00:00:01
Mari kita bahas konteks dari ayat hari ini,00:00:05
00:00:05
dan dari situ kita bisa dapat satu prinsip yang penting.00:00:10
00:00:10
Nah untuk tahu konteksnya,
mari kita baca sama-sama00:00:14
00:00:14
1 Raja-Raja 2:1. 00:00:19
00:00:19
1 Raja-Raja 2:1. Dikatakan,00:00:24
00:00:24
”Daud sudah hampir meninggal,
dan dia berpesan kepada Salomo anaknya.”00:00:29
00:00:29
Itu berarti kata-kata Daud di ayat 2,
yang adalah ayat hari ini,00:00:34
00:00:34
adalah kata-kata terakhirnya kepada Salomo.00:00:37
00:00:37
Daud bilang, ”Kamu harus kuat dan berani.”00:00:42
00:00:42
Nah, di ayat yang ke-3, kita bisa dapat satu prinsip yang penting.00:00:47
00:00:47
Di situ Daud bilang,00:00:49
00:00:49
”Jalankan kewajibanmu kepada Yehuwa Allahmu00:00:53
00:00:53
dengan mengikuti jalan-Nya
dan menaati ketetapan-Nya.”00:00:57
00:00:57
Kita baca sampai di situ ya.00:00:59
00:00:59
Kalau kita mau menyimpulkan kata-kata Daud
dengan satu kata saja, apa itu?00:01:06
00:01:06
Ketaatan.00:01:07
00:01:08
Kalau Salomo taat, apa yang akan dia dapatkan?00:01:11
00:01:11
Apa hasilnya?00:01:13
00:01:13
Di bagian akhir dari ayat 3,
Daud menunjukkan apa hasil dari ketaatan.00:01:19
00:01:19
Daud bilang,00:01:21
00:01:21
”Supaya kamu selalu berhasil
ke mana pun kamu pergi.”00:01:27
00:01:27
Bagus ya.00:01:28
00:01:28
Jadi ini prinsip pentingnya:
Kalau kita taat, kita pasti akan berhasil.00:01:34
00:01:34
Dan itulah yang dialami Salomo.00:01:37
00:01:37
Selama dia menaati Yehuwa,
semua yang dia lakukan berhasil.00:01:41
00:01:42
Sekarang, mari kita bahas teladan Nabi Daniel.00:01:46
00:01:46
Daniel berupaya menjalankan
prinsip itu dalam kehidupannya,00:01:50
00:01:50
dan dia merasakan sendiri
bahwa prinsip itu memang benar.00:01:55
00:01:55
Kita akan bahas kisah di Daniel pasal 1.00:01:58
00:01:58
Konteksnya, waktu itu,
Daniel baru tiba sebagai tawanan di Babilon.00:02:03
00:02:04
Dan nanti kita akan lihat bagaimana
Panitia Penghubung Rumah Sakit di seluruh dunia00:02:09
00:02:10
juga meniru hal-hal yang Daniel lakukan.00:02:13
00:02:14
Daniel 1:8 menunjukkan bahwa Daniel
bertekad untuk selalu menaati Yehuwa.00:02:23
00:02:23
Ayat itu mengatakan,00:02:25
00:02:25
”Tapi Daniel bertekad dalam hatinya untuk
tidak makan makanan Raja yang enak-enak.”00:02:32
00:02:33
Kenapa?00:02:34
00:02:35
Di ayat tadi dikatakan,
”Di antaranya ada yang haram.”00:02:39
00:02:39
Mungkin, sebagian makanan itu masih ada darahnya.00:02:42
00:02:42
Daniel mau selalu menaati hukum Allah tentang darah.00:02:47
00:02:47
Kita juga bertekad untuk selalu
menaati hukum Allah tentang darah.00:02:52
00:02:52
Nah, Daniel sadar dia butuh
bantuan supaya bisa tetap taat.00:02:57
00:02:58
Jadi, apa yang dia lakukan?00:03:00
00:03:00
Ayat tadi melanjutkan, ”Maka dia meminta izin kepada pejabat itu untuk tidak memakannya, supaya dia tidak menjadi najis.”00:03:08
00:03:08
Sama seperti itu, supaya kita bisa terus
menaati hukum Allah tentang darah,00:03:13
00:03:13
kita juga butuh bantuan dari para dokter yang terampil00:03:17
00:03:17
dan mau merespek pandangan kita tentang darah. 00:03:20
