00:00:01
Ayat tahunan kita di 2023 adalah
Mazmur 119:160, yang mengatakan,00:00:10
00:00:10
”Dasar firman-Mu adalah kebenaran.”00:00:13
00:00:14
Dan memang benar, ya.00:00:15
00:00:15
Kita benar-benar dapat manfaat karena Yehuwa
sudah kasih kita Firman-Nya yang berharga, Alkitab.00:00:23
00:00:23
Alkitab adalah patokan untuk menentukan
apa yang benar dan apa yang salah.00:00:30
00:00:30
Nah, sekarang kita hidup di
zaman yang disebut Era Digital.00:00:35
00:00:36
Dulu, kita mungkin butuh berjam-jam atau bahkan
berhari-hari untuk dapatkan sebuah informasi.00:00:43
00:00:43
Tapi sekarang, sejak adanya internet,00:00:46
00:00:46
hanya dalam hitungan menit atau
bahkan hanya dalam hitungan detik,00:00:52
00:00:52
kita sudah bisa dapat informasi yang kita cari.00:00:56
00:00:56
Tapi, hanya karena ada banyak informasi
yang tersedia dan mudah didapat,00:01:03
00:01:03
tidak berarti semua informasi itu benar,
bisa dipercaya, atau didasarkan pada fakta sebenarnya.00:01:12
00:01:13
Menarik, di akhir tahun 2016,00:01:16
00:01:16
kamus Oxford memilih kata ”post-truth”
sebagai kata yang populer di tahun itu.00:01:22
00:01:22
Nah, apa maksudnya ”post-truth”?00:01:26
00:01:26
”Post-truth” adalah situasi di mana
orang-orang cenderung lebih percaya00:01:33
00:01:33
pada hal-hal yang sesuai dengan
perasaan dan apa yang mereka yakini00:01:38
00:01:38
daripada hal-hal yang berdasarkan fakta.00:01:42
00:01:43
Menarik ya?00:01:44
00:01:44
Jadi orang-orang memilih apa yang mereka mau
percayai berdasarkan perasaan atau apa yang mereka yakini.00:01:53
00:01:53
Ini berarti orang-orang sangat mudah dibohongi00:01:58
00:01:58
dengan informasi yang salah,00:02:00
00:02:01
khususnya kalau informasi itu sesuai
dengan pendapat pribadi mereka.00:02:08
00:02:08
Misalnya, ada tiga judul artikel.00:02:11
00:02:11
Mana yang menurut Saudara benar?00:02:15
00:02:16
”Minum Kopi Tiga Gelas Sehari
Bisa Menyebabkan Kanker Lambung”.00:02:20
00:02:21
Yang kedua, ”Minum Kopi Setiap Hari Bisa
Memperpanjang Umur dan Mengurangi Resiko Kena Stroke”.00:02:29
00:02:29
Dan yang ketiga, ”Menurut Penelitian, Teh Lebih
Efektif Mencegah Penyakit Jantung Daripada Kopi”.00:02:37
00:02:39
Jadi dari tiga judul artikel itu,
mana yang menurut Saudara benar?00:02:43
00:02:44
Menariknya, kebanyakan orang cenderung percaya
pada artikel yang cocok dengan pendapat pribadi mereka.00:02:50
00:02:50
Jadi kalau Saudara suka minum kopi,00:02:52
00:02:52
Saudara mungkin akan pilih artikel yang bilang
kalau minum kopi itu bagus untuk kesehatan.00:02:58
00:02:58
Kalau Saudara tidak suka minum kopi
dan bahkan mungkin pikir itu bahaya,00:03:02
00:03:02
Saudara mungkin akan pilih artikel
yang bilang bahwa kopi itu berbahaya.00:03:07
00:03:07
Dan kalau Saudara lebih suka minum teh daripada kopi,00:03:11
00:03:11
mungkin Saudara akan pilih artikel yang terakhir. 00:03:14
00:03:14
Jadi mana yang benar?00:03:16
00:03:17
Sebenarnya, enggak ada yang benar.00:03:19
