00:00:01
Apakah Saudara siap?00:00:03
00:00:04
Biasanya kalau kita tahu sesuatu akan terjadi sebentar lagi,00:00:09
00:00:09
kita akan lebih siap menghadapinya.00:00:11
00:00:11
Nah, menghadapi penganiayaan juga seperti itu.00:00:14
00:00:14
Ayat harian kita hari ini, di 2 Timotius 3:12, mengatakan,00:00:18
00:00:18
”Sebenarnya, semua yang ingin mengabdi kepada Allah00:00:23
00:00:23
sebagai pengikut Kristus Yesus akan dianiaya juga.”00:00:27
00:00:27
Jadi, penganiayaan bukan hanya hal yang mungkin kita alami,00:00:31
00:00:31
tapi hal yang pasti kita alami.00:00:34
00:00:34
Apakah Saudara pernah dianiaya?00:00:36
00:00:37
Banyak dari kita mungkin masih ingat
waktu orang bicara kasar saat kita mengabar,00:00:42
00:00:42
dan kita juga ingat bagaimana Yehuwa membantu kita.00:00:46
00:00:46
Tapi, bagaimana Yehuwa membuat kita
siap menghadapi penganiayaan?00:00:52
00:00:52
Cocok sekali komentar untuk ayat hari ini
juga mengutip kata-kata dari buku 1 Petrus.00:00:58
00:00:58
Petrus menulis surat ini sekitar tahun 62 sampai 64 M,00:01:04
00:01:04
hanya beberapa bulan
sebelum Paulus menulis 2 Timotius.00:01:09
00:01:10
Saudara-saudari yang menerima surat Petrus
sedang mengalami tantangan yang berat,00:01:14
00:01:14
dan situasi mereka akan menjadi semakin parah.00:01:18
00:01:18
Kadang, orang-orang berpikir bahwa mereka adalah
kaum Zelot yang belakangan memberontak terhadap Roma.00:01:23
00:01:23
Mungkin orang-orang berpikir begitu00:01:26
00:01:26
karena orang Kristen tidak mau memberikan persembahan00:01:29
00:01:29
kepada kaisar atau menyembah berhala.00:01:32
00:01:32
Nah tahun 64 M, ada kebakaran hebat
yang menghancurkan seperempat wilayah Roma.00:01:38
00:01:38
Sebagian orang menyalahkan Kaisar Nero.00:01:40
00:01:40
Jadi, untuk menjaga reputasinya,
dia menyalahkan orang Kristen.00:01:44
00:01:44
Dan kemungkinan besar,00:01:46
00:01:47
itulah alasannya orang-orang Kristen saat itu
dianiaya dengan sangat kejam.00:01:52
00:01:52
Selain itu, beberapa bulan setelahnya,
Cestius Gallus mengepung Yerusalem pada tahun 66 M.00:02:00
00:02:00
Jadi, dua surat terilham ini,
yaitu 1 Petrus dan 2 Timotius, sangat tepat waktu.00:02:06
00:02:06
Dua surat itu membantu saudara-saudari untuk siap
menghadapi apa yang akan terjadi sebentar lagi.00:02:13
00:02:13
Sekarang,00:02:15
00:02:15
banyak orang salah paham atau berbohong tentang kita
karena tindakan kita atau berita yang kita sampaikan.00:02:22
00:02:22
Kita juga hidup pada hari-hari terakhir.00:02:24
00:02:24
Jadi, apa yang bisa membantu kita untuk
menghadapi penganiayaan yang kejam,00:02:29
00:02:29
seperti 155 Saksi Yehuwa yang dipenjara
di setidaknya tujuh negara?00:02:34
00:02:35
Nah, perhatikan tiga pelajaran bagus
yang bisa kita dapatkan dari buku 1 Petrus.00:02:40
00:02:40
1 Petrus 3:14: ”Jangan takut pada
apa yang orang-orang takuti.”00:02:46
00:02:46
Lalu, 1 Petrus 4:14: Kita punya
kuasa kudus Yehuwa, jadi andalkan itu.00:02:52