00:03:20
Nah, ayat tadi bilang, Daniel
”meminta izin kepada pejabat itu”.00:03:24
00:03:24
Apakah dia hanya minta satu kali?00:03:27
00:03:27
Menarik, terjemahan bi12 bilang bahwa
Daniel ”terus memohon”.00:03:32
00:03:32
Sama seperti itu,00:03:34
00:03:34
PPRS terus berupaya untuk mencari para dokter
yang mau memberikan perawatan tanpa darah.00:03:41
00:03:42
Dan upaya mereka itu sering kali berhasil. 00:03:45
00:03:45
Upaya Daniel juga berhasil.00:03:48
00:03:48
Kita tahu itu karena di ayat 9 dikatakan,00:03:51
00:03:51
”Allah yang benar membuat pejabat itu berbaik hati
dan merasa kasihan kepada Daniel.”00:03:59
00:04:00
Nah, hasil baik apa saja yang didapatkan00:04:03
00:04:03
karena upaya dan kerja keras PPRS
selama bertahun-tahun?00:04:07
00:04:08
Sekarang ini, ada lebih dari
100.000 dokter di seluruh dunia00:04:12
00:04:12
yang mau merawat pasien Saksi-Saksi Yehuwa
tanpa menggunakan transfusi darah.00:04:18
00:04:18
Tapi dalam kisah Daniel, pejabat tadi berubah pikiran.00:04:22
00:04:22
Ayat 10: ”Pejabat itu berkata kepada Daniel,00:04:25
00:04:25
’Saya takut pada Raja.’”00:04:27
00:04:27
Sama seperti itu, dokter yang tadinya
mau bekerja sama juga bisa berubah pikiran.00:04:33
00:04:33
Kadang, mereka mungkin jadi ragu
untuk menangani pasien Saksi.00:04:37
00:04:37
Kenapa?00:04:38
00:04:38
Bisa jadi, mereka kurang berpengalaman,
tidak punya peralatan yang memadai,00:04:43
00:04:43
atau mungkin mereka hanya mau
mengikuti peraturan rumah sakit.00:04:47
00:04:47
Itu mirip dengan pejabat tadi yang bilang,
”Saya takut pada Raja.”00:04:52
00:04:52
Tapi, apakah Daniel menyerah dan berpikir,
’Yehuwa, saya sudah berupaya untuk taat.00:04:58
00:04:58
Tapi mau gimana lagi?’00:05:00
00:05:00
Tidak ya.00:05:01
00:05:02
Di ayat 11 dikatakan bahwa Daniel
berupaya bicara kepada orang lain lagi,00:05:07
00:05:07
yaitu ”orang yang ditugasi oleh pejabat itu”.00:05:10
00:05:11
Sama seperti itu, PPRS juga tidak hanya bekerja sama dengan beberapa dokter saja.00:05:18
00:05:18
Mereka terus mencari semakin banyak dokter
yang mau bekerja sama dengan kita00:05:23
00:05:23
dan mau merespek pandangan kita tentang darah.00:05:26
00:05:26
Kembali ke kisah Daniel tadi, coba kita lihat
apa yang dia katakan kepada penjaga itu di ayat 12.00:05:33
00:05:33
Dia bilang, ”Tolong adakan percobaan
. . . selama sepuluh hari.”00:05:37
00:05:38
Dengan kata lain, Daniel bilang ke penjaga itu,00:05:41
00:05:41
’Saya terpikir ada cara lain yang bisa kita pakai.00:05:44
00:05:44
Apa boleh kalau kita coba cara itu?’00:05:46
00:05:47
Sekarang, PPRS juga sering
mengajukan kepada para dokter00:05:51
00:05:51
cara-cara lain yang tidak
menggunakan transfusi darah.00:05:55
00:05:55
Nah, apa hasil yang Daniel dapatkan?00:05:58
00:05:58
Kalau kita lihat ayat 14, dikatakan,00:06:00
00:06:00
”[Penjaga itu] pun setuju dan mengadakan
percobaan selama sepuluh hari.”00:06:05
00:06:05
Beberapa tahun belakangan ini,00:06:07
00:06:07
organisasi menyediakan satu presentasi
yang bisa digunakan oleh PPRS00:06:13
00:06:13
waktu mereka harus berbicara dengan para dokter.00:06:16
