00:00:01
Kebanyakan pemerintahan sekarang punya konstitusi,00:00:05
00:00:05
yaitu sederetan aturan dasar00:00:08
00:00:08
dan prinsip-prinsip yang dibuat oleh para
pejabat pemerintah tentang suatu negara.00:00:14
00:00:14
Di dalam konstitusi biasanya juga
dibahas hak-hak setiap warga negara.00:00:19
00:00:20
Nah, kalau seseorang tanya,
”Apa prinsip dasar dari Kerajaan Allah?”00:00:24
00:00:25
Saudara akan jawab apa?00:00:26
00:00:28
Mungkin kita akan bilang,00:00:31
00:00:31
”Ya, pada dasarnya itu kasih kepada Allah dan sesama.”00:00:35
00:00:35
Nah, salah satunya dibahas
dalam ayat harian kita hari ini.00:00:38
00:00:39
Mari saudara-saudari kita baca Yakobus 2:8.00:00:44
00:00:44
Perhatikan, katanya:00:00:46
00:00:46
”Kalau kalian menjalankan
hukum raja sesuai dengan ayat,00:00:50
00:00:50
’Kasihilah sesamamu seperti
dirimu sendiri,’ itu bagus.”00:00:56
00:00:56
”Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”00:00:59
00:01:00
Berapa banyak pemerintahan yang menggunakan
kata ”kasih” di dalam hukum mereka?00:01:05
00:01:06
Mungkin hampir tidak ada.00:01:08
00:01:08
Tapi, Yakobus menggambarkan kasih
kepada sesama sebagai ”hukum raja”.00:01:13
00:01:13
Jadi, kedua Raja kita, Yehuwa dan Yesus,00:01:16
00:01:16
berhak membuat hukum yang
mengatur hubungan sesama manusia.00:01:20
00:01:20
Jadi, masuk akal ya Yehuwa dan
Yesus mau kita mengasih sesama00:01:24
00:01:24
karena itu bisa membuat kita dan sesama
rakyat Kerajaan Allah damai dan bersatu.00:01:28
00:01:28
Dan memang, begitulah seharusnya keadaan
orang-orang yang dipimpin oleh Kristus.00:01:33
00:01:33
Dan sebenarnya, kalau orang-orang
saling mengasihi, saling membantu,00:01:37
00:01:37
pemerintah tidak perlu buat begitu banyak hukum
yang mengatur hak-hak setiap warga negara00:01:42
00:01:42
karena orang-orang jadi tidak terlalu
fokus lagi sama hak pribadi mereka.00:01:46
00:01:46
Nah, bagaimana caranya kita menunjukkan
bahwa kita mengasihi sesama?00:01:51
00:01:51
Mari belajar dari kisah Daud yang
dicatat di 2 Samuel pasal 17.00:01:58
00:01:59
Saat itu, Raja Daud sedang melarikan diri
dan bersamanya ada ribuan hambanya.00:02:05
00:02:05
Daud melarikan diri dari putranya, Absalom,00:02:08
00:02:08
karena Absalom ingin membunuhnya
dan merebut takhtanya sebagai raja.00:02:13
00:02:14
Jadi, Daud pergi ke arah utara, ke Sungai Yordan,00:02:17
00:02:17
dan tiba di Mahanaim,
kota berbenteng yang lokasinya strategis.00:02:22
00:02:22
Nah, apakah para penduduk
Mahanaim siap menyambut00:02:25
00:02:25
ribuan orang yang melarikan diri dari Absalom ini,00:02:29
00:02:29
ribuan orang yang kelelahan?00:02:31
00:02:32
Siapa yang akan mengurus orang-orang ini,
yang akan menyediakan kebutuhan mereka?00:02:36
00:02:36
Siapa yang akan menunjukkan kasih kepada mereka?00:02:39
00:02:39
Jawabannya ada di ayat 27.00:02:42
00:02:42
”Begitu Daud tiba di Mahanaim,
Syobi anak Nahas dari Raba daerah orang Ammon,00:02:48
00:02:48
bersama Makhir anak Amiel dari Lo-debar,00:02:51
00:02:51
dan Barzilai orang Gilead dari Rogelim00:02:54
00:02:54
datang membawakan tempat tidur, baskom,