00:02:52
Dan 1 Petrus 5:9-14: Percaya dan hargai saudara-saudari kita.00:02:59
00:02:59
Tiga pelajaran ini ada di ayat 14, jadi kita gampang mengingatnya.00:03:04
00:03:04
1 Petrus 3:14 mengatakan,00:03:07
00:03:07
”Kalaupun kalian harus menderita
demi apa yang benar, kalian akan bahagia.00:03:16
00:03:16
Jangan takut pada apa yang
orang-orang takuti, dan jangan khawatir.”00:03:23
00:03:24
Komentar ayat hari ini menunjukkan bahwa rasa takut00:03:27
00:03:27
adalah senjata ampuh yang digunakan
musuh kita, yaitu Setan si Iblis.00:03:32
00:03:32
Dia mau kita mundur, atau berhenti, melayani Yehuwa.00:03:36
00:03:36
Tapi, 1 Petrus 3:14 bilang,
”Jangan takut pada apa yang orang-orang takuti.”00:03:42
00:03:42
”Orang-orang” di sini memaksudkan
mereka yang menganiaya kita00:03:45
00:03:45
dan orang-orang yang dipengaruhi sama mereka.00:03:48
00:03:48
Apa yang mereka takuti?00:03:50
00:03:50
Hinaan, kekalahan, dan kematian.00:03:53
00:03:53
Ini mengingatkan kita pada kisah Daud
dan Goliat di 1 Samuel pasal 17.00:03:59
00:03:59
Goliat mengandalkan kekuatan, tinggi badan, lembing,
tombak, pedang, baju perang, dan perisainya.00:04:07
00:04:08
Raja Saul juga mengagumi hal-hal itu.00:04:11
00:04:11
Selama lebih dari sebulan,
ribuan prajurit Saul ketakutan karena Goliat.00:04:19
00:04:19
Waktu Saul akhirnya mengizinkan Daud
untuk pergi berperang melawan Goliat,00:04:24
00:04:24
dia memberikan baju perang miliknya kepada Daud.00:04:27
00:04:27
Jadi, apa yang Saul andalkan
sama seperti apa yang Goliat andalkan,00:04:33
00:04:33
yaitu kekuatannya sendiri, senjatanya, baju perangnya,
atau dengan kata lain, kekuatan manusia.00:04:41
00:04:41
Nah, bagi seorang pejuang yang tingginya hampir tiga meter,00:04:45
00:04:45
pasti mudah untuk mengalahkan seorang prajurit00:04:49
00:04:49
yang tidak berpengalaman, tidak soal dia pakai baju perang atau tidak.00:04:53
00:04:53
Tapi, Daud tidak takut pada hal-hal
yang ditakuti oleh Goliat00:04:58
00:04:58
ataupun hal-hal yang ditakuti oleh Saul.00:05:01
00:05:01
Dia bahkan tidak mau pakai baju perang Saul.00:05:03
00:05:03
Dia tahu perang ini milik Yehuwa.00:05:06
00:05:06
Dia mengandalkan kekuatan
”yang melampaui apa yang normal”.00:05:10
00:05:10
Kita juga harus seperti itu.00:05:12
00:05:12
Minggu ini, di jw.org, ada pengalaman dari
Saudara Vitaliy Ilinykh, yang ditangkap dan ditahan.00:05:19
00:05:19
Dia berkata, ”Semakin sulit situasi kita,
semakin dekat hubungan kita dengan Yehuwa.00:05:25
00:05:25
Yehuwa adalah Perajin yang membentuk kita.00:05:27
00:05:27
Kalau Dia mengizinkan saya melewati ujian tertentu,
berarti Dia akan membantu saya.00:05:32
00:05:32
Kalau saya merasa tidak sanggup menanggungnya,00:05:35
00:05:35
itu saatnya saya harus meminta
’kesanggupan yang begitu luar biasa’ dari Yehuwa.”00:05:40
00:05:40
Jadi meskipun kita dianiaya,
Yehuwa tetap sanggup membantu kita.00:05:45
00:05:45
Dia akan mengingat kita dan memberkati kita.00:05:48