00:06:16
Saya akan tunjukkan sedikit seperti apa presentasinya.00:06:19
00:06:19
Mari kita lihat slide yang pertama.00:06:22
00:06:23
Di sini kita seolah-olah bilang kepada para dokter,00:06:26
00:06:26
’Kami tidak mau berdebat.00:06:28
00:06:28
Kami mau kerja sama dengan kalian00:06:30
00:06:30
dan cari cara yang bisa disepakati bersama.’00:06:33
00:06:34
Sekarang, kita lihat slide berikutnya.00:06:37
00:06:37
Di slide yang kedua, ada gambar ini.00:06:40
00:06:41
Memang, awalnya pandangan pasien Saksi00:06:44
00:06:44
bisa jadi kelihatan sangat berseberangan
dengan pandangan para dokter.00:06:49
00:06:49
Tapi, presentasi ini dibuat
untuk menjembatani dua pandangan itu.00:06:55
00:06:56
Dan selama ini, hasilnya sangat bagus.00:06:59
00:07:00
Terima kasih untuk slide-nya.00:07:01
00:07:02
Selama setahun terakhir ini, 00:07:04
00:07:04
di wilayah cabang Amerika Serikat saja,00:07:07
00:07:07
presentasi itu sudah disampaikan
lebih dari 3.600 kali kepada para dokter00:07:13
00:07:13
untuk menunjukkan cara-cara yang bisa
dipakai waktu menangani pasien Saksi.00:07:18
00:07:19
Kita ingat prinsip di awal tadi:00:07:21
00:07:21
Kalau kita taat, Yehuwa pasti
memberkati kita dan membuat kita berhasil.00:07:27
00:07:27
Itulah yang dulu Daniel alami,
dan itu juga yang sekarang kita rasakan.00:07:31
00:07:32
Yehuwa memberkati ketaatan kita
untuk menaati hukum-Nya tentang darah.00:07:37
00:07:37
Karena kerja keras saudara-saudara yang ada di PPRS,00:07:41
00:07:41
sekarang ada banyak dokter
yang mau bekerja sama dengan kita.00:07:44
00:07:45
Nah, kita semua perlu memikirkan pertanyaan ini:00:07:48
00:07:48
Bagaimana kita masing-masing bisa mendukung
pengaturan bagus yang sudah Yehuwa buat melalui PPRS?00:07:54
00:07:54
Ada dua cara.00:07:56
00:07:56
Yang pertama, kita mau
mengikuti arahan Badan Pimpinan00:08:00
00:08:00
yang disampaikan lebih dari
dua tahun yang lalu, pada Januari 2023.00:08:05
00:08:05
Badan Pimpinan mengingatkan kita untuk
sesegera mungkin menghubungi PPRS00:08:10
00:08:10
waktu sedang menjalani perawatan medis,00:08:12
00:08:13
meskipun kita mungkin merasa
tidak akan ada masalah transfusi darah.00:08:17
00:08:18
Ingat, semakin cepat semakin baik.00:08:22
00:08:22
Kita senang karena saudara-saudari
di seluruh dunia mengikuti arahan ini.00:08:27
00:08:27
Hasilnya, jumlah keadaan darurat medis
sekarang sudah lebih berkurang.00:08:32
00:08:33
Itu hasil yang bagus sekali.00:08:35
00:08:35
Ya, ketaatan kita bisa menyelamatkan nyawa.00:08:39
00:08:39
Dan kalau kasusnya melibatkan
seorang saudari yang sedang hamil,00:08:42
00:08:42
itu berarti bukan hanya satu, tapi dua nyawa.00:08:46
00:08:47
Jadi saudara-saudari,
hubungi PPRS sesegera mungkin.00:08:51
00:08:51
Itulah yang dilakukan seorang saudari
di Afrika yang sedang hamil.00:08:55
00:08:55
Dia dan suaminya menghubungi PPRS,00:08:58
00:08:58
dan mereka dikenalkan ke seorang dokter
yang mau bekerja sama.00:09:02
00:09:02
Selama enam bulan pertama kehamilannya,
saudari itu tidak mengalami masalah.00:09:07
00:09:07
Tapi waktu memasuki bulan ketujuh,
