00:00:01
Ayat hari ini, di Filipi 2:13,00:00:05
00:00:05
bisa sangat menguatkan kita
waktu kita merasa kecil hati.00:00:09
00:00:10
Dikatakan, ”Allah sendirilah yang menggerakkan kalian,00:00:15
00:00:15
yaitu memberi kalian keinginan dan kekuatan
untuk melakukan semua yang Dia sukai.”00:00:22
00:00:23
Kita belajar dua hal dari ayat ini.00:00:26
00:00:26
Pertama, Yehuwa mau membantu kita,00:00:29
00:00:30
membantu kita ’melakukan apa yang Dia sukai’.00:00:33
00:00:33
Dan kedua,00:00:34
00:00:34
Dia akan memberi kita kekuatan.00:00:38
00:00:38
Ini kekuatan yang berasal dari kuasa kudus,
kuasa yang paling luar biasa di seluruh alam semesta.00:00:45
00:00:46
Kita tahu, sampai kapan pun,
Yehuwa adalah Sahabat kita yang terbaik,00:00:52
00:00:52
dan kita mau berupaya sebisa-bisanya
mempertahankan persahabatan kita dengan Dia.00:00:59
00:01:00
Tapi, kita tahu Setan berupaya
merusak persahabatan kita dengan Yehuwa.00:01:06
00:01:07
Bagaimana caranya?00:01:08
00:01:08
Dia memanfaatkan kesulitan dan masalah yang kita alami.00:01:14
00:01:15
Mari lihat hal ini di 1 Tesalonika 3.00:01:20
00:01:21
Kita baca 1 Tesalonika 3:2-4.00:01:26
00:01:28
Dikatakan,00:01:29
00:01:30
”Dan kami mengutus Timotius, yang
adalah saudara kita dan pelayan Allah00:01:35
00:01:35
yang memberitakan kabar baik tentang Kristus, untuk
meneguhkan dan menghibur kalian demi iman kalian,00:01:41
00:01:42
supaya tidak seorang pun goyah karena
kesengsaraan-kesengsaraan ini.00:01:47
00:01:47
Kalian sendiri tahu bahwa kita tidak bisa
menghindari kesengsaraan seperti itu.00:01:52
00:01:53
Sewaktu masih bersama kalian,00:01:55
00:01:55
kami sering memberi tahu kalian sebelumnya
bahwa kita akan mengalami kesengsaraan,00:02:01
00:02:01
dan seperti yang kalian tahu, itulah yang terjadi.”00:02:04
00:02:07
Tujuan Setan menganiaya kita
adalah supaya kita ”goyah”.00:02:13
00:02:14
Apa maksudnya?00:02:16
00:02:16
Yang Setan serang adalah perasaan, atau hati, kita.00:02:22
00:02:23
Dia mau kita ragu atau bahkan
tidak percaya lagi kepada Yehuwa.00:02:29
00:02:30
Setan mau kita merasa sangat sedih,00:02:33
00:02:34
sangat sedih sampai-sampai
kita berhenti melayani Yehuwa.00:02:39
00:02:39
Dan kadang, mungkin kita merasa kecil hati.00:02:43
00:02:43
Nah, Setan mau kita mulai berpikir bahwa
Yehuwa yang membuat kita punya banyak masalah.00:02:49
00:02:49
Dia pelan-pelan merusak cara
berpikir kita sehingga kita mulai ragu00:02:55
00:02:55
dan bertanya-tanya,
’Kenapa Yehuwa biarkan saya alami ini?’00:02:59
00:03:01
’Saya salah apa?’00:03:03
00:03:04
’Apa Yehuwa lagi marah sama saya?00:03:09
00:03:09
Apa Yehuwa masih sayang saya?’00:03:12
00:03:13
Waktu kesulitan terus menerus datang,00:03:16
00:03:16
kita bisa sangat kecil hati sampai
rasanya mau menyerah saja.00:03:21
00:03:21
Kita mungkin merasa seperti Nabi Elia
waktu dia melarikan diri dari Ratu Izebel.00:03:29
00:03:30
Dia ada di padang belantara.00:03:32
00:03:32
Dia duduk di bawah pohon dan berkata
kepada Yehuwa, ’Ambil saja nyawaku.’00:03:38
00:03:39
Rasanya dia ingin mati saja.00:03:42
00:03:42
Lalu Yehuwa mengirim malaikatnya,