wadah dari tanah liat, gandum, barli, tepung,00:03:01
00:03:01
biji-bijian panggang, kacang babi, miju, biji-bijian
yang dikeringkan, madu, mentega, domba, dan keju.00:03:08
00:03:08
Mereka membawa semua itu untuk
Daud dan orang-orang yang bersamanya,00:03:12
00:03:13
karena mereka berkata,00:03:14
00:03:14
’Orang-orang itu lapar, lelah,
dan haus di padang belantara.’”00:03:19
00:03:20
Mereka tahu kebutuhan
orang-orang ini, dan mereka sediakan itu.00:03:24
00:03:24
Luar biasa!00:03:26
00:03:26
Mereka mengasihi sesama mereka.00:03:29
00:03:29
Masih ingat tadi Syobi, Makhir,
dan Barzilai datang dari mana?00:03:33
00:03:33
Raba, Lo-debar, dan Rogelim.00:03:36
00:03:36
Mereka rela datang ke Mahanaim meski
harus menempuh perjalanan lebih dari 30 kilometer.00:03:42
00:03:42
Untuk bisa datang ke Mahanaim dan
menunjukkan kasih kepada sesama,00:03:46
00:03:46
ketiga orang ini harus
menempuh perjalanan yang sulit.00:03:49
00:03:50
Apa yang mereka bawa?00:03:51
00:03:51
Semua yang dibutuhkan—tempat tidur,
baskom, wadah, biji-bijian,00:03:57
00:03:57
segala jenis makanan, daging, dan keju.00:04:00
00:04:00
Bayangkan betapa senangnya Daud
dan semua orang yang bersamanya!00:04:04
00:04:04
Tapi, bagaimana barang-barang tadi dibawa?00:04:07
00:04:07
Waktu itu tidak ada kereta atau truk.00:04:11
00:04:11
Bisa jadi, mereka bawa semuanya
pakai gerobak atau keledai.00:04:16
00:04:16
Dan, waktu itu juga lagi masa-masa perang.00:04:19
00:04:19
Mata-mata Absalom ada di seluruh Israel,00:04:22
00:04:22
dan orang-orang pasti lihat ketiga pria tadi
membawa barang-barang itu.00:04:26
00:04:26
Jadi Syobi, Makhir, dan Barzilai butuh keberanian
untuk menunjukkan kasih kepada sesama.00:04:33
00:04:33
Mereka bisa saja buat alasan,
”Ah, Mahanaim terlalu jauh.”00:04:37
00:04:38
Tapi tidak.00:04:39
00:04:40
Mereka berupaya menunjukkan kasih kepada
Daud dan orang-orang yang bersamanya.00:04:45
00:04:45
Mereka rela mengorbankan kenyamanan mereka.00:04:48
00:04:49
Kenapa?00:04:50
00:04:50
Apakah mereka berupaya mengambil hati Daud?00:04:53
00:04:54
Tidak.00:04:55
00:04:55
Kalau saudara-saudari ingat,00:04:57
00:04:57
belakangan Barzilai menolak undangan
Daud untuk tinggal di istana raja.00:05:02
00:05:02
Kelihatannya pria-pria yang setia ini
digerakkan oleh kuasa kudus,00:05:07
00:05:07
dan mereka memang mengasihi Daud
dan orang-orang yang bersamanya.00:05:10
00:05:10
Atau, mungkin mereka memikirkan
teladan Daud sendiri.00:05:14
00:05:14
Orang seperti apa Daud itu?00:05:16
00:05:17
Apakah dia orang yang pelit atau
murah hati dan penyayang?00:05:22
00:05:22
Jelas, kita semua pasti tahu jawabannya.00:05:25
00:05:25
Makhir juga pasti tahu
kebaikan hati Daud terhadap Mefibosyet.00:05:30
00:05:30
Dari mana kita tahu?00:05:32
00:05:32
Karena waktu Daud mengundang Mefibosyet untuk
makan bersamanya, di mejanya, di Yerusalem,00:05:39
00:05:39
saat itu Mefibosyet tinggal di rumah Makhir di Lo-debar.00:05:43
00:05:43
Sekarang, mari kita lihat teladan lain dari Daud
dalam hal menunjukkan kasih kepada sesama.00:05:50
00:05:50
Ini peristiwa sewaktu Daud membawa
Tabut Yehuwa ke Yerusalem.00:05:55
