00:00:00
Tema pembahasan hari ini:
”Jadilah Teman Sejati Seperti Yonatan”.00:00:05
00:00:05
Tema ini diambil dari ayat harian kita,
yaitu 1 Samuel 18:1.00:00:11
00:00:11
Coba kita buka ayatnya lagi.00:00:13
00:00:13
Latar belakangnya: 00:00:15
00:00:15
Daud baru saja menang melawan Goliat.00:00:18
00:00:18
Dan setelah peristiwa itu, Daud dan Yonatan
langsung menjadi teman yang sangat akrab.00:00:23
00:00:23
Mari kita baca 1 Samuel 18:1:00:00:28
00:00:28
”Begitu Daud selesai berbicara kepada Saul,
Yonatan dan Daud menjadi sahabat yang akrab,00:00:34
00:00:34
dan Yonatan mulai menyayangi Daud
seperti dirinya sendiri.” 00:00:38
00:00:39
Pertanyaannya: Kenapa Daud dan Yonatan
bisa menjadi teman yang akrab?00:00:44
00:00:45
Karena mereka berdua adalah orang yang rohani.00:00:48
00:00:49
Sebelum mereka jadi teman,00:00:51
00:00:51
mereka masing-masing sudah punya
hubungan yang akrab dengan Yehuwa.00:00:55
00:00:56
Saya yakin saudara-saudari pasti setuju00:00:59
00:00:59
bahwa kita bisa punya hubungan
yang akrab dengan seseorang00:01:02
00:01:03
kalau kita sama-sama sudah punya hubungan
yang akrab dulu dengan Allah Yehuwa.00:01:08
00:01:08
Misalnya, seperti peristiwa
yang dicatat di ayat hari ini,00:01:12
00:01:12
Yonatan melihat sendiri bagaimana Yehuwa
membantu Daud untuk mengalahkan Goliat.00:01:17
00:01:17
Waktu itu, Yonatan berusia sekitar 50 tahun,00:01:21
00:01:21
dan dia adalah seorang putra raja
dan pejuang yang hebat.00:01:25
00:01:25
Bayangkan Yonatan mendengarkan Daud,
yang usianya belum sampai 20 tahun,00:01:30
00:01:30
menceritakan bagaimana waktu itu dia berhasil
mengalahkan Goliat dengan bantuan Yehuwa. 00:01:36
00:01:36
Kita tidak heran kenapa Yonatan dan banyak orang lainnya
senang dan sayang kepada Daud yang masih muda.00:01:44
00:01:44
Daud bukan anak muda yang sok berani00:01:47
00:01:47
atau yang suka melakukan hal nekat
supaya bisa terkenal.00:01:51
00:01:52
Meski masih muda, Daud sudah terbukti
sebagai orang yang dewasa, orang yang rohani,00:01:58
00:01:58
dan orang yang sangat beriman,
yang selalu mengandalkan Yehuwa. 00:02:02
00:02:03
Waktu Yonatan mendengarkan cerita Daud,00:02:06
00:02:06
bisa jadi dia teringat peristiwa-peristiwa
yang dia alami bertahun-tahun sebelumnya.00:02:11
00:02:11
Contohnya, Saudara mungkin ingat peristiwa waktu
Yonatan pergi menyerang pos orang-orang Filistin.00:02:17
00:02:17
Saat itu, dia hanya berdua dengan pembawa senjatanya.00:02:21
00:02:21
Mari lihat apa yang Yonatan katakan
di 1 Samuel 14:6,00:02:26
00:02:26
”Bagi Yehuwa, tidak masalah untuk menyelamatkan
melalui banyak orang atau sedikit orang.” 00:02:32
00:02:32
Nah, apa pelajarannya?00:02:34
00:02:34
Sama seperti Daud, Yonatan sangat yakin
bahwa dengan bantuan Yehuwa,00:02:40
00:02:40
dua pria saja cukup untuk bisa menyerang
dan mengalahkan seluruh pasukan Filistin.00:02:45
00:02:46
Dari sini, kita bisa lihat bahwa Yonatan dan Daud
bisa terus menjadi teman yang akrab00:02:53
00:02:53
karena mereka berdua sama-sama
mengasihi Allah Yehuwa. 00:02:58
00:02:58
Dan memang, itulah yang membuat
persahabatan kita bertahan lama.00:03:03
00:03:03
Jadi kalau kita mau punya teman-teman yang baik,00:03:07
