00:00:12
Di daerah saya, kebanyakan gedung
seperti apartemen dijaga ketat.00:00:17
00:00:17
Hanya yang tinggal di situ yang bisa masuk.00:00:20
00:00:20
Pernah beberapa kali saya
mengabar dari pagi sampai siang,00:00:24
00:00:24
tapi saya gak ketemu satu orang pun.00:00:27
00:00:27
Saya gak tahu apakah itu karena daerah dinasnya00:00:31
00:00:31
atau salahnya mungkin di saya.00:00:33
00:00:35
Kota Pretoria tempat kami tinggal sangat luas.00:00:38
00:00:38
Sekarang, kami melayani
di ladang berbahasa Portugis.00:00:41
00:00:41
Makin susah ketemu orang-orang di rumah mereka00:00:44
00:00:44
atau ketemu orang yang mau belajar Alkitab.00:00:46
00:00:46
Kami biasanya pergi ke taman dan mencari
orang-orang yang bisa diajak ngobrol.00:00:50
00:00:50
Tapi karena ini ladang berbahasa asing,00:00:52
00:00:52
kami jarang ketemu orang
yang berbahasa Portugis di sana.00:00:55
00:00:55
Sering kali, kami hanya menunggu dan menunggu.00:00:58
00:00:58
Ya, kadang itu buat kami kecil hati.00:01:01
00:01:01
Kami perlu buat penyesuaian.00:01:03
00:01:03
Saya senang sekali melihat kebenaran
menyentuh hati orang-orang.00:01:06
00:01:06
Saya sering berdoa minta Yehuwa bantu saya
ketemu orang yang mau belajar Alkitab,00:01:11
00:01:11
dan Yehuwa jawab doa saya.00:01:12
00:01:12
Saya punya pelajar Alkitab.00:01:14
00:01:14
Dulu, dia gak pernah absen belajar.00:01:17
00:01:17
Kalau dia berhalangan,
kami akan ganti jadwal belajar minggu itu.00:01:20
00:01:20
Tapi belakangan, dia gak semangat lagi.00:01:24
00:01:24
Dia gak lagi merasa belajar Alkitab itu penting.00:01:27
00:01:27
Dia gak semangat lagi berhimpun,
bergaul dengan saudara-saudari,00:01:30
00:01:30
atau membuat penyesuaian dalam hidupnya.00:01:32
00:01:35
Waktu ibadah keluarga, saya dan suami
coba buat jadwal dinas yang terperinci.00:01:40
00:01:40
Dulu, saya biasanya berdinas di pagi hari,
lalu beres-beres rumah di siang hari.00:01:45
00:01:45
Tapi setelah saya atur ulang jadwal,00:01:47
00:01:47
saya upayakan semua
pekerjaan rumah bisa beres di pagi hari00:01:51
00:01:51
supaya saya bisa dinas sampai sore.00:01:53
00:01:54
Jadi, saya berdoa minta Yehuwa
bantu saya supaya tahu00:01:58
00:01:58
apakah saya harus menghentikan
pelajaran Alkitabnya.00:02:01
00:02:01
Saya coba lakukan riset00:02:03
00:02:03
dan nonton video tentang caranya
menghentikan pelajaran Alkitab.00:02:06
00:02:07
Akhirnya, saya tahu itu saat yang tepat,
tapi ya memang gak mudah.00:02:13
00:02:13
Kami suka lakukan saran organisasi:00:02:15
00:02:15
memulai percakapan dengan
orang-orang di toko, di taman,00:02:19
00:02:19
atau bahkan dengan tetangga.00:02:21
00:02:21
Cara ini efektif karena orang-orang pasti ada di sana.00:02:24
00:02:24
Ada yang kerja di toko.00:02:26
00:02:26
Ada juga yang jualan di jalan.00:02:27
00:02:27
Kami ketemu seorang anak muda yang jualan kentang.00:02:30
00:02:30
Kami adakan pelajaran Alkitab dengannya
tiap Selasa di pinggir jalan.00:02:34
00:02:34
Lalu, dia buat kemajuan dan dibaptis
dalam waktu kurang dari dua tahun.00:02:37
00:02:37
Setelah saya sesuaikan jadwal,
saya rasakan perubahan besar.00:02:41
00:02:41