dia mulai mengalami beberapa komplikasi.00:09:12
00:09:13
Dia dan suaminya lalu menghubungi dokter itu.00:09:16
00:09:16
Dokter itu sedang liburan, tapi dia
cepat-cepat pulang untuk membantu saudari kita.00:09:21
00:09:21
Dokter itu bilang, ”Untung Ibu hubungi saya.00:09:24
00:09:24
Kalau tidak, nyawa Ibu dan bayi Ibu bisa terancam.”00:09:28
00:09:28
Kita senang ya melihat hasil bagus seperti ini.00:09:31
00:09:31
Jadi kesimpulannya, bagaimana kita
bisa mendukung pengaturan ini?00:09:36
00:09:36
Pertama, kita mau menghubungi
PPRS sesegera mungkin,00:09:41
00:09:41
dan kita juga mau menganjurkan
saudara-saudari untuk melakukan yang sama.00:09:45
00:09:45
Kedua, doakan saudara-saudara
di PPRS dan keluarga mereka.00:09:50
00:09:50
Semua saudara itu bisa dihubungi 24 jam sehari.00:09:55
00:09:55
Kalau harus bayar, layanan seperti itu pasti mahal ya.00:09:59
00:09:59
Kita pasti sangat bersyukur kepada Yehuwa00:10:01
00:10:01
dan berterima kasih kepada semua
saudara itu dan keluarga mereka.00:10:06
00:10:06
Mereka rela berkorban supaya kita bisa
terus menaati hukum Allah tentang darah.00:10:11
00:10:11
Jadi saudara-saudari, sama seperti Daniel,00:10:14
00:10:14
kita sudah merasakan sendiri, kalau kita dengan taat
terus mengikuti arahan dan hukum Yehuwa,00:10:21
00:10:21
kita pasti akan diberkati.00:10:24
00:10:24
Jadi mari kita ingat prinsip ini:
Kalau kita taat, kita pasti akan berhasil.00:10:31
Betty Georges: Kalau Kita Taat, Kita Pasti Akan Berhasil (1 Raj. 2:3)
-
Betty Georges: Kalau Kita Taat, Kita Pasti Akan Berhasil (1 Raj. 2:3)
Mari kita bahas konteks dari ayat hari ini,
dan dari situ kita bisa dapat satu prinsip yang penting.
Nah untuk tahu konteksnya,
mari kita baca sama-sama
1 Raja-Raja 2:1.
1 Raja-Raja 2:1. Dikatakan,
”Daud sudah hampir meninggal,
dan dia berpesan kepada Salomo anaknya.”
Itu berarti kata-kata Daud di ayat 2,
yang adalah ayat hari ini,
adalah kata-kata terakhirnya kepada Salomo.
Daud bilang, ”Kamu harus kuat dan berani.”
Nah, di ayat yang ke-3, kita bisa dapat satu prinsip yang penting.
Di situ Daud bilang,
”Jalankan kewajibanmu kepada Yehuwa Allahmu
dengan mengikuti jalan-Nya
dan menaati ketetapan-Nya.”
Kita baca sampai di situ ya.
Kalau kita mau menyimpulkan kata-kata Daud
dengan satu kata saja, apa itu?
Ketaatan.
Kalau Salomo taat, apa yang akan dia dapatkan?
Apa hasilnya?
Di bagian akhir dari ayat 3,
Daud menunjukkan apa hasil dari ketaatan.
Daud bilang,
”Supaya kamu selalu berhasil
ke mana pun kamu pergi.”
Bagus ya.
Jadi ini prinsip pentingnya:
Kalau kita taat, kita pasti akan berhasil.
Dan itulah yang dialami Salomo.
Selama dia menaati Yehuwa,
semua yang dia lakukan berhasil.
Sekarang, mari kita bahas teladan Nabi Daniel.
Daniel berupaya menjalankan
prinsip itu dalam kehidupannya,
dan dia merasakan sendiri
bahwa prinsip itu memang benar.
Kita akan bahas kisah di Daniel pasal 1.
Konteksnya, waktu itu,
Daniel baru tiba sebagai tawanan di Babilon.
Dan nanti kita akan lihat bagaimana
Panitia Penghubung Rumah Sakit di seluruh dunia
juga meniru hal-hal yang Daniel lakukan.