00:03:19
Saya buat sendiri semua judul itu untuk
menunjukkan bahwa sangat mudah untuk percaya00:03:25
00:03:25
dengan apa yang mau kita percayai.00:03:27
00:03:28
Nah, bagaimana Alkitab bisa bantu kita?00:03:31
00:03:31
Memang Alkitab tidak bahas setiap situasi dalam kehidupan,00:03:36
00:03:37
tapi di Alkitab ada prinsip-prinsip00:03:41
00:03:41
yang bisa bantu kita memastikan apakah
informasi yang kita dapatkan itu benar atau salah.00:03:48
00:03:48
Di situs web kita, ada artikel yang bagus.00:03:52
00:03:52
Judulnya ”Jangan Tertipu Informasi yang Salah”.00:03:56
00:03:56
Mari kita bahas beberapa prinsip
Alkitab yang disebutkan di artikel itu.00:04:00
00:04:00
Prinsip yang pertama ada di Amsal 14:15.00:04:08
00:04:08
Dikatakan, ”Orang yang tak berpengalaman
percaya pada setiap perkataan,00:04:14
00:04:14
tapi orang cerdik mempertimbangkan setiap langkahnya.”00:04:18
00:04:18
Apa maksudnya?00:04:20
00:04:20
Apa yang dimaksud dengan
’mempertimbangkan setiap langkah’?00:04:24
00:04:24
Menurut sebuah referensi, ungkapan ini
berarti ”berhati-hati, waspada, atau siaga,00:04:32
00:04:32
supaya tidak sampai tertipu oleh informasi yang salah”.00:04:37
00:04:37
Itu nasihat yang sangat bagus.00:04:40
00:04:40
Sekarang, di dunia ini, ada banyak berita palsu.00:04:44
00:04:44
Bahkan ada yang namanya video deepfake.00:04:48
00:04:48
Saudara pernah dengar itu?00:04:50
00:04:50
Jadi orang yang membuat video deepfake itu,00:04:53
00:04:53
mereka ambil video politisi
atau orang lain yang terkenal,00:04:57
00:04:57
lalu mereka pakai teknologi untuk buat orang itu00:05:00
00:05:00
seolah-olah mengatakan sesuatu
yang sebenarnya tidak pernah dia katakan.00:05:05
00:05:05
Seram, ya?00:05:06
00:05:07
Kita harus hati-hati00:05:09
00:05:09
untuk tidak langsung menelan
semua informasi yang kita terima,00:05:13
00:05:13
terutama kalau itu cocok dengan pendapat kita.00:05:18
00:05:18
Nah mari bahas prinsip berikutnya, 1 Tesalonika 5:21.00:05:25
00:05:27
1 Tesalonika 5:21: ”Periksa segala sesuatu.00:05:33
00:05:33
Pastikan mana yang benar.”00:05:36
00:05:36
Nah, bagaimana kita bisa pastikan sebuah informasi itu benar?00:05:41
00:05:41
Ada dua pertanyaan yang bisa kita pikirkan.00:05:43
00:05:43
Yang pertama, dari mana sumber informasi ini?00:05:48
00:05:48
Hati-hati.00:05:50
00:05:50
Sebuah situs web mungkin
kelihatan meyakinkan.00:05:54
00:05:54
Tampilannya bagus, namanya juga keren.00:05:57
00:05:58
Tapi, itu tidak berarti informasinya pasti benar.00:06:02
00:06:02
Yang kedua, apakah ini
informasi yang terbaru dan akurat?00:06:07
00:06:08
Coba cari tanggalnya.00:06:10
00:06:10
Cari informasi yang bisa dipastikan
kebenarannya dengan sumber lain00:06:15
00:06:15
dan bukti-bukti yang mendukung pernyataan itu.00:06:19
00:06:19
Tapi, hati-hati.00:06:20
00:06:20
Sering kali bukti yang mendukung sebuah
pernyataan itu hanya diambil dari berbagai situs web lain00:06:28
00:06:28
yang juga menyebarkan informasi yang tidak benar.00:06:32