00:03:07
atau kita sendiri mau menjadi teman yang baik,00:03:10
00:03:11
kita harus punya hubungan
yang akrab dulu dengan Yehuwa.00:03:14
00:03:14
Itu adalah fondasi terkuat.00:03:16
00:03:17
Nah, sekarang coba kita buka lagi
1 Samuel 18 dan baca ayat 3.00:03:23
00:03:23
Dikatakan, ”Yonatan menyayangi [Daud]
seperti dirinya sendiri.”00:03:29
00:03:30
Ada yang berpikir bahwa ayat itu memaksudkan
Yonatan dan Daud punya hubungan yang romantis.00:03:37
00:03:38
Tapi, Alkitab menunjukkan bahwa
hal itu sama sekali tidak benar. 00:03:43
00:03:43
Perhatikan dua alasan berikut.00:03:45
00:03:45
Pertama, di zaman Alkitab
dan dalam tradisi di Timur Tengah,00:03:49
00:03:49
orang-orang menunjukkan kasih sayang
dengan saling memeluk dan mencium.00:03:53
00:03:53
Itu bahkan dilakukan oleh sesama pria
yang adalah teman dekat atau keluarga.00:03:58
00:03:58
Tapi, alasan yang kedua membuat kita lebih yakin00:04:02
00:04:02
bahwa mereka berdua tidak mungkin
punya hubungan romantis.00:04:06
00:04:06
Apa itu?00:04:07
00:04:07
Daud dan Yonatan sama-sama mengasihi Yehuwa
dan tahu perbuatan apa yang Yehuwa senangi dan benci.00:04:13
00:04:13
Dari dulu sampai sekarang, Yehuwa melarang
segala bentuk percabulan, termasuk homoseksual. 00:04:19
00:04:20
1 Samuel 20:42 mengatakan00:04:23
00:04:23
bahwa persahabatan mereka dibangun
di atas ’sumpah demi nama Yehuwa’.00:04:28
00:04:28
Publikasi kita menjelaskan:00:04:30
00:04:30
”Tidaklah masuk akal jika kita merasa bahwa
mereka punya hubungan homoseksual,00:04:35
00:04:35
karena itu tidak sejalan dengan
fondasi utama dari persahabatan mereka.”00:04:39
00:04:40
Kita semua tentu setuju, kan? 00:04:42
00:04:43
Nah, kita pasti terkesan dengan kasih yang
ditunjukkan Yonatan kepada Daud dan orang lain.00:04:48
00:04:48
Dan kita pasti mau meniru kasih Yonatan.00:04:52
00:04:52
Kenapa?00:04:53
00:04:53
Karena Yonatan meniru Yehuwa
dalam hal menunjukkan kasih,00:04:57
00:04:57
yaitu kasih yang tidak mementingkan diri.00:05:00
00:05:00
Sekarang, mari buka Alkitab kita
di 1 Korintus pasal 13.00:05:05
00:05:05
Kita akan baca ayat 4 sampai 8.00:05:08
00:05:08
Di sini, ada 16 cara yang bisa kita lakukan
untuk meniru Yehuwa dalam menunjukkan kasih. 00:05:14
00:05:15
Nah, sambil membaca 1 Korintus 13:4-8,00:05:19
00:05:19
mari bayangkan apa yang selama ini
Yonatan sudah lakukan.00:05:24
00:05:25
”Orang yang punya kasih itu sabar dan baik hati.00:05:28
00:05:28
Dia tidak iri hati, tidak membanggakan diri,00:05:31
00:05:31
tidak menjadi sombong, tidak berlaku tidak sopan,00:05:34
00:05:34
tidak mementingkan diri, dan tidak cepat marah.00:05:37
00:05:37
Dia juga tidak menyimpan kekesalan.00:05:40
00:05:40
Dia tidak bergembira karena hal-hal
yang tidak benar, tapi karena hal-hal yang benar.00:05:44
00:05:44
Orang yang punya kasih
menanggung segala beban,00:05:48
00:05:48
percaya segala sesuatu, selalu punya harapan,
dan bertekun menghadapi segala sesuatu.00:05:54
00:05:54
Kasih tidak akan berakhir.”00:05:56
00:05:57
Kasih yang Yonatan tunjukkan sesuai
dengan ayat yang tadi kita baca, ya.00:06:01
00:06:01
Coba kita lihat lagi ayat 4,
