JW subtitle extractor

Bersiap Menghadapi Bencana—Siaga untuk Yang Tak Terduga

Video Other languages Share text Share link Show times

Bencana sering kali terjadi di saat yang tidak terduga.
Tapi, umat Yehuwa sudah buat persiapan yang baik.
Ketaatan mereka menyelamatkan kehidupan.
Kita akan dengar pengalaman dari mereka
yang menghadapi bencana tak terduga.
Kita akan mulai dari Republik Demokratik Kongo.
Selama puluhan tahun, saudara-saudari kita
di sana menghadapi konflik politik dan kekerasan.
Kami sudah tinggal di pengungsian tiga setengah tahun.
Tapi, para petugas bilang
kami harus pergi karena akan ada perang.
Kami sangat khawatir.
Kami tidak tahu gimana kehidupan
kami nanti di tempat yang baru.
Nasihat dari para penatua bantu
saya sadar betapa seriusnya situasi itu.
Saya pikirkan apa yang harus saya lakukan,
terutama untuk keluarga saya.
Setelah banyak berdoa, kami putuskan
untuk pergi dari pengungsian.
Papa Mama kasih tahu kami untuk siapkan tas darurat.
Mereka suruh kami masukkan
barang-barang yang penting.
Salah satu manfaat yang kami rasakan,
waktu pergi, baterai HP kami cukup,
dan kami juga punya nomor telepon orang lain.
Kami jadi bisa telepon mereka untuk
kasih tahu kami sudah sampai mana.
Tidak lama setelah kami pergi, situasinya memburuk.
Banyak orang mati.
Bencana itu bisa perang, kebakaran, atau
peristiwa lain yang mengancam kehidupan.
Tapi, kalau kita ikuti nasihat
organisasi Yehuwa, kita bisa selamat.
Di belahan bumi yang lain,
bencana yang saudara-saudari kita hadapi
bukan konflik atau kekerasan, tapi bencana alam.
Perhatikan bagaimana
saudara-saudari kita di Amerika Serikat
menghadapi Badai Helene tahun 2024.
Mungkin ada beberapa bencana alam
yang jarang terjadi di tempat kita tinggal.
Jadi, kita merasa aman.
Nah, karena saya tinggal di pegunungan,
saya tidak pernah menyangka akan terjadi badai di sini.
Iya.
Dan ternyata, kami juga kena.
Badai itu menerjang banyak daerah,
dan kerusakannya luar biasa.
Saat itu, kami khawatir karena selain
kami berdua, kami juga harus pastikan
mama saya dan mama Gabriel tetap aman.
Yehuwa kasih kami banyak
pengingat lewat organisasi-Nya,
di perhimpunan, dan lewat berbagai pengalaman.
Jadi walaupun kami baru pindah, barang-barang kami
masih di kardus, ada yang di gudang,
tapi tas darurat kami sudah siap.
Kami sempat coba keluar rumah,
dan ternyata situasinya enggak aman.
Kami putuskan untuk kembali.
Untungnya, kami punya tas darurat.
Sebenarnya, memang ada beberapa hal
yang harusnya kami lebih perhatikan.
Misalnya, saya punya banyak senter, tapi
saya udah lama enggak cek baterainya.
Dan ternyata, baterainya sudah rusak atau habis.
Jadi, senternya enggak nyala.
Saya udah ngerasa ada yang enggak beres
waktu dia buka tas daruratnya untuk cari senter.
Dia tiba-tiba diam.
Jadi saya tanya, ”Kenapa?”
Ya, itu pelajaran buat kami.
Yehuwa terus ingatkan kita untuk bersiap
menghadapi bencana yang tidak terduga.
Jadi, kita bisa tunjukkan bahwa kita mengasihi
keluarga kita dengan mengikuti petunjuk Yehuwa
dan berupaya sebisa-bisanya
supaya siap menghadapi bencana.
Di Matius 11:19, Yesus berkata,
Seperti saudara-saudari kita tadi,
bagaimana kita bisa menunjukkan kita berhikmat?
Pertama, siapkan tas darurat dari sekarang.
Kedua,
buat rencana evakuasi dan pastikan
informasi kontak Saudara selalu diperbarui.
Ketiga, perhatikan waktu ada peringatan.
Dan keempat, percayalah kepada
Yehuwa dan ikuti arahan organisasi.
Semoga Yehuwa memberkati upaya Saudara
untuk siap siaga menghadapi yang tak terduga.