00:05:56
Mari baca kisahnya di 2 Samuel 6:18, 19:00:06:01
00:06:02
”Setelah selesai memberikan persembahan
bakaran dan persembahan persahabatan,00:06:06
00:06:06
Daud memberkati bangsa itu dengan
nama Yehuwa yang berbala tentara.00:06:11
00:06:11
Kemudian dia membagikan kepada seluruh
rakyat, kepada seluruh bangsa Israel,00:06:17
00:06:17
kepada setiap pria dan wanita, sebuah roti
berbentuk gelang, kue kurma, dan kue kismis.00:06:23
00:06:24
Setelah itu, mereka pulang
ke rumah masing-masing.”00:06:27
00:06:29
’Kepada seluruh rakyat, seluruh bangsa Israel.’00:06:32
00:06:33
Bisa bayangkan berapa banyak roti dan
kue kismis yang dibagikan saat itu?00:06:38
00:06:39
Daud dengan adil membagikan
makanan kepada seluruh orang Israel.00:06:43
00:06:43
Di bawah judul ”Kue”,
buku Pemahaman mengatakan,00:06:46
00:06:46
”Bisa jadi pada zaman dahulu,00:06:48
00:06:48
paling tidak sebagian kue kismis
dibuat dari kismis dan tepung.”00:06:52
00:06:53
Mungkin mirip dengan kue
yang kita kenal sekarang ya.00:06:56
00:06:56
Pasti rasanya enak.00:06:57
00:06:58
Ya intinya, tidak soal kaya atau miskin,00:07:01
00:07:01
semua orang menerima hadiah makanan dari Daud ini.00:07:05
00:07:05
Siapa yang juga mungkin hadir di peristiwa itu?00:07:07
00:07:07
Bisa jadi Syobi, Makhir, dan Barzilai.00:07:10
00:07:10
Apakah kemurahan hati dan
kasih yang Daud tunjukkan ini00:07:14
00:07:14
yang belakangan menggerakkan mereka untuk
bermurah hati kepada Daud di Mahanaim?00:07:19
00:07:19
Bisa jadi.00:07:20
00:07:20
Kita tidak tahu pasti.00:07:22
00:07:22
Tapi yang pasti, Yehuwa melihat
kemurahan hati Daud, dan Dia menghargainya.00:07:27
00:07:27
Nah, apa pelajarannya untuk kita?00:07:29
00:07:29
Mari kita buka Alkitab kita.00:07:32
00:07:35
Kita akan baca 1 Yohanes 3:17, 18:00:07:40
00:07:41
”Kalau orang yang berkecukupan melihat saudaranya
butuh bantuan tapi tidak mau beriba hati kepadanya,00:07:48
00:07:49
mana mungkin dia mengasihi Allah?00:07:52
00:07:52
Anak-anak, kita harus mengasihi,00:07:55
00:07:56
bukan dengan kata-kata atau di bibir saja,
tapi dengan tindakan yang tulus.”00:08:04
00:08:05
Inilah yang kita lihat di antara umat Yehuwa sekarang.00:08:08
00:08:08
Nah, Rasul Paulus juga mengaitkan kasih
kepada sesama dengan kasih kepada Allah.00:08:14
00:08:14
Apa maksudnya?00:08:16
00:08:16
Waktu kita menunjukkan kasih
kepada saudara-saudari,00:08:19
00:08:19
kita juga menunjukkan kasih kepada Allah.00:08:21
00:08:21
Ya, kalau kita menunjukkan kasih
lewat ”tindakan yang tulus”,00:08:25
00:08:25
Yehuwa juga akan menjaga kita
seperti Dia menjaga Daud.00:08:28
00:08:28
Nah, kemungkinan Daud menulis Mazmur ke-41
waktu dia sedang melarikan diri dari Absalom.00:08:35
00:08:35
Mazmur 41:1 berisi kata-kata yang menghibur:00:08:39
00:08:39
”Bahagialah orang yang memperhatikan orang kecil.00:08:43
00:08:43
Yehuwa akan menyelamatkan dia di saat susah.”00:08:47
00:08:47
Ini jaminan dari Allah kita!00:08:50
00:08:50
Nah, apa buktinya bahwa organisasi Yehuwa,00:08:53
00:08:53
orang-orang yang adalah
rakyat dari Kerajaan Allah sekarang,00:08:56
00:08:56