bagian pertama, ”kasih itu sabar”.00:06:06
00:06:06
Dalam bahasa aslinya, ini berarti ”tetap tenang
sewaktu menghadapi sesuatu dan tidak cepat marah”.00:06:12
00:06:12
Jadi, apa yang akan dilakukan teman sejati?00:06:15
00:06:15
Teman sejati tidak hanya bertahan
menghadapi situasi yang sulit,00:06:19
00:06:19
tapi dia akan bertekun dengan sabar
dan berharap situasinya akan menjadi lebih baik. 00:06:24
00:06:24
Itulah yang Yonatan lakukan.00:06:26
00:06:26
Bayangkan situasi sulit yang Yonatan hadapi.00:06:29
00:06:29
Yehuwa menolak ayahnya, Saul, tapi Yehuwa
masih mengizinkan Saul memerintah sebagai raja.00:06:35
00:06:36
Waktu itu, Saul semakin menjauh dari Yehuwa,
tapi Yonatan tidak meninggalkan Saul.00:06:41
00:06:41
Dia masih mau membantu ayahnya. 00:06:44
00:06:44
Yonatan bisa bersabar seperti itu
karena dia mengasihi ayahnya.00:06:48
00:06:48
Kita bisa tahu hal itu dari catatan Alkitab00:06:51
00:06:51
yang mengatakan bahwa Yonatan mendukung Saul
dalam peperangan melawan musuh-musuh Allah.00:06:57
00:06:57
Selain itu, Daud menulis begini tentang mereka:
’Saul dan Yonatan tidak terpisah dalam kematian.’00:07:04
00:07:05
Tapi, bagaimana waktu Yonatan tahu bahwa
ayahnya bertekad untuk membunuh Daud00:07:11
00:07:11
sampai mengumpulkan semua prajuritnya
untuk mencari Daud ke mana-mana?00:07:16
00:07:16
Apakah Yonatan ikut-ikutan?00:07:18
00:07:18
Alkitab memang tidak mencatat hal itu,00:07:21
00:07:21
tapi jelas, Yonatan tidak mendukung
upaya Saul untuk membunuh Daud. 00:07:25
00:07:25
Kenapa?00:07:26
00:07:27
Karena Yonatan tidak mau melanggar prinsip Allah.00:07:31
00:07:31
Seperti yang disebutkan di 1 Korintus 13:6,00:07:35
00:07:35
Yonatan tidak mau dan tidak akan
”bergembira karena hal-hal yang tidak benar”.00:07:40
00:07:40
Yonatan setia kepada Yehuwa, kepada Daud,
dan kepada sumpah yang dia buat bersama Daud. 00:07:46
00:07:48
1 Korintus 13:4 bilang: ’Kasih itu baik hati.’00:07:53
00:07:53
Yonatan juga seperti itu, ya.00:07:55
00:07:55
Di saat-saat paling berat dalam hidup Daud,
Yonatan ada di sisinya.00:08:00
00:08:00
1 Samuel 23:16 bilang00:08:03
00:08:03
kalau Yonatan ”menemui Daud” dan ”membantu dia
memperkuat keyakinannya kepada Yehuwa”.00:08:08
00:08:08
Yonatan juga membantu Daud
agar tidak dibunuh oleh Saul.00:08:12
00:08:12
Persahabatan seperti ini bisa terjadi karena mereka
punya hubungan yang akrab dengan Yehuwa. 00:08:17
00:08:18
Selain sabar dan baik hati, kasih juga ”tidak iri hati”.00:08:22
00:08:23
Yonatan sebenarnya punya alasan
untuk iri terhadap Daud.00:08:27
00:08:27
Bayangkan, Yonatan-lah yang seharusnya
menjadi raja menggantikan Saul, ayahnya.00:08:32
00:08:32
Tapi, malah Daud yang akan jadi raja.00:08:35
00:08:35
Meski begitu, Yonatan tidak iri.00:08:38
00:08:38
Kenapa?00:08:39
00:08:40
Karena dia memiliki kasih
yang ”tidak mementingkan diri”. 00:08:43
00:08:44
Nah, Yonatan menunjukkan kasih
yang seperti itu kepada Yehuwa,00:08:50
00:08:50
kepada Daud, dan bahkan kepada ayahnya, Saul.00:08:54
00:08:54
Kita bisa belajar caranya jadi teman sejati
lewat teladan bagus Yonatan. 00:09:00
00:09:01
Kalau kita terus pikirkan
dan renungkan teladan Yonatan,00:09:05
00:09:05