Daniel 1:8 menunjukkan bahwa Daniel
bertekad untuk selalu menaati Yehuwa.
Ayat itu mengatakan,
”Tapi Daniel bertekad dalam hatinya untuk
tidak makan makanan Raja yang enak-enak.”
Kenapa?
Di ayat tadi dikatakan,
”Di antaranya ada yang haram.”
Mungkin, sebagian makanan itu masih ada darahnya.
Daniel mau selalu menaati hukum Allah tentang darah.
Kita juga bertekad untuk selalu
menaati hukum Allah tentang darah.
Nah, Daniel sadar dia butuh
bantuan supaya bisa tetap taat.
Jadi, apa yang dia lakukan?
Ayat tadi melanjutkan, ”Maka dia meminta izin kepada pejabat itu untuk tidak memakannya, supaya dia tidak menjadi najis.”
Sama seperti itu, supaya kita bisa terus
menaati hukum Allah tentang darah,
kita juga butuh bantuan dari para dokter yang terampil
dan mau merespek pandangan kita tentang darah.
Nah, ayat tadi bilang, Daniel
”meminta izin kepada pejabat itu”.
Apakah dia hanya minta satu kali?
Menarik, terjemahan <i>bi12</i> bilang bahwa
Daniel ”terus memohon”.
Sama seperti itu,
PPRS terus berupaya untuk mencari para dokter
yang mau memberikan perawatan tanpa darah.
Dan upaya mereka itu sering kali berhasil.
Upaya Daniel juga berhasil.
Kita tahu itu karena di ayat 9 dikatakan,
”Allah yang benar membuat pejabat itu berbaik hati
dan merasa kasihan kepada Daniel.”
Nah, hasil baik apa saja yang didapatkan
karena upaya dan kerja keras PPRS
selama bertahun-tahun?
Sekarang ini, ada lebih dari
100.000 dokter di seluruh dunia
yang mau merawat pasien Saksi-Saksi Yehuwa
tanpa menggunakan transfusi darah.
Tapi dalam kisah Daniel, pejabat tadi berubah pikiran.
Ayat 10: ”Pejabat itu berkata kepada Daniel,
’Saya takut pada Raja.’”
Sama seperti itu, dokter yang tadinya
mau bekerja sama juga bisa berubah pikiran.
Kadang, mereka mungkin jadi ragu
untuk menangani pasien Saksi.
Kenapa?
Bisa jadi, mereka kurang berpengalaman,
tidak punya peralatan yang memadai,
atau mungkin mereka hanya mau
mengikuti peraturan rumah sakit.
Itu mirip dengan pejabat tadi yang bilang,
”Saya takut pada Raja.”
Tapi, apakah Daniel menyerah dan berpikir,
’Yehuwa, saya sudah berupaya untuk taat.
Tapi mau gimana lagi?’
Tidak ya.
Di ayat 11 dikatakan bahwa Daniel
berupaya bicara kepada orang lain lagi,
yaitu ”orang yang ditugasi oleh pejabat itu”.
Sama seperti itu, PPRS juga tidak hanya bekerja sama dengan beberapa dokter saja.
Mereka terus mencari semakin banyak dokter
yang mau bekerja sama dengan kita
dan mau merespek pandangan kita tentang darah.
Kembali ke kisah Daniel tadi, coba kita lihat
apa yang dia katakan kepada penjaga itu di ayat 12.
Dia bilang, ”Tolong adakan percobaan
. . . selama sepuluh hari.”
Dengan kata lain, Daniel bilang ke penjaga itu,
’Saya terpikir ada cara lain yang bisa kita pakai.
Apa boleh kalau kita coba cara itu?’
Sekarang, PPRS juga sering
mengajukan kepada para dokter
cara-cara lain yang tidak
menggunakan transfusi darah.
Nah, apa hasil yang Daniel dapatkan?
Kalau kita lihat ayat 14, dikatakan,
”[Penjaga itu] pun setuju dan mengadakan
percobaan selama sepuluh hari.”
Beberapa tahun belakangan ini,
organisasi menyediakan satu presentasi
yang bisa digunakan oleh PPRS
waktu mereka harus berbicara dengan para dokter.
Saya akan tunjukkan sedikit seperti apa presentasinya.
Mari kita lihat <i>slide</i> yang pertama.