00:05:48
Kalau kita tetap setia kepada Yehuwa,
kita akan mendapatkan kemuliaan,00:05:54
00:05:54
kemenangan, dan kehidupan abadi.00:05:58
00:05:58
Jadi, kita tidak perlu takut pada apa yang
ditakuti oleh orang-orang yang tidak beriman.00:06:07
00:06:07
Sekarang, mari perhatikan 1 Petrus 4:14:00:06:11
00:06:11
”Kalau kalian dicela demi nama Kristus,
[perhatikan] kalian bahagia,00:06:18
00:06:18
karena ini berarti kuasa yang mulia,
kuasa kudus Allah, ada dalam diri kalian.”00:06:25
00:06:25
Kalau kita dihina karena menjadi pengikut Yesus,
itu bukti kuasa kudus ada dalam diri kita.00:06:30
00:06:30
Kita butuh kuasa itu supaya kita bisa terus bertekun.00:06:35
00:06:35
Saudara Anton Ostapenko mengatakan,00:06:38
00:06:38
”Di dalam penjara, Yehuwa menunjukkan
kepada saya Allah seperti apa Dia sebenarnya.00:06:43
00:06:43
Terus terang, saya senang sekali!00:06:45
00:06:45
Dia bukan hanya Allah Yang Mahakuasa,
tapi Dia menjadi Bapak yang pengasih,00:06:49
00:06:49
yang benar-benar mengerti situasi saya.00:06:51
00:06:51
Dia membantu dan mendukung saya dengan cara-cara
yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,00:06:56
00:06:56
dan bantuan-Nya selalu tepat waktu.”00:06:59
00:06:59
Ya, bersama Yehuwa, ’kita bisa bertahan.00:07:04
00:07:04
Kita takkan menyerah.00:07:06
00:07:06
Yehuwa selalu dengan kita’.00:07:08
00:07:09
Pelajaran bagus lainnya ada di 1 Petrus 5:9-14.00:07:14
00:07:14
Ayat itu ingatkan kita
betapa berharganya saudara-saudari kita.00:07:19
00:07:19
Waktu di penjara, Saudara Anatoliy Vilitkevich menulis
tentang tokoh-tokoh Alkitab yang juga pernah dianiaya.00:07:27
00:07:28
Dia berkata, ”Saya ingat bahwa Yehuwa memang
tidak mencegah mereka mengalami kesulitan,00:07:34
00:07:34
tapi Dia juga tidak meninggalkan mereka.00:07:37
00:07:37
Ini sangat menguatkan saya.”00:07:40
00:07:40
Anatoliy juga dikuatkan oleh surat-surat dari istrinya.00:07:43
00:07:43
Dia berkata, ”Di salah satu surat pertama dari Alyona,00:07:46
00:07:46
dia kasih saya beberapa foto
sahabat kami dan orang-orang terdekat kami.00:07:51
00:07:51
Saya lihat foto-foto itu tiap malam, dan saya coba ingat-ingat
pengalaman menarik saya bersama orang di foto itu.00:07:57
00:07:57
Saya jadi merasa mereka ada bersama saya.”00:08:00
00:08:00
Dia dikuatkan oleh teladan umat Allah di zaman dulu dan zaman sekarang.00:08:07
00:08:07
Kita semua adalah umat Allah yang bersatu.00:08:11
00:08:11
Memang kita akan dianiaya, tapi kita pasti setuju
dengan kata-kata Saudara Dmitriy Golik.00:08:18
00:08:18
Dia mengatakan, ”Memang, bersiap-siap
untuk menghadapi penganiayaan itu bermanfaat.00:08:24
00:08:24
Tapi, yang jauh lebih penting adalah terus memperkuat iman.00:08:27
00:08:27
Waktu dianiaya, yang penting bukan seberapa pintar00:08:31
00:08:31
atau seberapa baik kita bersembunyi
dari orang yang menganiaya kita,00:08:34
00:08:34
tapi kesetiaan kita kepada Allah.00:08:37
00:08:37