dan Dia memberi Elia air dan roti.00:03:48
00:03:48
Elia, yang saat itu sedang lemah,00:03:50
00:03:50
bisa melanjutkan lagi perjalanannya dan
berjalan sejauh 500 km ke Gunung Horeb00:03:57
00:03:58
selama 40 hari 40 malam tanpa makanan dan minuman.00:04:03
00:04:04
Di sana, Yehuwa menghibur Elia,
menguatkan dia, dan memberi Elia tugas baru.00:04:10
00:04:10
Yehuwa meyakinkan Elia bahwa Dia sangat disayangi.00:04:14
00:04:15
Elia pun sanggup menjalankan tugas dari Yehuwa.00:04:18
00:04:20
Nah, sekarang pun Yehuwa tahu persis
apa yang kita alami dan bagaimana perasaan kita.00:04:27
00:04:27
Dia mau kita hidup selamanya.00:04:30
00:04:30
Itu sebabnya Yehuwa buat pengorbanan
besar untuk menyediakan tebusan bagi kita.00:04:36
00:04:36
Jadi, bagaimana sikap kita
sewaktu menghadapi kesulitan?00:04:41
00:04:41
Di Filipi 2, Rasul Paulus menjelaskan
bagaimana kita bisa belajar dari teladan Yesus,00:04:48
00:04:48
bagaimana sikap Yesus sewaktu menghadapi
kesulitan, dan bagaimana dia mengatasinya.00:04:52
00:04:52
Mari baca Filipi 2, mulai dari ayat 5.00:04:56
00:04:57
Dikatakan, ”Miliki pikiran dan sikap ini dalam diri kalian,00:05:02
00:05:02
yang sama dengan yang dimiliki Kristus Yesus.00:05:05
00:05:06
Walaupun dia seperti Allah [walaupun
dia seperti Allah],” ayat 7 mengatakan,00:05:13
00:05:13
”Dia malah melepaskan segala yang
dia miliki dan menjadi seperti budak.00:05:18
00:05:18
Dia menjadi manusia.”00:05:19
00:05:20
Dia meninggalkan kedudukannya di surga.00:05:23
00:05:23
Dia ”melepaskan segala yang dia miliki”.00:05:26
00:05:27
Dia menjadi bayi.00:05:28
00:05:29
Lalu, dia bertumbuh sebagai
manusia dan menjadi dewasa.00:05:32
00:05:32
Tapi, itu masih tidak ada apa-apanya00:05:35
00:05:35
kalau dibandingkan dengan kedudukan yang
dia miliki sebelumnya di surga sebagai ”Mikhael,00:05:40
00:05:40
salah satu pemimpin yang tertinggi” di surga.00:05:43
00:05:46
Dan coba kita lihat di ayat 8,
”Malah, ketika menjadi manusia,00:05:50
00:05:51
[perhatikan kesulitan apa lagi
yang Yesus hadapi, dikatakan,]00:05:56
00:05:56
dia merendahkan dirinya dan taat
sampai mati, bahkan mati di tiang siksaan.”00:06:02
00:06:03
Ini tidak mudah untuk Yesus.00:06:06
00:06:07
Mari kita lihat seberapa sulit
situasinya untuk Yesus di Lukas pasal 22.00:06:14
00:06:14
Di Lukas 22, kalau kita baca di ayat 42, Yesus bilang,00:06:21
00:06:21
”Bapak, kalau Engkau mau,
singkirkanlah cawan ini dariku.00:06:29
00:06:30
Tapi, biarlah yang terjadi bukan
kehendakku, tapi kehendak-Mu.” 00:06:36
00:06:37
Sikap Yesus luar biasa!00:06:40
00:06:40
”Lalu ada malaikat yang datang
dari surga dan menguatkan dia.”00:06:44
00:06:44
Meski begitu, ayat 44 mengatakan,00:06:47
00:06:47
”Tapi dia merasa sangat susah sehingga
dia terus berdoa lebih sungguh-sungguh.00:06:53
00:06:53
Keringatnya pun menjadi seperti
darah yang menetes ke tanah.”00:06:58
00:06:59
Jadi bayangkan, Yesus sangat menderita.00:07:03
00:07:04
Tapi sekarang, mari baca ayat 45.00:07:07
00:07:07
”Ketika selesai berdoa,00:07:09
00:07:12
dia pergi kepada murid-muridnya.”00:07:15
00:07:15
Nah, perhatikan kata-katanya
di ayat 46, ”Kenapa kalian tidur?00:07:19