kita akan temukan cara lain yang bisa kita tiru00:09:08
00:09:08
untuk menjalin dan mempertahankan
persahabatan dengan orang lain.00:09:12
00:09:12
Misalnya seperti Yonatan, kita mau bersabar
kepada semua teman dan keluarga kita,00:09:17
00:09:17
bukan hanya kepada beberapa dari mereka. 00:09:20
00:09:20
Dan dengan bantuan Yehuwa, seperti Yonatan,00:09:23
00:09:23
kita mau berupaya untuk jadi orang
yang tidak mementingkan diri,00:09:27
00:09:27
tapi mengutamakan kepentingan orang lain.00:09:30
00:09:30
Dan seperti Yonatan, kita juga mau
selalu mengutamakan kehendak Yehuwa00:09:35
00:09:35
dan mendukung semua keputusan-Nya,00:09:38
00:09:38
bukannya mengutamakan keinginan kita sendiri. 00:09:41
00:09:42
Punya persahabatan yang sejati itu
sangat penting dan sangat kita butuhkan.00:09:47
00:09:47
Nah, ingatkah Saudara,
apa fondasi persahabatan yang sejati?00:09:52
00:09:52
Itu adalah hubungan yang akrab dengan Yehuwa.00:09:55
00:09:55
Semakin kita akrab dengan Yehuwa,
semakin akrab juga kita dengan teman-teman kita,00:10:00
00:10:00
keluarga, saudara-saudari,
bahkan dengan Yesus!00:10:04
00:10:04
Keadaan dunia ini semakin lama semakin buruk.00:10:08
00:10:08
Karena itu, kita semua perlu jadi
teman yang sejati, sama seperti Yonatan. 00:10:13
Joel Dellinger: Jadilah Teman Sejati Seperti Yonatan (1 Sam. 18:1)
-
Joel Dellinger: Jadilah Teman Sejati Seperti Yonatan (1 Sam. 18:1)
Tema pembahasan hari ini:
”Jadilah Teman Sejati Seperti Yonatan”.
Tema ini diambil dari ayat harian kita,
yaitu 1 Samuel 18:1.
Coba kita buka ayatnya lagi.
Latar belakangnya:
Daud baru saja menang melawan Goliat.
Dan setelah peristiwa itu, Daud dan Yonatan
langsung menjadi teman yang sangat akrab.
Mari kita baca 1 Samuel 18:1:
”Begitu Daud selesai berbicara kepada Saul,
Yonatan dan Daud menjadi sahabat yang akrab,
dan Yonatan mulai menyayangi Daud
seperti dirinya sendiri.”
Pertanyaannya: Kenapa Daud dan Yonatan
bisa menjadi teman yang akrab?
Karena mereka berdua adalah orang yang rohani.
Sebelum mereka jadi teman,
mereka masing-masing sudah punya
hubungan yang akrab dengan Yehuwa.
Saya yakin saudara-saudari pasti setuju
bahwa kita bisa punya hubungan
yang akrab dengan seseorang
kalau kita sama-sama sudah punya hubungan
yang akrab dulu dengan Allah Yehuwa.
Misalnya, seperti peristiwa
yang dicatat di ayat hari ini,
Yonatan melihat sendiri bagaimana Yehuwa
membantu Daud untuk mengalahkan Goliat.
Waktu itu, Yonatan berusia sekitar 50 tahun,
dan dia adalah seorang putra raja
dan pejuang yang hebat.
Bayangkan Yonatan mendengarkan Daud,
yang usianya belum sampai 20 tahun,
menceritakan bagaimana waktu itu dia berhasil
mengalahkan Goliat dengan bantuan Yehuwa.
Kita tidak heran kenapa Yonatan dan banyak orang lainnya
senang dan sayang kepada Daud yang masih muda.
Daud bukan anak muda yang sok berani
atau yang suka melakukan hal nekat
supaya bisa terkenal.
Meski masih muda, Daud sudah terbukti
sebagai orang yang dewasa, orang yang rohani,
dan orang yang sangat beriman,
yang selalu mengandalkan Yehuwa.
Waktu Yonatan mendengarkan cerita Daud,
bisa jadi dia teringat peristiwa-peristiwa
yang dia alami bertahun-tahun sebelumnya.