00:06:32
Jadi, hati-hati.00:06:35
00:06:35
Misalnya ada pernyataan,00:06:37
00:06:37
”Tiga dari empat dokter merekomendasikan produk ini.”00:06:41
00:06:41
Hmm.00:06:43
00:06:43
Apa maksudnya?00:06:44
00:06:44
Bisa jadi, itu berarti ada 1 juta dokter yang disurvei,00:06:50
00:06:50
dan 750.000, atau tiga perempat, dari antaranya setuju
bahwa produk ini bagus dan merekomendasikannya.00:06:59
00:06:59
Wah, luar biasa ya.00:07:01
00:07:01
Tapi, itu juga bisa berarti ada 8 dokter yang disurvei,00:07:06
00:07:06
dan 6 di antaranya setuju produk ini bagus.00:07:10
00:07:11
Apakah dua hal ini sama?00:07:13
00:07:13
Jelas tidak ya.00:07:15
00:07:15
Pastikan Saudara tahu
apa yang Saudara baca.00:07:18
00:07:18
Lalu pastikan mereka ini dokter apa.00:07:21
00:07:22
Anggap saja obat sakit jantung,00:07:24
00:07:24
tapi yang merekomendasikannya dokter gigi,
dokter mata, bahkan dokter hewan.00:07:29
00:07:30
Hati-hati.00:07:31
00:07:31
Sebuah informasi bisa dikemas sehingga itu
kedengarannya meyakinkan dan terpercaya.00:07:38
00:07:38
Pastikan Saudara tahu kebenarannya.00:07:41
00:07:41
Sekarang prinsip yang ketiga, Amsal 28:26.00:07:47
00:07:48
Amsal 28:26 mengatakan,00:07:51
00:07:51
”Orang yang percaya pada hatinya sendiri itu bodoh.”00:07:56
00:07:56
Wah, nasihatnya terus terang ya.00:07:59
00:07:59
Tapi, ini nasihat Alkitab.00:08:02
00:08:02
Artikel di situs web kita mengatakan,00:08:05
00:08:05
’Kalau ada informasi yang sesuai apa yang
kita harapkan, bisa jadi kita langsung percaya.’00:08:11
00:08:11
Jadi kita perlu pikirkan pertanyaan ini:00:08:14
00:08:14
’Apakah saya percaya informasi ini
hanya karena ini sesuai harapan saya?’00:08:20
00:08:20
Sekarang prinsip yang keempat, di Keluaran 23:1.00:08:27
00:08:28
Katanya, ”Jangan sebarkan berita yang tidak benar.”00:08:34
00:08:35
Nasihatnya terus terang dan jelas!00:08:38
00:08:38
Pelajarannya, jangan sebarkan sebuah informasi00:08:43
00:08:43
kecuali kita tahu betul itu benar.00:08:47
00:08:47
Itu tanggung jawab kita.00:08:49
00:08:49
Sering kali, lebih baik pencet
tombol hapus daripada tombol kirim.00:08:55
00:08:56
Jadi, apa kesimpulannya?00:08:58
00:08:58
Firman Allah adalah sumber kebenaran.00:09:02
00:09:02
Itu patokan untuk menentukan
yang benar dan yang salah.00:09:06
00:09:06
Memang Alkitab tidak bahas setiap bagian dalam kehidupan kita,00:09:10
00:09:10
tapi di Alkitab ada prinsip-prinsip
yang bantu kita memastikan00:09:14
00:09:14
apakah sebuah informasi itu benar atau salah.00:09:18
00:09:18
Yehuwa ’mengajar kita demi kebaikan kita’00:09:22
00:09:22
dengan membantu kita menolak informasi yang
tidak benar dan berpegang pada kebenaran.00:09:30
Mark Sanderson: Jangan Tertipu Informasi yang Salah (Mz. 119:160)
-
Mark Sanderson: Jangan Tertipu Informasi yang Salah (Mz. 119:160)
Ayat tahunan kita di 2023 adalah
Mazmur 119:160, yang mengatakan,
”Dasar firman-Mu adalah kebenaran.”
Dan memang benar, ya.