00:07:19
Bangun dan teruslah berdoa, supaya
kalian tidak menyerah pada godaan.”00:07:24
00:07:24
Jadi, Yehuwa menguatkan Yesus00:07:26
00:07:27
sehingga Yesus bisa melanjutkan tugasnya
dan bahkan menguatkan murid-muridnya.00:07:31
00:07:33
Sekarang, coba kita kembali ke Filipi 200:07:36
00:07:36
dan perhatikan bagaimana
Yehuwa memberkati kesetiaan Yesus.00:07:39
00:07:39
Filipi 2:9 mengatakan,00:07:42
00:07:44
”Karena itulah Allah memberi dia
kedudukan yang lebih tinggi dari sebelumnya,00:07:50
00:07:50
dan dengan baik hati memberinya nama
yang lebih tinggi daripada semua nama.”00:07:55
00:07:56
Jadi, tadi kita lihat bagaimana Yehuwa
membantu dan menguatkan Yesus.00:08:00
00:08:00
Dan sekarang, Yehuwa memberkatinya,
membuat Yesus tidak bisa mati lagi00:08:05
00:08:05
dan memberi Yesus kedudukan yang lebih
tinggi di surga dibandingkan sebelumnya.00:08:10
00:08:11
Yesus akan memusnahkan Setan,
mengganti dunia yang jahat ini dengan bumi baru,00:08:19
00:08:20
membangkitkan miliaran orang,00:08:22
00:08:23
dan memberi mereka kehidupan abadi.00:08:26
00:08:26
Yesus bisa lakukan ini karena sudah
dibantu dan dikuatkan kuasa kudus Yehuwa.00:08:31
00:08:33
Sekarang, bagaimana dengan kita?00:08:37
00:08:37
Apa yang Yehuwa inginkan dari kita?00:08:40
00:08:41
Mari kita baca bersama Filipi 2:12.00:08:45
00:08:45
Filipi 2:12, bagian akhirnya mengatakan,00:08:49
00:08:49
”Teruslah upayakan keselamatan kalian
dengan perasaan takut dan gentar.”00:08:54
00:08:55
”Keselamatan kalian.”00:08:57
00:08:57
Kita sendiri yang harus mengupayakannya.00:09:00
00:09:01
Tapi juga dikatakan ”dengan perasaan takut dan gentar”.00:09:05
00:09:05
Kalau kita sendiri sudah kuat,
kita tidak perlu merasa begitu, kan?00:09:09
00:09:10
Jadi memang, kita perlu mengandalkan Yehuwa.00:09:13
00:09:13
Yehuwa tahu kita tidak sempurna dan lemah,00:09:16
00:09:16
tapi Dia bisa memberi kita ”keinginan dan
kekuatan” untuk mengandalkan Dia.00:09:22
00:09:23
Ikuti dua hal yang Yesus lakukan:00:09:25
00:09:26
Dia melakukan apa Yehuwa inginkan, dan
dia berdoa dengan lebih sungguh-sungguh.00:09:32
00:09:32
Jadi kesimpulannya, ada empat hal:00:09:36
00:09:36
Pertama, Yehuwa ingin kita berhasil melakukan semua yang Dia sukai.00:09:41
00:09:42
Kedua,00:09:43
00:09:43
Dia memberi kita kuasa kudus, kuasa
yang paling luar biasa di alam semesta.00:09:49
00:09:49
Ketiga, Dia memberi kita keinginan
untuk melakukan kehendak-Nya,00:09:54
00:09:54
dan keempat, kekuatan untuk
melakukan kehendak-Nya.00:09:58
00:09:58
Ya, seperti kata-kata Paulus di Filipi 4:13,00:10:02
00:10:02
”Saya sanggup menghadapi segala sesuatu
dengan kekuatan yang saya dapatkan dari Allah.”00:10:08
Izak Marais: Yehuwa Memberi Kita Keinginan dan Kekuatan untuk Bertindak (Flp. 2:13)
-
Izak Marais: Yehuwa Memberi Kita Keinginan dan Kekuatan untuk Bertindak (Flp. 2:13)
Ayat hari ini, di Filipi 2:13,
bisa sangat menguatkan kita
waktu kita merasa kecil hati.
Dikatakan, ”Allah sendirilah yang menggerakkan kalian,
yaitu memberi kalian keinginan dan kekuatan
untuk melakukan semua yang Dia sukai.”
Kita belajar dua hal dari ayat ini.
