JW subtitle extractor

Menikmati Pelayanan—Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri

Video Other languages Share text Share link Show times

Saya tidak dibesarkan dalam kebenaran.
Keluarga saya dan orang-orang
di agama saya sebelumnya sangat menentang saya.
Kadang, mereka bahkan menghina saya.
Akibatnya, saya jadi sangat khawatir waktu berdinas.
Sejak kecil, saya bekerja di ladang.
Saya sangat sedih waktu lihat
anak-anak lain pergi sekolah.
Saya pikir, ’Saya mau belajar membaca.’
Tapi waktu itu, saya gak pernah dapat
kesempatan untuk belajar membaca.
Saya ingat, saya gugup sekali waktu mau mengabar.
Saya terus berpikir,
’Mereka mau dengarkan saya gak ya?
Apa mereka mau bukakan pintu?’
Saya dibesarkan oleh orang tua saya dalam kebenaran,
tapi bahkan waktu saya masih kecil, saya sangat pemalu.
Rasanya sulit untuk mengungkapkan
apa yang saya pikirkan dan rasakan.
Waktu saya coba menyampaikan sesuatu,
yang terucap malah hal yang lain.
Lalu waktu pandemi, saya jadi makin pemalu
karena saya mengalami gangguan kecemasan.
Waktu mengabar dengan saudara lain,
karena saya tidak percaya diri,
saya akan bilang, ”Brur yang mengabar ya.
Saya temani Brur saja.”
Sejak mengalami gangguan kecemasan,
saya jadi lebih memikirkan apa
yang saya katakan kepada orang lain.
Saya berpikir, ’Jangan-jangan
apa yang saya katakan salah’
atau ’Mereka mungkin
gak suka dengan kata-kata saya.’
Akibatnya, saya jadi makin sulit untuk mengabar.
Saya pernah ketemu seorang wanita, dia bilang,
”Gimana kamu mau mengabar, membaca aja gak bisa!”
Saya sedih sekali hari itu.
Doa sangat membantu saya.
Tiap kali saya mulai merasa
takut dan khawatir waktu berdinas,
saya ucapkan doa singkat.
Dan, saya merasa lebih baik.
Rasa khawatir saya berkurang.
Saya bisa rasakan Yehuwa memegang tangan saya
dan membantu saya untuk terus mengabar.
Walaupun saya gak bisa baca,
saya pikir, ’Saya gak boleh takut
karena saya tahu Allah akan membantu saya.’
Tiap kali saya merasa gugup,
saya berdoa kepada Allah.
Seorang saudari yang matang, yang
menemani saya dalam dinas, sangat membantu saya.
Dia bilang bahwa Yehuwa-lah yang
membuat kita sanggup menjalankan suatu tugas,
bukan kemampuan kita sendiri.
Saudara-saudari lain yang bekerja sama dengan
saya dalam dinas juga banyak membantu saya.
Waktu mereka ceritakan
pengalaman mereka dalam pelayanan
dan bagaimana Yehuwa bantu mereka
untuk bisa berani, saya sangat dikuatkan.
Karena kalau mereka bisa lakukan itu
dengan bantuan Yehuwa, saya juga pasti bisa.
Sering kali waktu berdinas, saya suka
menyampaikan pemikiran saya sendiri.
Tapi waktu melihat teladan Yesus dalam pelayanan,
dia menggunakan Kitab Suci.
Karena mengikuti teladan Yesus, saya jadi tahu
apa yang perlu dan tidak perlu dikatakan.
Waktu mengabar, saya coba
sampaikan sesuatu yang sederhana.
Biasanya saya bilang, ”Oh lagi nyapu ya, Bu?”
atau ”Wah, halamannya bagus!
Bunganya cantik-cantik ya.”
Lalu saya bilang, ”Kalau kita belajar Alkitab,
kita jadi bisa menghargai ciptaan Allah yang indah.”
Saya sangat terhibur dengan kata-kata Yesus:
”Aku akan selalu menyertai kalian.”
Kata-kata ini sangat menguatkan saya dalam dinas
karena saya sadar saya tidak sendirian.
Yesus menyertai saya.
Saya berharap orang-orang
yang gak bisa membaca gak perlu takut,
karena sekarang kita punya
audio yang bisa kita dengarkan.
Senang sekali bisa mendengarkan
hal-hal tentang Yehuwa.
Jadi, jangan kecil hati.
Walaupun saya gak bisa membaca,
saya bisa mengenal nama Allah.
Dan dengan bantuan umat-Nya,
saya juga bisa belajar membaca.
Saya sangat bangga bisa
mengenal Yehuwa dan nama-Nya.
Nama-Nya sangat indah.
Yehuwa sudah membuktikan sendiri
kepada saya arti dari nama-Nya.
Dia bisa membuat kita
menjadi apa pun yang dibutuhkan.
Buktinya, orang yang pemalu seperti saya,
sekarang bisa berani waktu mengabar.
Saya sangat bersyukur
bisa berada di antara umat Yehuwa.
Saya sudah belajar banyak hal tentang Yehuwa.
Saya punya berlimpah makanan rohani
yang bisa saya bagikan kepada orang lain,
dan ini membuat saya bahagia.
Sekarang, saya senang sekali pergi mengabar
karena saya tahu Yehuwa akan bantu saya,
dan Dia-lah yang membuat saya bisa
menunjukkan kasih-Nya kepada orang-orang.