menunjukkan kasih kepada sesama?00:08:58
00:08:58
Seperti yang kita mungkin tahu,00:09:00
00:09:00
dalam 15 bulan terakhir, ada
banyak bencana alam di seluruh dunia.00:09:05
00:09:06
Sejak Januari 2023,00:09:08
00:09:09
organisasi sudah mengeluarkan sekitar
190 miliar rupiah untuk bantuan kemanusiaan.00:09:16
00:09:17
Misalnya, lebih dari 8 miliar rupiah00:09:20
00:09:20
digunakan untuk memberikan bantuan kemanusiaan
kepada 13.500 saudara-saudari kita00:09:25
00:09:26
yang mengalami kekeringan yang parah di suatu negeri.00:09:28
00:09:29
Setiap orang menerima persediaan
makanan untuk empat bulan:00:09:32
00:09:33
25 kilogram jagung,00:09:35
00:09:35
3 kilogram kacang-kacangan,00:09:38
00:09:38
1 kilogram ikan kering,00:09:40
00:09:41
dan dua liter minyak goreng.00:09:43
00:09:43
”Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”00:09:46
00:09:46
Ya, umat Yehuwa di seluruh dunia meniru kasih Allah.00:09:50
00:09:50
Jadi, apa pelajarannya?00:09:52
00:09:52
Kita mengikuti hukum dan prinsip
yang diberikan Kerajaan Allah00:09:56
00:09:56
dengan menunjukkan kasih kepada sesama kita.00:09:59
00:09:59
Kadang, kita mungkin harus
berkorban untuk membantu orang lain.00:10:02
00:10:03
Tapi yakinlah, Yehuwa tidak akan pernah
meninggalkan kita saat kita ada masalah,00:10:07
00:10:07
Dan dia akan terus memberi kita kekuatan
untuk menunjukkan kasih kepada sesama.00:10:12
Gage Fleegle: Teruslah Tunjukkan Kasih kepada Sesama (Yak. 2:8)
-
Gage Fleegle: Teruslah Tunjukkan Kasih kepada Sesama (Yak. 2:8)
Kebanyakan pemerintahan sekarang punya konstitusi,
yaitu sederetan aturan dasar
dan prinsip-prinsip yang dibuat oleh para
pejabat pemerintah tentang suatu negara.
Di dalam konstitusi biasanya juga
dibahas hak-hak setiap warga negara.
Nah, kalau seseorang tanya,
”Apa prinsip dasar dari Kerajaan Allah?”
Saudara akan jawab apa?
Mungkin kita akan bilang,
”Ya, pada dasarnya itu kasih kepada Allah dan sesama.”
Nah, salah satunya dibahas
dalam ayat harian kita hari ini.
Mari saudara-saudari kita baca Yakobus 2:8.
Perhatikan, katanya:
”Kalau kalian menjalankan
hukum raja sesuai dengan ayat,
’Kasihilah sesamamu seperti
dirimu sendiri,’ itu bagus.”
”Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”
Berapa banyak pemerintahan yang menggunakan
kata ”kasih” di dalam hukum mereka?
Mungkin hampir tidak ada.
Tapi, Yakobus menggambarkan kasih
kepada sesama sebagai ”hukum raja”.
Jadi, kedua Raja kita, Yehuwa dan Yesus,
berhak membuat hukum yang
mengatur hubungan sesama manusia.
Jadi, masuk akal ya Yehuwa dan
Yesus mau kita mengasih sesama
karena itu bisa membuat kita dan sesama
rakyat Kerajaan Allah damai dan bersatu.
Dan memang, begitulah seharusnya keadaan
orang-orang yang dipimpin oleh Kristus.
Dan sebenarnya, kalau orang-orang
saling mengasihi, saling membantu,
pemerintah tidak perlu buat begitu banyak hukum
yang mengatur hak-hak setiap warga negara
karena orang-orang jadi tidak terlalu
fokus lagi sama hak pribadi mereka.
Nah, bagaimana caranya kita menunjukkan
bahwa kita mengasihi sesama?
Mari belajar dari kisah Daud yang
dicatat di 2 Samuel pasal 17.