Di sini kita seolah-olah bilang kepada para dokter,
’Kami tidak mau berdebat.
Kami mau kerja sama dengan kalian
dan cari cara yang bisa disepakati bersama.’
Sekarang, kita lihat <i>slide</i> berikutnya.
Di <i>slide</i> yang kedua, ada gambar ini.
Memang, awalnya pandangan pasien Saksi
bisa jadi kelihatan sangat berseberangan
dengan pandangan para dokter.
Tapi, presentasi ini dibuat
untuk menjembatani dua pandangan itu.
Dan selama ini, hasilnya sangat bagus.
Terima kasih untuk <i>slide</i>-nya.
Selama setahun terakhir ini,
di wilayah cabang Amerika Serikat saja,
presentasi itu sudah disampaikan
lebih dari 3.600 kali kepada para dokter
untuk menunjukkan cara-cara yang bisa
dipakai waktu menangani pasien Saksi.
Kita ingat prinsip di awal tadi:
Kalau kita taat, Yehuwa pasti
memberkati kita dan membuat kita berhasil.
Itulah yang dulu Daniel alami,
dan itu juga yang sekarang kita rasakan.
Yehuwa memberkati ketaatan kita
untuk menaati hukum-Nya tentang darah.
Karena kerja keras saudara-saudara yang ada di PPRS,
sekarang ada banyak dokter
yang mau bekerja sama dengan kita.
Nah, kita semua perlu memikirkan pertanyaan ini:
Bagaimana kita masing-masing bisa mendukung
pengaturan bagus yang sudah Yehuwa buat melalui PPRS?
Ada dua cara.
Yang pertama, kita mau
mengikuti arahan Badan Pimpinan
yang disampaikan lebih dari
dua tahun yang lalu, pada Januari 2023.
Badan Pimpinan mengingatkan kita untuk
sesegera mungkin menghubungi PPRS
waktu sedang menjalani perawatan medis,
meskipun kita mungkin merasa
tidak akan ada masalah transfusi darah.
Ingat, semakin cepat semakin baik.
Kita senang karena saudara-saudari
di seluruh dunia mengikuti arahan ini.
Hasilnya, jumlah keadaan darurat medis
sekarang sudah lebih berkurang.
Itu hasil yang bagus sekali.
Ya, ketaatan kita bisa menyelamatkan nyawa.
Dan kalau kasusnya melibatkan
seorang saudari yang sedang hamil,
itu berarti bukan hanya satu, tapi dua nyawa.
Jadi saudara-saudari,
hubungi PPRS sesegera mungkin.
Itulah yang dilakukan seorang saudari
di Afrika yang sedang hamil.
Dia dan suaminya menghubungi PPRS,
dan mereka dikenalkan ke seorang dokter
yang mau bekerja sama.
Selama enam bulan pertama kehamilannya,
saudari itu tidak mengalami masalah.
Tapi waktu memasuki bulan ketujuh,
dia mulai mengalami beberapa komplikasi.
Dia dan suaminya lalu menghubungi dokter itu.
Dokter itu sedang liburan, tapi dia
cepat-cepat pulang untuk membantu saudari kita.
Dokter itu bilang, ”Untung Ibu hubungi saya.
Kalau tidak, nyawa Ibu dan bayi Ibu bisa terancam.”
Kita senang ya melihat hasil bagus seperti ini.
Jadi kesimpulannya, bagaimana kita
bisa mendukung pengaturan ini?
Pertama, kita mau menghubungi
PPRS sesegera mungkin,
dan kita juga mau menganjurkan
saudara-saudari untuk melakukan yang sama.
Kedua, doakan saudara-saudara
di PPRS dan keluarga mereka.
Semua saudara itu bisa dihubungi 24 jam sehari.
Kalau harus bayar, layanan seperti itu pasti mahal ya.
Kita pasti sangat bersyukur kepada Yehuwa
dan berterima kasih kepada semua
saudara itu dan keluarga mereka.
Mereka rela berkorban supaya kita bisa
terus menaati hukum Allah tentang darah.
Jadi saudara-saudari, sama seperti Daniel,
kita sudah merasakan sendiri, kalau kita dengan taat
terus mengikuti arahan dan hukum Yehuwa,
kita pasti akan diberkati.
Jadi mari kita ingat prinsip ini:
Kalau kita taat, kita pasti akan berhasil.
-