Contohnya, Saudara mungkin ingat peristiwa waktu
Yonatan pergi menyerang pos orang-orang Filistin.
Saat itu, dia hanya berdua dengan pembawa senjatanya.
Mari lihat apa yang Yonatan katakan
di 1 Samuel 14:6,
”Bagi Yehuwa, tidak masalah untuk menyelamatkan
melalui banyak orang atau sedikit orang.”
Nah, apa pelajarannya?
Sama seperti Daud, Yonatan sangat yakin
bahwa dengan bantuan Yehuwa,
dua pria saja cukup untuk bisa menyerang
dan mengalahkan seluruh pasukan Filistin.
Dari sini, kita bisa lihat bahwa Yonatan dan Daud
bisa terus menjadi teman yang akrab
karena mereka berdua sama-sama
mengasihi Allah Yehuwa.
Dan memang, itulah yang membuat
persahabatan kita bertahan lama.
Jadi kalau kita mau punya teman-teman yang baik,
atau kita sendiri mau menjadi teman yang baik,
kita harus punya hubungan
yang akrab dulu dengan Yehuwa.
Itu adalah fondasi terkuat.
Nah, sekarang coba kita buka lagi
1 Samuel 18 dan baca ayat 3.
Dikatakan, ”Yonatan menyayangi [Daud]
seperti dirinya sendiri.”
Ada yang berpikir bahwa ayat itu memaksudkan
Yonatan dan Daud punya hubungan yang romantis.
Tapi, Alkitab menunjukkan bahwa
hal itu sama sekali tidak benar.
Perhatikan dua alasan berikut.
Pertama, di zaman Alkitab
dan dalam tradisi di Timur Tengah,
orang-orang menunjukkan kasih sayang
dengan saling memeluk dan mencium.
Itu bahkan dilakukan oleh sesama pria
yang adalah teman dekat atau keluarga.
Tapi, alasan yang kedua membuat kita lebih yakin
bahwa mereka berdua tidak mungkin
punya hubungan romantis.
Apa itu?
Daud dan Yonatan sama-sama mengasihi Yehuwa
dan tahu perbuatan apa yang Yehuwa senangi dan benci.
Dari dulu sampai sekarang, Yehuwa melarang
segala bentuk percabulan, termasuk homoseksual.
1 Samuel 20:42 mengatakan
bahwa persahabatan mereka dibangun
di atas ’sumpah demi nama Yehuwa’.
Publikasi kita menjelaskan:
”Tidaklah masuk akal jika kita merasa bahwa
mereka punya hubungan homoseksual,
karena itu tidak sejalan dengan
fondasi utama dari persahabatan mereka.”
Kita semua tentu setuju, kan?
Nah, kita pasti terkesan dengan kasih yang
ditunjukkan Yonatan kepada Daud dan orang lain.
Dan kita pasti mau meniru kasih Yonatan.
Kenapa?
Karena Yonatan meniru Yehuwa
dalam hal menunjukkan kasih,
yaitu kasih yang tidak mementingkan diri.
Sekarang, mari buka Alkitab kita
di 1 Korintus pasal 13.
Kita akan baca ayat 4 sampai 8.
Di sini, ada 16 cara yang bisa kita lakukan
untuk meniru Yehuwa dalam menunjukkan kasih.
Nah, sambil membaca 1 Korintus 13:4-8,
mari bayangkan apa yang selama ini
Yonatan sudah lakukan.
”Orang yang punya kasih itu sabar dan baik hati.
Dia tidak iri hati, tidak membanggakan diri,
tidak menjadi sombong, tidak berlaku tidak sopan,
tidak mementingkan diri, dan tidak cepat marah.
Dia juga tidak menyimpan kekesalan.
Dia tidak bergembira karena hal-hal
yang tidak benar, tapi karena hal-hal yang benar.
Orang yang punya kasih
menanggung segala beban,
percaya segala sesuatu, selalu punya harapan,
dan bertekun menghadapi segala sesuatu.
Kasih tidak akan berakhir.”
Kasih yang Yonatan tunjukkan sesuai
dengan ayat yang tadi kita baca, ya.
Coba kita lihat lagi ayat 4,
bagian pertama, ”kasih itu sabar”.
Dalam bahasa aslinya, ini berarti ”tetap tenang
sewaktu menghadapi sesuatu dan tidak cepat marah”.