Saya akhirnya bisa ketemu dengan orang-orang
yang biasanya susah dijumpai di pagi hari.00:02:46
00:02:47
Waktu kami KDTU, kami gak hanya berdiri,00:02:50
00:02:50
tapi kami coba amati orang-orang yang lewat00:02:52
00:02:52
sambil buat kontak mata dengan mereka.00:02:55
00:02:55
Nah, ada seorang wanita yang datang ke rak kami.00:02:58
00:02:58
Dia pakai kalung tradisional yang biasanya
dipakai oleh orang yang lagi berduka.00:03:02
00:03:02
Jadi, saya dengan lembut tanya dia
apa baru-baru ini dia kehilangan seseorang.00:03:07
00:03:07
Dia bilang, ”Iya.” Papanya meninggal.00:03:10
00:03:10
Dia sangat sedih.00:03:12
00:03:12
Jadi, kami bagikan satu ayat
tentang harapan kebangkitan.00:03:15
00:03:15
Dia sangat suka ayat itu.00:03:17
00:03:17
Dia bilang ayat itu mengubah hidupnya.00:03:20
00:03:20
Ya, kami berupaya gunakan waktu
dengan bijak, gak sekedar jaga rak.00:03:25
00:03:25
Akhirnya, saya hentikan pelajaran Alkitabnya.00:03:28
00:03:28
Ya, walaupun waktu itu saya sedih sekali.00:03:32
00:03:32
Sejak saat itu, saya serahkan dia ke tangan Yehuwa,00:03:35
00:03:35
dan saya yakin Yehuwa akan menjaganya.00:03:38
00:03:38
Kalau Yehuwa memang mau,
suatu saat dia akan belajar Alkitab lagi.00:03:43
00:03:43
Dia akan mengenal Yehuwa, walaupun
mungkin belajarnya bukan dengan saya.00:03:47
00:03:47
Setelah itu, saya mulai memandu
beberapa pelajaran Alkitab00:03:51
00:03:51
dan punya lebih banyak kunjungan kembali.00:03:53
00:03:53
Orang-orang ini benar-benar
menerapkan apa yang mereka pelajari.00:03:57
00:03:57
Saya tahu saya perlu gunakan waktu dan tenaga saya
untuk membantu orang-orang seperti mereka.00:04:02
00:04:02
Kalau dipikir-pikir, daerah dinas
dan orang-orangnya tetap sama.00:04:06
00:04:06
Yang berubah adalah kapan saya
mengunjungi mereka.00:04:09
00:04:09
Sekarang, setelah saya bisa ketemu
dan ngobrol dengan orang-orang,00:04:13
00:04:13
dinas terasa jauh lebih menyenangkan.00:04:15
00:04:15
Yehuwa masih terus menarik orang-orang yang tulus,00:04:18
00:04:18
dan inilah kesempatan kita
untuk menemukan mereka.00:04:21
00:04:21
Karena kita tahu apa yang kita lakukan
bisa menyelamatkan kehidupan,00:04:25
00:04:25
kita akan gunakan waktu kita dengan bijak.00:04:28
Menikmati Pelayanan—Menggunakan Waktu dengan Bijak dalam Pelayanan
-
Menikmati Pelayanan—Menggunakan Waktu dengan Bijak dalam Pelayanan
Di daerah saya, kebanyakan gedung
seperti apartemen dijaga ketat.
Hanya yang tinggal di situ yang bisa masuk.
Pernah beberapa kali saya
mengabar dari pagi sampai siang,
tapi saya gak ketemu satu orang pun.
Saya gak tahu apakah itu karena daerah dinasnya
atau salahnya mungkin di saya.
Kota Pretoria tempat kami tinggal sangat luas.
Sekarang, kami melayani
di ladang berbahasa Portugis.
Makin susah ketemu orang-orang di rumah mereka
atau ketemu orang yang mau belajar Alkitab.
Kami biasanya pergi ke taman dan mencari
orang-orang yang bisa diajak ngobrol.
Tapi karena ini ladang berbahasa asing,
kami jarang ketemu orang
yang berbahasa Portugis di sana.
Sering kali, kami hanya menunggu dan menunggu.
Ya, kadang itu buat kami kecil hati.
Kami perlu buat penyesuaian.
