisa menyerang dia justru sesama singa.
Sekelompok singa tidak bisa berbagi wilayah
dengan kelompok singa lain.
Mereka bisa saling menyerang dan membunuh
untuk memperebutkan wilayah perburuan.
Anak singa menghadapi bahaya lain.
Sewaktu beberapa singa jantan
menyerang suatu kelompok,
mereka akan berusaha mengusir singa-singa jantan
dari kelompok itu dan mengambil alih kawanannya.
Lalu, anak-anak singa akan dibunuh sehingga
singa-singa jantan tadi bisa punya anak-anak sendiri.
Anak singa tidak bisa melindungi diri sendiri.
Tapi, singa jantan dan betina akan benar-benar
berusaha melindungi anak-anak dan seluruh kawanan mereka.
Demi melindungi anak-anaknya, singa betina tidak takut
menghadapi singa jantan yang lebih besar,
meski dia mungkin akan terluka atau mati.
Supaya lebih kuat, beberapa singa betina akan
bersama-sama melindungi anak singa.
Pada zaman dulu, kuda sering digunakan
dalam peperangan.
Kuda yang cepat adalah senjata yang ampuh.
Melihat pasukan berkuda atau kereta perang saja
bisa membuat musuh ketakutan.
Tapi agar bisa digunakan dalam perang,
kuda perlu dilatih.
Secara naluri, kuda bukan hewan yang berani.
Maka jika tidak dilatih, kuda tidak ada gunanya
dalam perang.
Kenapa?
Kuda punya penglihatan dan pendengaran yang tajam.
Jadi, mereka mudah terkejut.
Kuda bisa melihat hampir semua
yang ada di sekelilingnya.
Di medan perang zaman dulu, ada banyak hal
yang bisa membuat kuda takut.
Itulah kenapa kuda perang dipasangi kacamata kuda.
Ada 16 otot yang mengendalikan setiap telinga kuda.
Jadi kuda bisa menggerakkan telinganya
agar bisa lebih jelas menangkap suara.
Kuda bisa mendengar bahaya
sebelum manusia mendengarnya.
Kuda-kuda yang ketakutan
bisa mengakibatkan kekalahan dalam perang.
Itulah sebabnya musuh berupaya menakut-nakuti
kuda lawannya untuk menimbulkan kekacauan.
Bagaimana caranya kuda dilatih untuk berperang?
Kuda dilatih untuk melihat dan mendengar hal-hal
yang biasanya ada di medan perang.
Lama-lama, kuda pun jadi berani.
Kuda yang terlatih tidak akan kabur saat perang,
tapi dengan berani akan berlari kencang ke arah musuh.
Di daerah Asia Selatan, ada satu mamalia yang kecil
tapi sangat berani.
Itu adalah musang abu-abu India.
Kalau diukur dari kepala sampai ekor, binatang berbulu ini
biasanya hanya berukuran kurang dari satu meter.
Meski berukuran kecil, musang ini adalah
pemangsa yang berani.
Musang ini suka makan binatang kecil lainnya,
tapi dia khususnya terkenal sebagai
pemangsa ular berbisa, seperti ular kobra.
Beberapa jenis musang, termasuk musang abu-abu India,
terkenal karena mampu membunuh ular berbisa.
Bagaimana musang ini melindungi diri
saat bertarung melawan ular berbisa?
Musang abu-abu India memiliki bulu tebal yang dapat
mengeras saat dia merasa terancam atau marah.
Bulu musang menjadi lapisan pelindung
sehingga ular tidak bisa menggigit dagingnya.
Kalaupun tergigit, musang punya kemampuan lain
untuk melindungi dirinya.
Musang kebal terhadap bisa ular.
Musang sangat gesit dan lincah.
Saat ular menyerang, musang dapat menghindar
dengan cepat agar tidak tergigit.
Stamina musang sangat luar biasa.
Musang bisa kuat bertarung sampai ular kehabisan tenaga.
Saat musang siap menghabisi ular,
musang akan menyerang persis di kepala ular.
Musang diberi kesanggupan untuk bertahan dan menyerang
sehingga dia bisa berani mengalahkan ular.
Burung kolibri adalah
salah satu burung terkecil di dunia,
dan hanya bisa ditemukan di Amerika Utara dan Selatan.
Ada lebih dari 300 jenis burung kolibri.
Ukurannya bervariasi, tapi kebanyakan panjangnya
6 hingga 12 sentimeter.
Kepakan sayapnya sangat cepat
sampai-sampai sayapnya hampir tidak kelihatan.
Kepakannya begitu kencang sehingga
menimbulkan suara berdengung.
Semakin kecil ukuran burung ini,
semakin cepat kepakan sayapnya.
Kolibri yang lebih besar mengepakkan sayapnya
sekitar 10 hingga 20 kali per detik.
Kolibri yang lebih kecil biasanya
70 hingga 80 kali per detik.
Kolibri bisa terbang maju, mundur,
menyamping,
ke atas, ke bawah,
dan bahkan terbang terbalik, walaupun hanya sebentar.
Mereka bisa terbang di tempat
sambil mengisap nektar bunga.
Tapi, burung mungil yang indah ini tidak penakut.
Mereka akan dengan berani melindungi sumber nektar
dan berupaya mengusir kolibri lain
yang menyerang daerah kekuasaan mereka.
Kolibri betina melindungi sarangnya.
Saat musim kawin, kolibri jantan umumnya berupaya
melindungi daerah tempat mereka berkembang biak.
Karena sangat gesit, kolibri bisa mengusir burung
yang jauh lebih besar, seperti burung gagak dan elang.
Kolibri bahkan bisa menukik untuk menyerang manusia.
Meski kecil, kolibri siap melindungi diri sendiri serta
hal-hal yang penting untuk bisa bertahan hidup.
Kita pasti takjub saat melihat sekawanan gajah Afrika.
Satu kawanan terdiri dari beberapa gajah betina dewasa
yang berkerabat dan anak-anaknya.
Kawanan gajah punya ikatan keluarga
yang akrab dan mereka saling mendukung.
Ingatan gajah sangat kuat,
dan ini mempererat hubungan mereka.
Sekalipun sudah lama terpisah,
mereka masih mengingat satu sama lain.
Saat gajah kecil sedang susah,
gajah dewasa akan menenangkan gajah kecil itu dengan
datang mendekat lalu membelainya dengan belalainya.
Kalau ada yang lemah dan terluka, gajah lain
akan berusaha membantunya berdiri lagi.
Gajah yang masih kecil belajar caranya
bertahan hidup dari gajah dewasa,
termasuk caranya mencari makanan dan air.
Saat musim kering, mereka mungkin harus menempuh
perjalanan yang jauh untuk mendapatkan air.
Gajah dewasa memimpin kawanan dan
membantu gajah kecil selama perjalanan itu.
Bagaimana gajah bisa mengetahui lokasi sumber air?
Meski sudah tua, gajah masih bisa mengingat
di mana sumber air berada,
bahkan jika itu ratusan kilometer jauhnya.
Lalu, lokasi itu pun akan diingat
oleh gajah-gajah yang lebih muda.
Kawanan gajah juga saling melindungi
jika ada pemangsa.
Seekor gajah bisa melawan musuh
dengan menggunakan gading, belalai,
atau kakinya sebagai senjata.
Untuk melindungi anak-anak gajah, gajah dewasa
akan berdiri di depan menghadap si pemangsa.
Jika ada anggota kawanan yang terluka parah,
gajah yang lain, termasuk yang masih muda,
akan berani melindunginya.