Jadi, apa yang akan dilakukan teman sejati?
Teman sejati tidak hanya bertahan
menghadapi situasi yang sulit,
tapi dia akan bertekun dengan sabar
dan berharap situasinya akan menjadi lebih baik.
Itulah yang Yonatan lakukan.
Bayangkan situasi sulit yang Yonatan hadapi.
Yehuwa menolak ayahnya, Saul, tapi Yehuwa
masih mengizinkan Saul memerintah sebagai raja.
Waktu itu, Saul semakin menjauh dari Yehuwa,
tapi Yonatan tidak meninggalkan Saul.
Dia masih mau membantu ayahnya.
Yonatan bisa bersabar seperti itu
karena dia mengasihi ayahnya.
Kita bisa tahu hal itu dari catatan Alkitab
yang mengatakan bahwa Yonatan mendukung Saul
dalam peperangan melawan musuh-musuh Allah.
Selain itu, Daud menulis begini tentang mereka:
’Saul dan Yonatan tidak terpisah dalam kematian.’
Tapi, bagaimana waktu Yonatan tahu bahwa
ayahnya bertekad untuk membunuh Daud
sampai mengumpulkan semua prajuritnya
untuk mencari Daud ke mana-mana?
Apakah Yonatan ikut-ikutan?
Alkitab memang tidak mencatat hal itu,
tapi jelas, Yonatan tidak mendukung
upaya Saul untuk membunuh Daud.
Kenapa?
Karena Yonatan tidak mau melanggar prinsip Allah.
Seperti yang disebutkan di 1 Korintus 13:6,
Yonatan tidak mau dan tidak akan
”bergembira karena hal-hal yang tidak benar”.
Yonatan setia kepada Yehuwa, kepada Daud,
dan kepada sumpah yang dia buat bersama Daud.
1 Korintus 13:4 bilang: ’Kasih itu baik hati.’
Yonatan juga seperti itu, ya.
Di saat-saat paling berat dalam hidup Daud,
Yonatan ada di sisinya.
1 Samuel 23:16 bilang
kalau Yonatan ”menemui Daud” dan ”membantu dia
memperkuat keyakinannya kepada Yehuwa”.
Yonatan juga membantu Daud
agar tidak dibunuh oleh Saul.
Persahabatan seperti ini bisa terjadi karena mereka
punya hubungan yang akrab dengan Yehuwa.
Selain sabar dan baik hati, kasih juga ”tidak iri hati”.
Yonatan sebenarnya punya alasan
untuk iri terhadap Daud.
Bayangkan, Yonatan-lah yang seharusnya
menjadi raja menggantikan Saul, ayahnya.
Tapi, malah Daud yang akan jadi raja.
Meski begitu, Yonatan tidak iri.
Kenapa?
Karena dia memiliki kasih
yang ”tidak mementingkan diri”.
Nah, Yonatan menunjukkan kasih
yang seperti itu kepada Yehuwa,
kepada Daud, dan bahkan kepada ayahnya, Saul.
Kita bisa belajar caranya jadi teman sejati
lewat teladan bagus Yonatan.
Kalau kita terus pikirkan
dan renungkan teladan Yonatan,
kita akan temukan cara lain yang bisa kita tiru
untuk menjalin dan mempertahankan
persahabatan dengan orang lain.
Misalnya seperti Yonatan, kita mau bersabar
kepada semua teman dan keluarga kita,
bukan hanya kepada beberapa dari mereka.
Dan dengan bantuan Yehuwa, seperti Yonatan,
kita mau berupaya untuk jadi orang
yang tidak mementingkan diri,
tapi mengutamakan kepentingan orang lain.
Dan seperti Yonatan, kita juga mau
selalu mengutamakan kehendak Yehuwa
dan mendukung semua keputusan-Nya,
bukannya mengutamakan keinginan kita sendiri.
Punya persahabatan yang sejati itu
sangat penting dan sangat kita butuhkan.
Nah, ingatkah Saudara,
apa fondasi persahabatan yang sejati?
Itu adalah hubungan yang akrab dengan Yehuwa.
Semakin kita akrab dengan Yehuwa,
semakin akrab juga kita dengan teman-teman kita,
keluarga, saudara-saudari,
bahkan dengan Yesus!
Keadaan dunia ini semakin lama semakin buruk.
Karena itu, kita semua perlu jadi
teman yang sejati, sama seperti Yonatan.
-