Pertama, Yehuwa mau membantu kita,
membantu kita ’melakukan apa yang Dia sukai’.
Dan kedua,
Dia akan memberi kita kekuatan.
Ini kekuatan yang berasal dari kuasa kudus,
kuasa yang paling luar biasa di seluruh alam semesta.
Kita tahu, sampai kapan pun,
Yehuwa adalah Sahabat kita yang terbaik,
dan kita mau berupaya sebisa-bisanya
mempertahankan persahabatan kita dengan Dia.
Tapi, kita tahu Setan berupaya
merusak persahabatan kita dengan Yehuwa.
Bagaimana caranya?
Dia memanfaatkan kesulitan dan masalah yang kita alami.
Mari lihat hal ini di 1 Tesalonika 3.
Kita baca 1 Tesalonika 3:2-4.
Dikatakan,
”Dan kami mengutus Timotius, yang
adalah saudara kita dan pelayan Allah
yang memberitakan kabar baik tentang Kristus, untuk
meneguhkan dan menghibur kalian demi iman kalian,
supaya tidak seorang pun goyah karena
kesengsaraan-kesengsaraan ini.
Kalian sendiri tahu bahwa kita tidak bisa
menghindari kesengsaraan seperti itu.
Sewaktu masih bersama kalian,
kami sering memberi tahu kalian sebelumnya
bahwa kita akan mengalami kesengsaraan,
dan seperti yang kalian tahu, itulah yang terjadi.”
Tujuan Setan menganiaya kita
adalah supaya kita ”goyah”.
Apa maksudnya?
Yang Setan serang adalah perasaan, atau hati, kita.
Dia mau kita ragu atau bahkan
tidak percaya lagi kepada Yehuwa.
Setan mau kita merasa sangat sedih,
sangat sedih sampai-sampai
kita berhenti melayani Yehuwa.
Dan kadang, mungkin kita merasa kecil hati.
Nah, Setan mau kita mulai berpikir bahwa
Yehuwa yang membuat kita punya banyak masalah.
Dia pelan-pelan merusak cara
berpikir kita sehingga kita mulai ragu
dan bertanya-tanya,
’Kenapa Yehuwa biarkan saya alami ini?’
’Saya salah apa?’
’Apa Yehuwa lagi marah sama saya?
Apa Yehuwa masih sayang saya?’
Waktu kesulitan terus menerus datang,
kita bisa sangat kecil hati sampai
rasanya mau menyerah saja.
Kita mungkin merasa seperti Nabi Elia
waktu dia melarikan diri dari Ratu Izebel.
Dia ada di padang belantara.
Dia duduk di bawah pohon dan berkata
kepada Yehuwa, ’Ambil saja nyawaku.’
Rasanya dia ingin mati saja.
Lalu Yehuwa mengirim malaikatnya,
dan Dia memberi Elia air dan roti.
Elia, yang saat itu sedang lemah,
bisa melanjutkan lagi perjalanannya dan
berjalan sejauh 500 km ke Gunung Horeb
selama 40 hari 40 malam tanpa makanan dan minuman.
Di sana, Yehuwa menghibur Elia,
menguatkan dia, dan memberi Elia tugas baru.
Yehuwa meyakinkan Elia bahwa Dia sangat disayangi.
Elia pun sanggup menjalankan tugas dari Yehuwa.
Nah, sekarang pun Yehuwa tahu persis
apa yang kita alami dan bagaimana perasaan kita.
Dia mau kita hidup selamanya.
Itu sebabnya Yehuwa buat pengorbanan
besar untuk menyediakan tebusan bagi kita.
Jadi, bagaimana sikap kita
sewaktu menghadapi kesulitan?
Di Filipi 2, Rasul Paulus menjelaskan
bagaimana kita bisa belajar dari teladan Yesus,
bagaimana sikap Yesus sewaktu menghadapi
kesulitan, dan bagaimana dia mengatasinya.
Mari baca Filipi 2, mulai dari ayat 5.
Dikatakan, ”Miliki pikiran dan sikap ini dalam diri kalian,
yang sama dengan yang dimiliki Kristus Yesus.
Walaupun dia seperti Allah [walaupun
dia seperti Allah],” ayat 7 mengatakan,
”Dia malah melepaskan segala yang
dia miliki dan menjadi seperti budak.
Dia menjadi manusia.”
Dia meninggalkan kedudukannya di surga.
Dia ”melepaskan segala yang dia miliki”.