Saya senang sekali melihat kebenaran
menyentuh hati orang-orang.
Saya sering berdoa minta Yehuwa bantu saya
ketemu orang yang mau belajar Alkitab,
dan Yehuwa jawab doa saya.
Saya punya pelajar Alkitab.
Dulu, dia gak pernah absen belajar.
Kalau dia berhalangan,
kami akan ganti jadwal belajar minggu itu.
Tapi belakangan, dia gak semangat lagi.
Dia gak lagi merasa belajar Alkitab itu penting.
Dia gak semangat lagi berhimpun,
bergaul dengan saudara-saudari,
atau membuat penyesuaian dalam hidupnya.
Waktu ibadah keluarga, saya dan suami
coba buat jadwal dinas yang terperinci.
Dulu, saya biasanya berdinas di pagi hari,
lalu beres-beres rumah di siang hari.
Tapi setelah saya atur ulang jadwal,
saya upayakan semua
pekerjaan rumah bisa beres di pagi hari
supaya saya bisa dinas sampai sore.
Jadi, saya berdoa minta Yehuwa
bantu saya supaya tahu
apakah saya harus menghentikan
pelajaran Alkitabnya.
Saya coba lakukan riset
dan nonton video tentang caranya
menghentikan pelajaran Alkitab.
Akhirnya, saya tahu itu saat yang tepat,
tapi ya memang gak mudah.
Kami suka lakukan saran organisasi:
memulai percakapan dengan
orang-orang di toko, di taman,
atau bahkan dengan tetangga.
Cara ini efektif karena orang-orang pasti ada di sana.
Ada yang kerja di toko.
Ada juga yang jualan di jalan.
Kami ketemu seorang anak muda yang jualan kentang.
Kami adakan pelajaran Alkitab dengannya
tiap Selasa di pinggir jalan.
Lalu, dia buat kemajuan dan dibaptis
dalam waktu kurang dari dua tahun.
Setelah saya sesuaikan jadwal,
saya rasakan perubahan besar.
Saya akhirnya bisa ketemu dengan orang-orang
yang biasanya susah dijumpai di pagi hari.
Waktu kami KDTU, kami gak hanya berdiri,
tapi kami coba amati orang-orang yang lewat
sambil buat kontak mata dengan mereka.
Nah, ada seorang wanita yang datang ke rak kami.
Dia pakai kalung tradisional yang biasanya
dipakai oleh orang yang lagi berduka.
Jadi, saya dengan lembut tanya dia
apa baru-baru ini dia kehilangan seseorang.
Dia bilang, ”Iya.” Papanya meninggal.
Dia sangat sedih.
Jadi, kami bagikan satu ayat
tentang harapan kebangkitan.
Dia sangat suka ayat itu.
Dia bilang ayat itu mengubah hidupnya.
Ya, kami berupaya gunakan waktu
dengan bijak, gak sekedar jaga rak.
Akhirnya, saya hentikan pelajaran Alkitabnya.
Ya, walaupun waktu itu saya sedih sekali.
Sejak saat itu, saya serahkan dia ke tangan Yehuwa,
dan saya yakin Yehuwa akan menjaganya.
Kalau Yehuwa memang mau,
suatu saat dia akan belajar Alkitab lagi.
Dia akan mengenal Yehuwa, walaupun
mungkin belajarnya bukan dengan saya.
Setelah itu, saya mulai memandu
beberapa pelajaran Alkitab
dan punya lebih banyak kunjungan kembali.
Orang-orang ini benar-benar
menerapkan apa yang mereka pelajari.
Saya tahu saya perlu gunakan waktu dan tenaga saya
untuk membantu orang-orang seperti mereka.
Kalau dipikir-pikir, daerah dinas
dan orang-orangnya tetap sama.
Yang berubah adalah kapan saya
mengunjungi mereka.
Sekarang, setelah saya bisa ketemu
dan ngobrol dengan orang-orang,
dinas terasa jauh lebih menyenangkan.
Yehuwa masih terus menarik orang-orang yang tulus,
dan inilah kesempatan kita
untuk menemukan mereka.
Karena kita tahu apa yang kita lakukan
bisa menyelamatkan kehidupan,
kita akan gunakan waktu kita dengan bijak.
-