Yesus bisa saja bersembunyi dari musuh-musuhnya,00:08:40
00:08:40
tapi bukan itu tujuannya.00:08:42
00:08:42
Sebagai muridnya, tujuan kita juga
bukan untuk menghindari kesulitan,00:08:47
00:08:47
tapi untuk menghadapinya dengan berani.”00:08:50
00:08:51
Jadi, bagaimana kita bisa
siap menghadapi penganiayaan?00:08:56
00:08:56
Nah, dari pengalaman saudara-saudari
yang sudah pernah dianiaya,00:08:59
00:08:59
kita bisa melihat bahwa mereka beribadah
kepada Yehuwa bukan sekadar karena rutinitas.00:09:05
00:09:05
Mereka benar-benar berupaya untuk semakin
dekat dengan Yehuwa dan merenungkan,00:09:10
00:09:10
menghargai, serta menerapkan apa yang mereka pelajari.00:09:14
00:09:14
Selain itu, mereka belajar dari
pengalaman-pengalaman yang menguatkan00:09:19
00:09:19
sehingga mereka tidak takut pada
apa yang ditakuti orang-orang tidak beriman.00:09:24
00:09:24
Mereka juga mengandalkan
kuasa kudus Yehuwa dalam segala hal,00:09:28
00:09:28
dan mereka percaya serta
menghargai saudara-saudari seiman.00:09:33
00:09:33
Kalau kita melakukan hal-hal itu, kita akan siap.00:09:38
00:09:38
Kita akan sanggup menghadapi
penganiayaan yang akan datang.00:09:44
David Schafer: Apakah Saudara Siap? (2 Tim. 3:12)
-
David Schafer: Apakah Saudara Siap? (2 Tim. 3:12)
Apakah Saudara siap?
Biasanya kalau kita tahu sesuatu akan terjadi sebentar lagi,
kita akan lebih siap menghadapinya.
Nah, menghadapi penganiayaan juga seperti itu.
Ayat harian kita hari ini, di 2 Timotius 3:12, mengatakan,
”Sebenarnya, semua yang ingin mengabdi kepada Allah
sebagai pengikut Kristus Yesus akan dianiaya juga.”
Jadi, penganiayaan bukan hanya hal yang mungkin kita alami,
tapi hal yang pasti kita alami.
Apakah Saudara pernah dianiaya?
Banyak dari kita mungkin masih ingat
waktu orang bicara kasar saat kita mengabar,
dan kita juga ingat bagaimana Yehuwa membantu kita.
Tapi, bagaimana Yehuwa membuat kita
siap menghadapi penganiayaan?
Cocok sekali komentar untuk ayat hari ini
juga mengutip kata-kata dari buku 1 Petrus.
Petrus menulis surat ini sekitar tahun 62 sampai 64 M,
hanya beberapa bulan
sebelum Paulus menulis 2 Timotius.
Saudara-saudari yang menerima surat Petrus
sedang mengalami tantangan yang berat,
dan situasi mereka akan menjadi semakin parah.
Kadang, orang-orang berpikir bahwa mereka adalah
kaum Zelot yang belakangan memberontak terhadap Roma.
Mungkin orang-orang berpikir begitu
karena orang Kristen tidak mau memberikan persembahan
kepada kaisar atau menyembah berhala.
Nah tahun 64 M, ada kebakaran hebat
yang menghancurkan seperempat wilayah Roma.
Sebagian orang menyalahkan Kaisar Nero.
Jadi, untuk menjaga reputasinya,
dia menyalahkan orang Kristen.
Dan kemungkinan besar,
itulah alasannya orang-orang Kristen saat itu
dianiaya dengan sangat kejam.
Selain itu, beberapa bulan setelahnya,
Cestius Gallus mengepung Yerusalem pada tahun 66 M.
Jadi, dua surat terilham ini,
yaitu 1 Petrus dan 2 Timotius, sangat tepat waktu.