Saat itu, Raja Daud sedang melarikan diri
dan bersamanya ada ribuan hambanya.
Daud melarikan diri dari putranya, Absalom,
karena Absalom ingin membunuhnya
dan merebut takhtanya sebagai raja.
Jadi, Daud pergi ke arah utara, ke Sungai Yordan,
dan tiba di Mahanaim,
kota berbenteng yang lokasinya strategis.
Nah, apakah para penduduk
Mahanaim siap menyambut
ribuan orang yang melarikan diri dari Absalom ini,
ribuan orang yang kelelahan?
Siapa yang akan mengurus orang-orang ini,
yang akan menyediakan kebutuhan mereka?
Siapa yang akan menunjukkan kasih kepada mereka?
Jawabannya ada di ayat 27.
”Begitu Daud tiba di Mahanaim,
Syobi anak Nahas dari Raba daerah orang Ammon,
bersama Makhir anak Amiel dari Lo-debar,
dan Barzilai orang Gilead dari Rogelim
datang membawakan tempat tidur, baskom,
wadah dari tanah liat, gandum, barli, tepung,
biji-bijian panggang, kacang babi, miju, biji-bijian
yang dikeringkan, madu, mentega, domba, dan keju.
Mereka membawa semua itu untuk
Daud dan orang-orang yang bersamanya,
karena mereka berkata,
’Orang-orang itu lapar, lelah,
dan haus di padang belantara.’”
Mereka tahu kebutuhan
orang-orang ini, dan mereka sediakan itu.
Luar biasa!
Mereka mengasihi sesama mereka.
Masih ingat tadi Syobi, Makhir,
dan Barzilai datang dari mana?
Raba, Lo-debar, dan Rogelim.
Mereka rela datang ke Mahanaim meski
harus menempuh perjalanan lebih dari 30 kilometer.
Untuk bisa datang ke Mahanaim dan
menunjukkan kasih kepada sesama,
ketiga orang ini harus
menempuh perjalanan yang sulit.
Apa yang mereka bawa?
Semua yang dibutuhkan—tempat tidur,
baskom, wadah, biji-bijian,
segala jenis makanan, daging, dan keju.
Bayangkan betapa senangnya Daud
dan semua orang yang bersamanya!
Tapi, bagaimana barang-barang tadi dibawa?
Waktu itu tidak ada kereta atau truk.
Bisa jadi, mereka bawa semuanya
pakai gerobak atau keledai.
Dan, waktu itu juga lagi masa-masa perang.
Mata-mata Absalom ada di seluruh Israel,
dan orang-orang pasti lihat ketiga pria tadi
membawa barang-barang itu.
Jadi Syobi, Makhir, dan Barzilai butuh keberanian
untuk menunjukkan kasih kepada sesama.
Mereka bisa saja buat alasan,
”Ah, Mahanaim terlalu jauh.”
Tapi tidak.
Mereka berupaya menunjukkan kasih kepada
Daud dan orang-orang yang bersamanya.
Mereka rela mengorbankan kenyamanan mereka.
Kenapa?
Apakah mereka berupaya mengambil hati Daud?
Tidak.
Kalau saudara-saudari ingat,
belakangan Barzilai menolak undangan
Daud untuk tinggal di istana raja.
Kelihatannya pria-pria yang setia ini
digerakkan oleh kuasa kudus,
dan mereka memang mengasihi Daud
dan orang-orang yang bersamanya.
Atau, mungkin mereka memikirkan
teladan Daud sendiri.
Orang seperti apa Daud itu?
Apakah dia orang yang pelit atau
murah hati dan penyayang?
Jelas, kita semua pasti tahu jawabannya.
Makhir juga pasti tahu
kebaikan hati Daud terhadap Mefibosyet.
Dari mana kita tahu?
Karena waktu Daud mengundang Mefibosyet untuk
makan bersamanya, di mejanya, di Yerusalem,
saat itu Mefibosyet tinggal di rumah Makhir di Lo-debar.
Sekarang, mari kita lihat teladan lain dari Daud
dalam hal menunjukkan kasih kepada sesama.
Ini peristiwa sewaktu Daud membawa
Tabut Yehuwa ke Yerusalem.
Mari baca kisahnya di 2 Samuel 6:18, 19:
”Setelah selesai memberikan persembahan
bakaran dan persembahan persahabatan,
Daud memberkati bangsa itu dengan
nama Yehuwa yang berbala tentara.