Kita benar-benar dapat manfaat karena Yehuwa
sudah kasih kita Firman-Nya yang berharga, Alkitab.
Alkitab adalah patokan untuk menentukan
apa yang benar dan apa yang salah.
Nah, sekarang kita hidup di
zaman yang disebut Era Digital.
Dulu, kita mungkin butuh berjam-jam atau bahkan
berhari-hari untuk dapatkan sebuah informasi.
Tapi sekarang, sejak adanya internet,
hanya dalam hitungan menit atau
bahkan hanya dalam hitungan detik,
kita sudah bisa dapat informasi yang kita cari.
Tapi, hanya karena ada banyak informasi
yang tersedia dan mudah didapat,
tidak berarti semua informasi itu benar,
bisa dipercaya, atau didasarkan pada fakta sebenarnya.
Menarik, di akhir tahun 2016,
kamus Oxford memilih kata <i>”post-truth”</i>
sebagai kata yang populer di tahun itu.
Nah, apa maksudnya <i>”post-truth”?</i>
<i>”Post-truth”</i> adalah situasi di mana
orang-orang cenderung lebih percaya
pada hal-hal yang sesuai dengan
perasaan dan apa yang mereka yakini
daripada hal-hal yang berdasarkan fakta.
Menarik ya?
Jadi orang-orang memilih apa yang mereka mau
percayai berdasarkan perasaan atau apa yang mereka yakini.
Ini berarti orang-orang sangat mudah dibohongi
dengan informasi yang salah,
khususnya kalau informasi itu sesuai
dengan pendapat pribadi mereka.
Misalnya, ada tiga judul artikel.
Mana yang menurut Saudara benar?
”Minum Kopi Tiga Gelas Sehari
Bisa Menyebabkan Kanker Lambung”.
Yang kedua, ”Minum Kopi Setiap Hari Bisa
Memperpanjang Umur dan Mengurangi Resiko Kena Stroke”.
Dan yang ketiga, ”Menurut Penelitian, Teh Lebih
Efektif Mencegah Penyakit Jantung Daripada Kopi”.
Jadi dari tiga judul artikel itu,
mana yang menurut Saudara benar?
Menariknya, kebanyakan orang cenderung percaya
pada artikel yang cocok dengan pendapat pribadi mereka.
Jadi kalau Saudara suka minum kopi,
Saudara mungkin akan pilih artikel yang bilang
kalau minum kopi itu bagus untuk kesehatan.
Kalau Saudara tidak suka minum kopi
dan bahkan mungkin pikir itu bahaya,
Saudara mungkin akan pilih artikel
yang bilang bahwa kopi itu berbahaya.
Dan kalau Saudara lebih suka minum teh daripada kopi,
mungkin Saudara akan pilih artikel yang terakhir.
Jadi mana yang benar?
Sebenarnya, enggak ada yang benar.
Saya buat sendiri semua judul itu untuk
menunjukkan bahwa sangat mudah untuk percaya
dengan apa yang mau kita percayai.
Nah, bagaimana Alkitab bisa bantu kita?
Memang Alkitab tidak bahas setiap situasi dalam kehidupan,
tapi di Alkitab ada prinsip-prinsip
yang bisa bantu kita memastikan apakah
informasi yang kita dapatkan itu benar atau salah.
Di situs web kita, ada artikel yang bagus.
Judulnya ”Jangan Tertipu Informasi yang Salah”.
Mari kita bahas beberapa prinsip
Alkitab yang disebutkan di artikel itu.
Prinsip yang pertama ada di Amsal 14:15.
Dikatakan, ”Orang yang tak berpengalaman
percaya pada setiap perkataan,
tapi orang cerdik mempertimbangkan setiap langkahnya.”
Apa maksudnya?
Apa yang dimaksud dengan
’mempertimbangkan setiap langkah’?
Menurut sebuah referensi, ungkapan ini
berarti ”berhati-hati, waspada, atau siaga,
supaya tidak sampai tertipu oleh informasi yang salah”.
Itu nasihat yang sangat bagus.
Sekarang, di dunia ini, ada banyak berita palsu.