Dua surat itu membantu saudara-saudari untuk siap
menghadapi apa yang akan terjadi sebentar lagi.
Sekarang,
banyak orang salah paham atau berbohong tentang kita
karena tindakan kita atau berita yang kita sampaikan.
Kita juga hidup pada hari-hari terakhir.
Jadi, apa yang bisa membantu kita untuk
menghadapi penganiayaan yang kejam,
seperti 155 Saksi Yehuwa yang dipenjara
di setidaknya tujuh negara?
Nah, perhatikan tiga pelajaran bagus
yang bisa kita dapatkan dari buku 1 Petrus.
1 Petrus 3:14: ”Jangan takut pada
apa yang orang-orang takuti.”
Lalu, 1 Petrus 4:14: Kita punya
kuasa kudus Yehuwa, jadi andalkan itu.
Dan 1 Petrus 5:9-14: Percaya dan hargai saudara-saudari kita.
Tiga pelajaran ini ada di ayat 14, jadi kita gampang mengingatnya.
1 Petrus 3:14 mengatakan,
”Kalaupun kalian harus menderita
demi apa yang benar, kalian akan bahagia.
Jangan takut pada apa yang
orang-orang takuti, dan jangan khawatir.”
Komentar ayat hari ini menunjukkan bahwa rasa takut
adalah senjata ampuh yang digunakan
musuh kita, yaitu Setan si Iblis.
Dia mau kita mundur, atau berhenti, melayani Yehuwa.
Tapi, 1 Petrus 3:14 bilang,
”Jangan takut pada apa yang orang-orang takuti.”
”Orang-orang” di sini memaksudkan
mereka yang menganiaya kita
dan orang-orang yang dipengaruhi sama mereka.
Apa yang mereka takuti?
Hinaan, kekalahan, dan kematian.
Ini mengingatkan kita pada kisah Daud
dan Goliat di 1 Samuel pasal 17.
Goliat mengandalkan kekuatan, tinggi badan, lembing,
tombak, pedang, baju perang, dan perisainya.
Raja Saul juga mengagumi hal-hal itu.
Selama lebih dari sebulan,
ribuan prajurit Saul ketakutan karena Goliat.
Waktu Saul akhirnya mengizinkan Daud
untuk pergi berperang melawan Goliat,
dia memberikan baju perang miliknya kepada Daud.
Jadi, apa yang Saul andalkan
sama seperti apa yang Goliat andalkan,
yaitu kekuatannya sendiri, senjatanya, baju perangnya,
atau dengan kata lain, kekuatan manusia.
Nah, bagi seorang pejuang yang tingginya hampir tiga meter,
pasti mudah untuk mengalahkan seorang prajurit
yang tidak berpengalaman, tidak soal dia pakai baju perang atau tidak.
Tapi, Daud tidak takut pada hal-hal
yang ditakuti oleh Goliat
ataupun hal-hal yang ditakuti oleh Saul.
Dia bahkan tidak mau pakai baju perang Saul.
Dia tahu perang ini milik Yehuwa.
Dia mengandalkan kekuatan
”yang melampaui apa yang normal”.
Kita juga harus seperti itu.
Minggu ini, di jw.org, ada pengalaman dari
Saudara Vitaliy Ilinykh, yang ditangkap dan ditahan.
Dia berkata, ”Semakin sulit situasi kita,
semakin dekat hubungan kita dengan Yehuwa.
Yehuwa adalah Perajin yang membentuk kita.
Kalau Dia mengizinkan saya melewati ujian tertentu,
berarti Dia akan membantu saya.
Kalau saya merasa tidak sanggup menanggungnya,
itu saatnya saya harus meminta
’kesanggupan yang begitu luar biasa’ dari Yehuwa.”
Jadi meskipun kita dianiaya,
Yehuwa tetap sanggup membantu kita.
Dia akan mengingat kita dan memberkati kita.
Kalau kita tetap setia kepada Yehuwa,
kita akan mendapatkan kemuliaan,
kemenangan, dan kehidupan abadi.