Dia menjadi bayi.
Lalu, dia bertumbuh sebagai
manusia dan menjadi dewasa.
Tapi, itu masih tidak ada apa-apanya
kalau dibandingkan dengan kedudukan yang
dia miliki sebelumnya di surga sebagai ”Mikhael,
salah satu pemimpin yang tertinggi” di surga.
Dan coba kita lihat di ayat 8,
”Malah, ketika menjadi manusia,
[perhatikan kesulitan apa lagi
yang Yesus hadapi, dikatakan,]
dia merendahkan dirinya dan taat
sampai mati, bahkan mati di tiang siksaan.”
Ini tidak mudah untuk Yesus.
Mari kita lihat seberapa sulit
situasinya untuk Yesus di Lukas pasal 22.
Di Lukas 22, kalau kita baca di ayat 42, Yesus bilang,
”Bapak, kalau Engkau mau,
singkirkanlah cawan ini dariku.
Tapi, biarlah yang terjadi bukan
kehendakku, tapi kehendak-Mu.”
Sikap Yesus luar biasa!
”Lalu ada malaikat yang datang
dari surga dan menguatkan dia.”
Meski begitu, ayat 44 mengatakan,
”Tapi dia merasa sangat susah sehingga
dia terus berdoa lebih sungguh-sungguh.
Keringatnya pun menjadi seperti
darah yang menetes ke tanah.”
Jadi bayangkan, Yesus sangat menderita.
Tapi sekarang, mari baca ayat 45.
”Ketika selesai berdoa,
dia pergi kepada murid-muridnya.”
Nah, perhatikan kata-katanya
di ayat 46, ”Kenapa kalian tidur?
Bangun dan teruslah berdoa, supaya
kalian tidak menyerah pada godaan.”
Jadi, Yehuwa menguatkan Yesus
sehingga Yesus bisa melanjutkan tugasnya
dan bahkan menguatkan murid-muridnya.
Sekarang, coba kita kembali ke Filipi 2
dan perhatikan bagaimana
Yehuwa memberkati kesetiaan Yesus.
Filipi 2:9 mengatakan,
”Karena itulah Allah memberi dia
kedudukan yang lebih tinggi dari sebelumnya,
dan dengan baik hati memberinya nama
yang lebih tinggi daripada semua nama.”
Jadi, tadi kita lihat bagaimana Yehuwa
membantu dan menguatkan Yesus.
Dan sekarang, Yehuwa memberkatinya,
membuat Yesus tidak bisa mati lagi
dan memberi Yesus kedudukan yang lebih
tinggi di surga dibandingkan sebelumnya.
Yesus akan memusnahkan Setan,
mengganti dunia yang jahat ini dengan bumi baru,
membangkitkan miliaran orang,
dan memberi mereka kehidupan abadi.
Yesus bisa lakukan ini karena sudah
dibantu dan dikuatkan kuasa kudus Yehuwa.
Sekarang, bagaimana dengan kita?
Apa yang Yehuwa inginkan dari kita?
Mari kita baca bersama Filipi 2:12.
Filipi 2:12, bagian akhirnya mengatakan,
”Teruslah upayakan keselamatan kalian
dengan perasaan takut dan gentar.”
”Keselamatan kalian.”
Kita sendiri yang harus mengupayakannya.
Tapi juga dikatakan ”dengan perasaan takut dan gentar”.
Kalau kita sendiri sudah kuat,
kita tidak perlu merasa begitu, kan?
Jadi memang, kita perlu mengandalkan Yehuwa.
Yehuwa tahu kita tidak sempurna dan lemah,
tapi Dia bisa memberi kita ”keinginan dan
kekuatan” untuk mengandalkan Dia.
Ikuti dua hal yang Yesus lakukan:
Dia melakukan apa Yehuwa inginkan, dan
dia berdoa dengan lebih sungguh-sungguh.
Jadi kesimpulannya, ada empat hal:
Pertama, Yehuwa ingin kita berhasil melakukan semua yang Dia sukai.
Kedua,
Dia memberi kita kuasa kudus, kuasa
yang paling luar biasa di alam semesta.
Ketiga, Dia memberi kita keinginan
untuk melakukan kehendak-Nya,
dan keempat, kekuatan untuk
melakukan kehendak-Nya.
Ya, seperti kata-kata Paulus di Filipi 4:13,
”Saya sanggup menghadapi segala sesuatu
dengan kekuatan yang saya dapatkan dari Allah.”
-