Kemudian dia membagikan kepada seluruh
rakyat, kepada seluruh bangsa Israel,
kepada setiap pria dan wanita, sebuah roti
berbentuk gelang, kue kurma, dan kue kismis.
Setelah itu, mereka pulang
ke rumah masing-masing.”
’Kepada seluruh rakyat, seluruh bangsa Israel.’
Bisa bayangkan berapa banyak roti dan
kue kismis yang dibagikan saat itu?
Daud dengan adil membagikan
makanan kepada seluruh orang Israel.
Di bawah judul ”Kue”,
buku <i>Pemahaman</i> mengatakan,
”Bisa jadi pada zaman dahulu,
paling tidak sebagian kue kismis
dibuat dari kismis dan tepung.”
Mungkin mirip dengan kue
yang kita kenal sekarang ya.
Pasti rasanya enak.
Ya intinya, tidak soal kaya atau miskin,
semua orang menerima hadiah makanan dari Daud ini.
Siapa yang juga mungkin hadir di peristiwa itu?
Bisa jadi Syobi, Makhir, dan Barzilai.
Apakah kemurahan hati dan
kasih yang Daud tunjukkan ini
yang belakangan menggerakkan mereka untuk
bermurah hati kepada Daud di Mahanaim?
Bisa jadi.
Kita tidak tahu pasti.
Tapi yang pasti, Yehuwa melihat
kemurahan hati Daud, dan Dia menghargainya.
Nah, apa pelajarannya untuk kita?
Mari kita buka Alkitab kita.
Kita akan baca 1 Yohanes 3:17, 18:
”Kalau orang yang berkecukupan melihat saudaranya
butuh bantuan tapi tidak mau beriba hati kepadanya,
mana mungkin dia mengasihi Allah?
Anak-anak, kita harus mengasihi,
bukan dengan kata-kata atau di bibir saja,
tapi dengan tindakan yang tulus.”
Inilah yang kita lihat di antara umat Yehuwa sekarang.
Nah, Rasul Paulus juga mengaitkan kasih
kepada sesama dengan kasih kepada Allah.
Apa maksudnya?
Waktu kita menunjukkan kasih
kepada saudara-saudari,
kita juga menunjukkan kasih kepada Allah.
Ya, kalau kita menunjukkan kasih
lewat ”tindakan yang tulus”,
Yehuwa juga akan menjaga kita
seperti Dia menjaga Daud.
Nah, kemungkinan Daud menulis Mazmur ke-41
waktu dia sedang melarikan diri dari Absalom.
Mazmur 41:1 berisi kata-kata yang menghibur:
”Bahagialah orang yang memperhatikan orang kecil.
Yehuwa akan menyelamatkan dia di saat susah.”
Ini jaminan dari Allah kita!
Nah, apa buktinya bahwa organisasi Yehuwa,
orang-orang yang adalah
rakyat dari Kerajaan Allah sekarang,
menunjukkan kasih kepada sesama?
Seperti yang kita mungkin tahu,
dalam 15 bulan terakhir, ada
banyak bencana alam di seluruh dunia.
Sejak Januari 2023,
organisasi sudah mengeluarkan sekitar
190 miliar rupiah untuk bantuan kemanusiaan.
Misalnya, lebih dari 8 miliar rupiah
digunakan untuk memberikan bantuan kemanusiaan
kepada 13.500 saudara-saudari kita
yang mengalami kekeringan yang parah di suatu negeri.
Setiap orang menerima persediaan
makanan untuk empat bulan:
25 kilogram jagung,
3 kilogram kacang-kacangan,
1 kilogram ikan kering,
dan dua liter minyak goreng.
”Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”
Ya, umat Yehuwa di seluruh dunia meniru kasih Allah.
Jadi, apa pelajarannya?
Kita mengikuti hukum dan prinsip
yang diberikan Kerajaan Allah
dengan menunjukkan kasih kepada sesama kita.
Kadang, kita mungkin harus
berkorban untuk membantu orang lain.
Tapi yakinlah, Yehuwa tidak akan pernah
meninggalkan kita saat kita ada masalah,
Dan dia akan terus memberi kita kekuatan
untuk menunjukkan kasih kepada sesama.
-