Bahkan ada yang namanya video <i>deepfake.</i>
Saudara pernah dengar itu?
Jadi orang yang membuat video <i>deepfake</i> itu,
mereka ambil video politisi
atau orang lain yang terkenal,
lalu mereka pakai teknologi untuk buat orang itu
seolah-olah mengatakan sesuatu
yang sebenarnya tidak pernah dia katakan.
Seram, ya?
Kita harus hati-hati
untuk tidak langsung menelan
semua informasi yang kita terima,
terutama kalau itu cocok dengan pendapat kita.
Nah mari bahas prinsip berikutnya, 1 Tesalonika 5:21.
1 Tesalonika 5:21: ”Periksa segala sesuatu.
Pastikan mana yang benar.”
Nah, bagaimana kita bisa pastikan sebuah informasi itu benar?
Ada dua pertanyaan yang bisa kita pikirkan.
Yang pertama, dari mana sumber informasi ini?
Hati-hati.
Sebuah situs web mungkin
kelihatan meyakinkan.
Tampilannya bagus, namanya juga keren.
Tapi, itu tidak berarti informasinya pasti benar.
Yang kedua, apakah ini
informasi yang terbaru dan akurat?
Coba cari tanggalnya.
Cari informasi yang bisa dipastikan
kebenarannya dengan sumber lain
dan bukti-bukti yang mendukung pernyataan itu.
Tapi, hati-hati.
Sering kali bukti yang mendukung sebuah
pernyataan itu hanya diambil dari berbagai situs web lain
yang juga menyebarkan informasi yang tidak benar.
Jadi, hati-hati.
Misalnya ada pernyataan,
”Tiga dari empat dokter merekomendasikan produk ini.”
Hmm.
Apa maksudnya?
Bisa jadi, itu berarti ada 1 juta dokter yang disurvei,
dan 750.000, atau tiga perempat, dari antaranya setuju
bahwa produk ini bagus dan merekomendasikannya.
Wah, luar biasa ya.
Tapi, itu juga bisa berarti ada 8 dokter yang disurvei,
dan 6 di antaranya setuju produk ini bagus.
Apakah dua hal ini sama?
Jelas tidak ya.
Pastikan Saudara tahu
apa yang Saudara baca.
Lalu pastikan mereka ini dokter apa.
Anggap saja obat sakit jantung,
tapi yang merekomendasikannya dokter gigi,
dokter mata, bahkan dokter hewan.
Hati-hati.
Sebuah informasi bisa dikemas sehingga itu
kedengarannya meyakinkan dan terpercaya.
Pastikan Saudara tahu kebenarannya.
Sekarang prinsip yang ketiga, Amsal 28:26.
Amsal 28:26 mengatakan,
”Orang yang percaya pada hatinya sendiri itu bodoh.”
Wah, nasihatnya terus terang ya.
Tapi, ini nasihat Alkitab.
Artikel di situs web kita mengatakan,
’Kalau ada informasi yang sesuai apa yang
kita harapkan, bisa jadi kita langsung percaya.’
Jadi kita perlu pikirkan pertanyaan ini:
’Apakah saya percaya informasi ini
hanya karena ini sesuai harapan saya?’
Sekarang prinsip yang keempat, di Keluaran 23:1.
Katanya, ”Jangan sebarkan berita yang tidak benar.”
Nasihatnya terus terang dan jelas!
Pelajarannya, jangan sebarkan sebuah informasi
kecuali kita tahu betul itu benar.
Itu tanggung jawab kita.
Sering kali, lebih baik pencet
tombol hapus daripada tombol kirim.
Jadi, apa kesimpulannya?
Firman Allah adalah sumber kebenaran.
Itu patokan untuk menentukan
yang benar dan yang salah.
Memang Alkitab tidak bahas setiap bagian dalam kehidupan kita,
tapi di Alkitab ada prinsip-prinsip
yang bantu kita memastikan
apakah sebuah informasi itu benar atau salah.
Yehuwa ’mengajar kita demi kebaikan kita’
dengan membantu kita menolak informasi yang
tidak benar dan berpegang pada kebenaran.
-