Jadi, kita tidak perlu takut pada apa yang
ditakuti oleh orang-orang yang tidak beriman.
Sekarang, mari perhatikan 1 Petrus 4:14:
”Kalau kalian dicela demi nama Kristus,
[perhatikan] kalian bahagia,
karena ini berarti kuasa yang mulia,
kuasa kudus Allah, ada dalam diri kalian.”
Kalau kita dihina karena menjadi pengikut Yesus,
itu bukti kuasa kudus ada dalam diri kita.
Kita butuh kuasa itu supaya kita bisa terus bertekun.
Saudara Anton Ostapenko mengatakan,
”Di dalam penjara, Yehuwa menunjukkan
kepada saya Allah seperti apa Dia sebenarnya.
Terus terang, saya senang sekali!
Dia bukan hanya Allah Yang Mahakuasa,
tapi Dia menjadi Bapak yang pengasih,
yang benar-benar mengerti situasi saya.
Dia membantu dan mendukung saya dengan cara-cara
yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,
dan bantuan-Nya selalu tepat waktu.”
Ya, bersama Yehuwa, ’kita bisa bertahan.
Kita takkan menyerah.
Yehuwa selalu dengan kita’.
Pelajaran bagus lainnya ada di 1 Petrus 5:9-14.
Ayat itu ingatkan kita
betapa berharganya saudara-saudari kita.
Waktu di penjara, Saudara Anatoliy Vilitkevich menulis
tentang tokoh-tokoh Alkitab yang juga pernah dianiaya.
Dia berkata, ”Saya ingat bahwa Yehuwa memang
tidak mencegah mereka mengalami kesulitan,
tapi Dia juga tidak meninggalkan mereka.
Ini sangat menguatkan saya.”
Anatoliy juga dikuatkan oleh surat-surat dari istrinya.
Dia berkata, ”Di salah satu surat pertama dari Alyona,
dia kasih saya beberapa foto
sahabat kami dan orang-orang terdekat kami.
Saya lihat foto-foto itu tiap malam, dan saya coba ingat-ingat
pengalaman menarik saya bersama orang di foto itu.
Saya jadi merasa mereka ada bersama saya.”
Dia dikuatkan oleh teladan umat Allah di zaman dulu dan zaman sekarang.
Kita semua adalah umat Allah yang bersatu.
Memang kita akan dianiaya, tapi kita pasti setuju
dengan kata-kata Saudara Dmitriy Golik.
Dia mengatakan, ”Memang, bersiap-siap
untuk menghadapi penganiayaan itu bermanfaat.
Tapi, yang jauh lebih penting adalah terus memperkuat iman.
Waktu dianiaya, yang penting bukan seberapa pintar
atau seberapa baik kita bersembunyi
dari orang yang menganiaya kita,
tapi kesetiaan kita kepada Allah.
Yesus bisa saja bersembunyi dari musuh-musuhnya,
tapi bukan itu tujuannya.
Sebagai muridnya, tujuan kita juga
bukan untuk menghindari kesulitan,
tapi untuk menghadapinya dengan berani.”
Jadi, bagaimana kita bisa
siap menghadapi penganiayaan?
Nah, dari pengalaman saudara-saudari
yang sudah pernah dianiaya,
kita bisa melihat bahwa mereka beribadah
kepada Yehuwa bukan sekadar karena rutinitas.
Mereka benar-benar berupaya untuk semakin
dekat dengan Yehuwa dan merenungkan,
menghargai, serta menerapkan apa yang mereka pelajari.
Selain itu, mereka belajar dari
pengalaman-pengalaman yang menguatkan
sehingga mereka tidak takut pada
apa yang ditakuti orang-orang tidak beriman.
Mereka juga mengandalkan
kuasa kudus Yehuwa dalam segala hal,
dan mereka percaya serta
menghargai saudara-saudari seiman.
Kalau kita melakukan hal-hal itu, kita akan siap.
Kita akan sanggup menghadapi
penganiayaan yang akan datang.
-